Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

RESEP CARA MEMBUAT KIMCHI

| 0 comments

kimchi siap dihidangkan

Orang Korea sangat menyukai makanan yang rasanya asam-pedas menyegarkan ini. Kimchi adalah makanan khas Korea berupa fermentasi sayuran. Ada sekitar 200 jenis kimchi, tapi yang paling populer adalah yang terbuat dari sawi putih (pecai). Dari segi rasa kimchi adalah perpaduan serasi antara rasa: manis, asam, asin, pedas, dan sedikit pahit.
Fermentasi sawi putih ini bisa dimakan sendiri seperti snack, makanan appetizer, atau dicampur dengan nasi atau mie. Kimchi merupakan makanan yang kaya serat dan rendah lemak, yang membuat orang Korea jarang sekali menderita obesitas. Kimchi juga digunakan dalam sup dan pancake, sebagai topping pada pizza dan burgers.

Manfaat kimchi bagi tubuh

Ingin mencoba menikmatinya? Kimchi yang berasal dari sawi putih mengandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat makanan, natrium, kalsium, kalium, asam folat (vitamin B9), vitamin-vitamin K, E, C, A, betakaroten; tapi manfaat terbesar datang dari adanya kandungan ‘bakteri menyehatkan’ yang disebut laktobasilus, yang banyak ditemukan pada makanan yang difermentasikan seperti pada kimchi dan yoghurt. Bakteri baik ini membantu sistem pencernaan, dan kabar baiknya: ternyata sawi putih yang difermentasi mengandung senyawa yang bisa mencegah penyakit kanker!

Cara termudah adalah pergi ke restoran Korea, atau mencarinya di supermarket-supermarket yang khusus menjual makanan dan barang-barang Korea. Tapi disamping harganya mahal sehingga kita tidak bisa makan sepuasnya, rasanya juga kadang-kadang tidak sesuai dengan selera kita: mungkin terlalu asin, terlalu asam, terlalu manis dst
Lantas kenapa tidak membuatnya sendiri? Gampang koq!

Oleh karena itu dalam tulisan ini resep cara membuat kimchi tidak diberikan dalam timbangan tertentu seperti pada resep-resep kue, kombinasi rasa akan Anda peroleh sementara meracik bumbu, dikoreksi setelah difermentasi dan dari pengalaman. Dan tentunya tergantung dari selera.

sawi putih yang sudah dipotong

Bahan untuk membuat kimchi

  • Garam krosok (garam kristal) untuk melayukan pecai, jangan gunakan garam meja/garam halus karena kurang bisa menyerap air.
  • Kecap (saus) ikan Korea atau Thailand untuk memberi rasa asin & gurih, bisa dibeli di toko atau supermarket yang menjual makanan Korea atau China.
  • Gocu karu (bubuk cabe Korea) untuk memberi rasa pedas dan warna merah menarik, bisa dibeli di toko atau super market yang menyediakan makanan Korea, jangan gunakan bubuk cabe lokal karena sangat pedas dan ada rasa pahitnya.
  • Gula pasir halus
  • Sawi putih (pecai) segar ukuran sedang
  • Kucai, bawang cung atau bawang bombay, jahe, bawang putih, lobak (jika Anda suka lobak)
  • Ebi yang dihaluskan (opsional – jika Anda suka aroma udang)

Persiapan:

  • Pecai dibelah tengah memanjang, masing-masing belahan dipotong jadi 3 potong memanjang, jadi dari 1 buah pecai bisa diperoleh 6 potongan memanjang, tidak usah dicuci tapi boleh sedikit dibasahi agar garam bisa menempel. Untuk tahap belajar gunakan 3 buah pecai ukuran sedang.
  • Lobak diiris kecil-kecil seukuran batang korek api
  • Jahe dan bawang putih diparut
  • Kucai, bawang cung dipotong kira-kira 3 cm
  • Jika menggunakan bawang bombay, iris kecil-kecil

Cara membuat kimhi

Pecai ditempatkan di wadah plastik, jangan gunakan wadah besi karena garam sifatnya korosif. Taburkan garam krosok pada pecai, masukan juga pada sela-sela batang pecai. Biarkan sampai layu ( kira-kira 3 sampai 5 jam), balikkan tiap 1 jam sekali agar merata (untuk ini sebaiknya punya 2 wadah plastik).
Di tempat terpisah lakukan hal yang sama untuk lobak (jika Anda menggunakan lobak)

Sementara menunggu pecai layu kita dapat meracik bumbunya:
Campurkan kira-kira 1 ons gocu karu (bubuk cabe) atau lebih jika ingin bumbunya lebih medok dengan gula pasir (jumlah tergantung selera, sebaiknya kurang manis daripada terlalu manis karena gula dapat ditambahkan kemudian) aduk sampai merata. Tapi mesti diingat bahwa setelah proses fermentasi akan timbul rasa asam yang akan mengurangi rasa manis. Masukan parutan jahe dan bawang putih dan kecap ikan, aduk gumpalan menggunakan sendok kayu yang ceper, walaupun menggumpal tidak perlu ditambahkan air karena air nanti akan datang dari sawi. Kecap ikan jangan terlalu banyak, agar kalau nantinya kurang asin bisa ditambahkan kemudian.

Setelah agak merata masukan potongan kucai, bawang cung atau bawang bombay. Aduk terus sampai merata, sekali-kali cicipi rasa bumbu dan koreksi jika tidak sesuai selera Anda. Bumbu yang sudah merata kekentalannya akan seperti bumbu pecel dan irisan sayurannya layu.

Pencucian pecai dan lobak:
Jika pecai sudah layu dan sudah tidak kaku atau bisa dilipat, cuci dengan air bersih sebanyak 3 kali sampai semua garam dan rasa asin terbuang. Peras dengan tangan untuk menghilangkan sisa air cucian. Lakukan hal yang sama untuk irisan lobak, lobak kemudian dicampurkan ke bumbu

Pemberian bumbu:
Siapkan kontainer kedap udara misalnya tuperware. Masukan bumbu dan irisan sayuran ke dalam sela-sela pecai lembar demi lembar, menggunakan tangan lebih baik. Pecai dilipat dua kemudian disusun menumpuk dalam kontainer.

Cara menyimpan kimchi

Kontainer ditutup rapat kemudian disimpan di luar selama 1 hari. Setelah 1 hari disimpan di luar, simpan dalam kulkas, jika terlalu lama disimpan di luar ada kemungkinan fermentasi terlalu aktif sehingga rasa asam terlalu kuat. Pada saat fermentasi akan keluar air yang semakin lama semakin kental.
Setelah 3 hari kimchi siap dihidangkan. Jika kurang manis taburkan gula pasir dan jika kurang asin boleh ditambah kecap ikan.

kimchi yang sudah terfermentasi

Leave a Reply

Required fields are marked *.