Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Membatasi Masukan Kalori Ke Dalam Tubuh

| 0 comments

diet smart detox

Membatasi masukan kalori bukan hanya dilakukan untuk menurunkan berat badan seperti pada program diet menurunkan berat badan konvensional. Walaupun berakibat pada turunnya berat badan, akan tetapi membatasi masukan kalori harus dijadikan gaya hidup sehat dalam konsumsi pangan yang akan membawa pada bertambahnya umur harapan hidup.
Pembatasan masukan kalori ini tidak hanya membatasi jumlah kalori yang masuk, yang terutama berasal dari karbohidrat dan lemak, tapi juga diiringi dengan memperbanyak konsumsi makanan segar alami seperti sayuran, buah-buahan, serelia, kacang-kacangan, sumber-sumber asam lemak omega-3 seperti ikan laut.
Kebutuhan energi untuk metabolisme basal akan menurun seiring dengan bertambahnya umur, atau dengan kata lain kecepatan metabolisme tubuh menurun. Apabila konsumsi pangan jumlahnya tetap sama dengan saat masih muda dulu, maka makanan tersebut akan lebih banyak dikonversi menjadi lemak daripada menjadi otot, sehingga akan menimbulkan kegemukan akibat terakumulasinya lemak dalam tubuh. Oleh karena itu  untuk meminimalkan akumulasi lemak konsumsi energi harus dikurangi, dan hanya mengkonsumsi energi sejumlah yang cukup untuk mempertahankan fungsi optimal tubuh.

Konsumsi makanan secara berlebihan juga akan menghasilkan oksidasi yang berlebihan, yang berakibat pada produksi radikal bebas yang lebih banyak, sehingga membatasi konsumsi makanan berarti juga akan mengurangi produksi radikal bebas dalam tubuh. Banyak bukti ilmiah yang mengungkapkan bahwa membatasi masukan kalori merupakan suatu cara untuk memperlambat proses penuaan.
Di Okinawa, Jepang jumlah penduduk yang berumur lebih dari 100 tahun per 100.000 populasi adalah empat kali lebih besar dibandingkan dengan di daerah lain di Jepang. Dari sudut pandang konsumsi pangan, ternyata penduduk Okinawa mengkonsumsi sayuran tiga kali lebih banyak, mengkonsumsi ikan dua kali lebih banyak, dan mengkonsumsi energi sepertiganya dibandingkan dengan standar konsumsi pangan yang berlaku di Jepang. Memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengerti secara mendalam tentang mekanisme bagaimana pembatasan kalori dapat berdampak pada memperpanjang umur. Akan tetapi tak dapat disangkal lagi bahwa metoda ini bisa bekerja dengan baik.

Pembatasan kalori tidak sama dengan malnutrisi, kelaparan, atau puasa berkepanjangan; karena keadaan-keadaan ini justru mempercepat proses penuaan yang diakibatkan terjadinya defisiensi zat-zat gizi. Selama terjadinya malnutrisi, protein dari beberapa otot tubuh dan struktur organ dirombak untuk diubah menjadi energi, dan hal ini bersifat sangat destruktif bagi tubuh. Tubuh akan ‘dimakan’ sendiri sehingga menjadi rusak.

Jika dilaksanakan dengan benar (disertai dengan asupan nutrisi yang diperlukan tubuh), program pembatasan masukan kalori akan memberikan semua nutrisi yang diperlukan tubuh tanpa mengakibatkan kerja organ tubuh terlalu berat, sehingga sistem organ tubuh dapat berfungsi secara optimal. Tubuh manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah sistem umpan balik yang dapat secara otomatis meregulasi dirinya sendiri. Bila kita mengkonsumsi pangan melebihi dari apa yang diperlukan tubuh, maka sistem organ tubuh akan bekerja keras untuk mencerna makanan, menyerap dan memetabolisme zat-zat gizi, serta menyimpan kelebihan zat gizi yang tidak dipakai tubuh dalam bentuk lemak. Sedangkan bila kita membatasi konsumsi pangan sampai sebatas yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari, maka tubuh secara otomatis akan menurunkan kecepatan metabolisme basal untuk menghemat energi. Dengan cara itulah maka tubuh dapat bertahan terhadap pembatasan kalori, menyesuaikan diri dengan keadaan baru (yang lebih sehat!)

Apa yang terjadi dalam tubuh bila kita membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi?
Pertama, kerja yang harus dilakukan tubuh untuk mencerna makanan, serta menyerap dan memetabolisme zat-zat gizi berkurang, hal ini akan menyebabkan stress oksidatif juga berkurang, yang juga berarti lebih sedikit radikal bebas yang dihasilkan.
Kedua, kecepatan metabolisme tubuh secara otomatis akan berkurang karena disesuaikan dengan kebutuhan energi yang berkurang.
Ketiga, dengan melambatnya aktivitas sistem organ berarti memberi kesempatan bagi organ untuk lebih lama ‘beristirahat’ sehingga akan memperpanjang ‘masa pakai’ organ-organ tersebut. Karena organ-organ tubuh berada dalam keadaan sehat, maka umur harapan hidup bertambah.

