Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Red Raspberry Makanan Anti Obesitas

| 0 comments

raspberry

Artikel ini adalah bagian dari serial artikel yang memaparkan 10 makanan yang merupakan sumber antioksidan terbaik. Sepuluh jenis makanan itu umumnya dari keluarga berries yang tidak tumbuh di Indonesia, tapi Anda tetap bisa memperoleh khasiatnya dengan cara mengkonsumsi jus konsentratnya yang diproduksi oleh Synergy, yaitu Mistica.
Sepuluh makanan unggulan itu adalah: acai berry, pomegranate (delima), blueberry, cranberry, elderberry, bilberry, red raspberry, goji berry, anggur (merah dan concord), dan teh hijau

Raspberry merah (Rubus idaeus) sejak lama sudah dijadikan obat herbal tradisional. Daunnya dibuat menjadi teh dan berbagai bagian tanaman digunakan untuk obat kumur tenggorokan, pengobatan morning sickness, obat pencernaan dan sejenisnya.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa mengkonsumsi raspberry merah dapat mencegah kanker dengan cara menghambat pembelahan sel abnormal dan mendorong kematian normal sel-sel sehat. Pengujian yang dilakukan di Hollings Cancer Center di Medical University of South Carolina telah mengungkapkan bahwa tubuh manusia mudah menyerap asam elagat (ellagic acid) dari raspberry merah. Asam elagat ini telah secara klinis terbukti menyebabkan apoptosis (kematian sel) pada beberapa sel kanker.

Di antara beberapa phytochemical yang signifikan, raspberry merah mengandung asam elagat, senyawa fenolik yang menunjukkan efek anti-karsinogenik terhadap berbagai karsinogen dalam beberapa jaringan.
Dalam studi dengan tikus dan mencit, baik in vitro dan in vivo, asam elagat ternyata mampu menghambat secara signifikan beberapa jenis kanker: usus besar, esofagus, hati, paru-paru, lidah, dan kulit
Dengan cara yang sama, quercetin, salah satu flavanols yang ditemukan dalam raspberry, diketahui bisa menjadi anti-karsinogen yang efektif terhadap kanker kulit, usus, dan kanker payudara.

Antosianin yang banyak terdapat dalam raspberry merah, bekerja sebagai antioksidan yang melindungi terhadap penyakit jantung dan penurunan mental yang berkaitan dengan usia.

Yang perlu dicatat adalah bahwa mengkonsumsi raspberry secara utuh ternyata lebih memberikan banyak khasiat ketimbang mengkonsumsi kandungan phytochemicalnya tunggal dalam bentuk suplemen. Walaupun belum dipahami secara penuh, tapi jelas nutraceutical (zat-zat dalam tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan) secara keseluruhan khasiatnya lebih besar dibandingkan jumlah khasiat bagian-bagiannya.

Kandungan dan manfaat raspberry

  • Memiliki tingkat ORAC yang tinggi – ORAC adalah ukuran kapasitas antioksidan suatu zat . Raspberry merah dengan ORAC dari 24 µmole / TE / g mirip dengan blueberry yang sudah terkenal karena nilai antioksidan nya itu
  • Raspberry memiliki kandungan tinggi dalam senyawa polifenol yang dikenal karena sifat anti-kankernya
  • Red Raspberry mengandung antioksidan kuat seperti Vitamin C, quercetin dan asam galat yang mampu melawan kanker, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit degeneratif
  • Mengandung asam elagat, yang dikenal sebagai chemopreventative, yang telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi
  • Keton raspberry merah saat ini digunakan di Jepang sebagai suplemen penurunan berat badan. Raspberry merah mengandung zat kimia yang disebut keton, yang memberikan buah rasa dan aroma yang unik. Keton ini telah lama digunakan untuk menambah rasa dan aroma makanan dan kosmetik. Kini raspberry merah ini menimbulkan kehebohan di produk penurunan berat badan, keton raspberry dijual sebagai suplemen herbal dengan klaim dapat mengobati obesitas, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan massa tubuh tanpa lemak dan bahkan mengobati kerontokan rambut.
  • Minyak biji raspberry merah telah menarik industri cosmeceutical karena kaya akan vitamin E, asam lemak omega-3 dan memiliki faktor perlindungan matahari (SPF) sebesar 24-50.
  • Raspberry dapat menghambat produksi enzim COX-I dan enzim COX-II . Produk anti inflamasi seperti ibuprofen dan aspirin juga menghambat COX -I dan COX-II sehingga dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan arthritis , gout dan kondisi inflamasi lainnya

Leave a Reply

Required fields are marked *.