Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Teh Hijau Minuman Untuk Yang Ingin Sehat Dan Langsing

| 0 comments

green tea

Artikel ini adalah bagian dari serial artikel yang memaparkan 10 makanan yang merupakan sumber antioksidan terbaik. Sepuluh jenis makanan itu umumnya dari keluarga berries yang tidak tumbuh di Indonesia, tapi Anda tetap bisa memperoleh khasiatnya dengan cara mengkonsumsi jus konsentratnya yang diproduksi oleh Synergy, yaitu Mistica.
Sepuluh makanan unggulan itu adalah: acai berry, pomegranate (delima), blueberry, cranberry, elderberry, bilberry, red raspberry, goji berry, anggur (merah dan concord), dan teh hijau

Teh hijau (Green tea, Camellia sinensis) telah menjadi fokus penelitian yang menarik, yang menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan metabolisme untuk menurunkan berat badan, mencegah dan melawan kanker, dan penyakit lain dengan kandungan antioksidan supernya.
Teh hijau ini memiliki daftar panjang potensi manfaat kesehatan: digunakan untuk mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah borok, mengendalikan peradangan, pilek virus dan flu, mencegah penyakit gusi, gigi berlubang, dan bau mulut. Juga banyak digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mencegah penyakit jantung, mencegah osteoporosis dan mencegah penggumpalan darah.

Teh hijau telah dikenal sebagai sumber antioksidan yang disebut polifenol, senyawa bermanfaat yang juga ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran dan bahkan dalam minuman anggur merah (red wine). Daun ini juga menawarkan adanya antioksidan hebat yang disebut EGCG (epigallocatechin-gallate) serta zat penyembuhan terkenal lainnya termasuk fluoride, catechin, dan tanin.
Tanin diperkirakan dapat membantu tubuh membuang racun akibat polusi dan mempercepat metabolisme lemak.

Analisis kimia mengungkapkan bahwa teh hijau mengandung sejumlah besar vitamin dan mineral yang larut dalam air, terutama seng, mangan, potasium, niasin, asam folat dan vitamin C. Satu cangkir teh hijau memiliki lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Para peneliti di University of Kansas menyatakan bahwa kekuatan antioksidan teh hijau sebanding 100 kali kekuatan antioksidan vitamin C, dan 25 kali dari vitamin E. Sebuah studi di Departemen Pertanian Amerika Serikat menemukan bahwa kapasitas antioksidan teh hijau lebih baik dibanding 22 macam buah-buahan dan sayuran.

Teh hijau membantu dalam mengobati kadar kolesterol tinggi, kadar trigliserida tinggi, hipertensi, dan merangsang fungsi kekebalan tubuh. Teh hijau benar-benar dapat menurunkan risiko terkena arteriosklerosis. Penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau menjaga terhadap penyakit jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki rasio kolesterol HDL kolesterol LDL, mengurangi agregasi platelet (pelekatan atau penggumpalan sel-sel darah), dan menurunkan tekanan darah.

Tanaman ini meringankan kelelahan mental dan telah lama digunakan untuk mengobati infeksi saluran pencernaan. Orang Cina sering menggunakannya untuk mengobati sakit kepala migrain. Juga dapat membantu mencegah penumpukan plak pada gigi, dan karena daun mengandung fluoride alami, maka dapat membantu dalam mencegah kerusakan gigi. Dapat membantu untuk mengatur kadar gula darah dan tingkat insulin. Peneliti Swiss bahkan memiliki bukti awal bahwa teh hijau mempercepat pembakaran lemak pada orang yang kelebihan berat badan.

Sebuah studi kecil tapi menarik pada tahun 1999, yang dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan peningkatan pengeluaran energi dan oksidasi lemak pada pria yang mengkonsumsi ekstrak teh hijau sebagai lawan plasebo atau kafein saja.

Menurunkan berat badan

The American Journal of Clinical Nutrition mengadakan penelitian dimana ditemukan bahwa ekstrak teh hijau secara signifikan meningkatkan pengeluaran energi (ukuran metabolisme) dan oksidasi lemak. Para peneliti merasa bahwa penelitian ini memiliki implikasi yang baik untuk mengendalikan berat badan. Studi ini menunjukkan peningkatan hampir 40% pada thermogenesis siang hari. Dengan kata lain, pelaku diet akan membakar 40% lebih banyak lemak sepanjang hari setelah mengkonsumsi ekstrak teh hijau.

Mencegah kanker

Antioksidan EGCG mengaktifkan proses yang disebut apoptosis. Menariknya, sel yang dimatikan hanya sel-sel kanker, bukan sel yang sehat. EGCG juga dapat meningkatkan sistem antioksidan alami tubuh, mendorong pengeliminasian molekul oksigen yang merusak yang disebut radikal bebas.
Hasan Mukhtar, Ph.D., profesor di Case Western Reserve University, percaya bahwa ada “indikasi kuat bahwa teh hijau dapat melindungi terhadap resiko kanker prostat, esofagus, dan perut”

Pria Jepang, yang biasa minum 4-6 cangkir teh hijau setiap hari, secara signifikan memiliki tingkat kematian akibat kanker prostat lebih rendah dibanding orang Barat . Dan kejadian kanker prostat di Cina, yang populasinya mengkonsumsi teh hijau secara teratur, adalah yang terendah di dunia. Semakin banyaknya bukti baik dari percobaan terhadap hewan maupun bukti laboratoris menunjukkan bahwa mungkin saja teh hijau yang melindungi orang-orang ini dari kanker prostat. Sebuah studi di Mayo Clinic akhir-akhir ini menemukan bahwa polifenol utama dalam teh hijau yang disebut EGCG dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat dan dalam konsentrasi tinggi menghancurkannya. Para ilmuwan di Case Western Reserve University di Cleveland melaporkan baru-baru ini bahwa polifenol teh hijau menghambat enzim yang over-expressed dalam kanker prostat, mengindikasikan bahwa teh hijau mungkin efektif dalam pencegahan kanker prostat. Studi pendahuluan oleh peneliti Jepang di Kobe University menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak teh hijau dan kemudian disuntik dengan zat yang menyebabkan kanker prostat kurang mungkin untuk terkena tumor dibanding hewan kontrol.

Dalam sebuah studi skala besar dengan lebih dari 35.000 wanita pasca-menopause di Iowa (American Journal of Epidemiology, 7/96), mereka yang minum dua atau lebih cangkir teh setiap hari lebih cenderung untuk tidak terkena kanker pada saluran kemih atau pencernaan.

Satu studi besar-besaran di Cina menemukan bahwa orang yang minum sedikitnya satu cangkir teh hijau seminggu selama enam bulan, kurang memiliki risiko terkena beberapa jenis kanker (rectal, pankreas, dan lain-lain) dibanding orang yang jarang atau tidak sama sekali minum teh hijau. Penelitian awal lainnya menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu untuk memerangi kanker-kanker payudara, perut, dan kulit.

Para ilmuwan bahkan telah menemukan bahwa penerapan teh hijau pada kulit dapat membantu menyembuhkan dan mencegah beberapa jenis kanker kulit dan gangguan kulit lainnya, melindungi kulit dari kerusakan jangka panjang dan kerusakan jangka pendek akibat sinar ultraviolet, dan bertindak sebagai agen antibakteri bila diterapkan pada infeksi kulit.

Bukti dari Nurses ‘Health Study menunjukkan bahwa konsumsi minuman teh hijau dihubungkan dengan lebih rendahnya insiden kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker saluran pencernaan. Dalam sebuah studi fisiologis pada sukarelawan manusia, minum teh hijau sewaktu makan dapat menghambat perkembangan nitrosamin (senyawa karsinogenik).

Mencegah dan mengobati arthritis

Antioksidan dalam teh hijau dapat mencegah dan mengurangi keparahan osteoarthritis. Penelitian telah membuktikan bahwa jika Anda mengkonsumsi sekitar empat cangkir teh hijau sehari, Anda mungkin dapat terhindar dari resiko menderita arthritis, tapi jika Anda sebelumnya sudah menderita arthritis, maka mengkonsumsi teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan yang ditimbulkannya.

Dalam percobaan pada hewan yang hasilnya diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 1999, peneliti menemukan bahwa polifenol, antioksidan yang ditemukan dalam teh hijau, mengurangi perkembangan jenis arthritis yang mirip dengan rheumatoid arthritis pada manusia. Polifenol tersebut tidak hanya mengurangi perkembangan arthritis, tetapi pada mereka yang sudah terjangkit penyakit ini ternyata penyakitnya menjadi lebih ringan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya air minum biasa. Dari 18 hewan yang meminum polifenol, hanya 8 yang mengembangkan arthritis, dibandingkan dengan 17 dari 18 tikus dalam kelompok kontrol. Menurut para peneliti: “Berdasarkan data kami, kami sangat ingin menunjukkan bahwa teh hijau pada umumnya, dan khususnya polifenol yang terkandung di dalamnya, mungkin terbukti menjadi suplemen/pelengkap yang berguna dengan agen lainnya untuk pengobatan arthritis”

Khasiat dan manfaat teh hijau

Sifat teh hijau yang: anti-virus, antioksidan, diuretik, ekspektoran, stimulan, obat perut, analgesik, astringen, kardiotonik, membantu pencernaan, menenangkan, dan karminatif.
Bisa digunakan untuk: melawan kanker, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, mencegah penyakit jantung, memfasilitasi dalam penurunan berat badan dan oksidasi lemak, dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan beberapa jenis kanker, membantu mengatur gula darah, mencegah atau menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mencegah borok, memperlambat proses penuaan, kontrol peradangan, mengurangi kolesterol darah, melawan pilek virus dan flu, mencegah penyakit gusi, gigi berlubang, dan bau mulut, dapat membantu mencegah osteoporosis dan penggumpalan darah, membantu menstabilkan lipid darah, trigliserida tinggi, hipertensi, menurunkan risiko arteriosclerosis, memperbaiki rasio kolesterol HDL kolesterol LDL, mengurangi agregasi platelet

Leave a Reply

Required fields are marked *.