Keuntungan fisiologis melaksanakan pembatasan masukan kalori:

  • meningkatkan umur harapan hidup
  • meningkatkan kemampuan belajar, ingatan lebih tajam
  • meningkatkan jumlah reseptor neurotransmitter dalam otak, ingatan lebih jernih
  • menurunkan akumulasi lemak dalam tubuh, bentuk tubuh lebih baik
  • menurunkan kadar insulin, mengontrol kadar gula lebih baik
  • menurunkan resiko kanker, kerusakan oksidatif lebih sedikit
  • menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, lebih sedikit stress terhadap sistem kardiovaskuler
  • menurunkan tingkat kehilangan massa tulang, lebih sedikit terpengaruh osteoporosis

Sumber energi utama bagi manusia adalah karbohidrat (pati dan gula). Karbohidrat dapat mempertahankan kadar gula (glukosa) darah. Konsumsi karbohidrat yang cukup dapat mencegah degradasi protein tubuh. Tubuh manusia menggunakan protein untuk membentuk & memperbaiki sel-sel tubuh. Apabila konsumsi karbohidrat kurang, maka tubuh akan mendegradasi protein untuk memproduksi energi. Keadaan ini akan mengganggu fungsi utama protein yaitu untuk membentuk jaringan, enzim-enzim, hormon-hormon dan sebagainya. Meskipun dalam tubuh dapat terjadi proses glukoneogenesis (merubah simpanan gula dalam bentuk glikogen dalam hati) namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga karbohidrat harus tetap disuplai dari makanan.

Terdapat dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana secara umum dikenal sebagai gula, sebagai sumbernya antara lain gula pasir (sukrosa), permen, soft drink, makanan yang manis-manis, produk bakery. Produk seperti ini hanya memberikan energi tapi sedikit atau hampir tidak mensuplai mineral dan vitamin. Konsumsinya harus dihindari atau dikurangi.
Karbohidrat kompleks selain mengandung pati juga mengandung serat makanan disamping juga mengandung vitamin dan mineral. Sumbernya adalah biji-bijian, serelia, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

Jika kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks maka pertama-tama karbohidrat akan dicerna dalam mulut oleh enzim amilase dari air liur, kemudian masuk ke dalam lambung, dan sedikit demi sedikit dialirkan ke usus halus. Di dalam usus halus pencernaan akan dilanjutkan oleh enzim amilase pankreas menghasilkan glukosa yang kemudian diserap oleh usus halus dan dialirkan ke dalam darah; sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Pankreas memproduksi hormon insulin yang dialirkan ke dalam darah juga. Insulin akan mentranspor glukosa ke dalam sel, dan sel-sel tubuh akan menggunakan glukosa tersebut sebagai sumber energi, atau menyimpannya dalam bentuk glikogen atau lemak. akhirnya setelah beberapa jam kadar gula dalam darah kembali ke level normal.
Jika kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana, tidak akan terjadi proses pencernaan baik dalam mulut, lambung, maupun usus halus; dan gula (glukosa) langsung diserap oleh usus halus dan dialirkan ke dalam darah, sehingga dalam waktu singkat kadar gula darah meningkat. Sedangkan jika kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks, dibutuhkan waktu antara 1 sampai 4 jam sampai usus halus dapat menyerap semua glukosa. Karbohidrat kompleks disusun oleh puluhan sampai ratusan molekul glukosa , sehingga diperlukan waktu yang relatif lama untuk mencernanya dan akhirnya dapat menyerap glukosa yang dihasilkan. Oleh karena itu kadar gula dalam darah akan meningkat secara perlahan dan kemudian cepat menurun lagi karena adanya kerja hormon insulin, sehingga dapat dikatakan kadar gula dalam darah tetap stabil pada level normal.

Terdapat alasan lain mengapa karbohidrat kompleks sangat penting:
Pertama, karena mengandung serat makanan tidak larut (IDF, insoluble dietary fiber, IDF) yang berguna untuk mencegah konstipasi (sembelit, susah buang air besar), yang kemudian dihubungkan dengan timbulnya kanker usus besar. Selain itu serat pangan tidak larut dapat mencegah timbulnya penyakit wasir (ambeien), karena serat itu dapat membentuk feses yang berukuran besar dan lunak.
Kedua, karena mengandung juga serat makanan larut (soluble dietary fiber, SDF) yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam plasma darah.
Ketiga, karena karbohidrat kompleks tidak banyak mengandung lemak tapi kandungan zat-zat gizi lainnya (misalnya vitamin dan mineral) cukup tinggi.
NutriBurst adalah produk Synergy yang mengandung kedua macam serat makanan tersebut, disamping mengandung vitamin-vitamin (A, D, riboflavin, tiamin, niasin, asam pantotenat, B6, asam folat, B12, C, E, biotin); mineral-mineral (kalsium, yodium, seng, tembaga, kromium, besi, fosfor, magnesium, selenium, mangan, molibdenum) yang sangat lengkap. Anda harus mempertimbangkannya sebagai suplemen yang menyehatkan.

Jumlah konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah sebagai berikut: sekitar 50-55% dari jumlah kalori yang dikonsumsi per hari sebaiknya berasal dari karbohidrat. Dari jumlah tersebut sekitar 45 – 50% sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks, dan 5  – 10% sisanya dapat berasal dari karbohidrat sederhana. Jadi sebagai sumbernya harus dipertimbangkan dari mana saja datangnya.
Harus diperhatikan juga makanan-makanan jenis apa yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, dan jenis makanan apa yang lambat. Indeks glikemik menunjukkan sejauh mana terjadi peningkatan kadar gula (glukosa) darah setelah kita mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.

Bahan makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi

  • Bahan makanan yang mengandung gula, madu, molase, dan sirup
  • Semua produk hasil olahan terigu: jenis roti putih
  • Biji-bijian termasuk beras, jagung dan hasil olahannya
  • Semua jenis sereal, kecuali yang disebutkan di bawah
  • Pasta, kental dan bentuknya besar
  • Buah-buahan seperti pisang, semangka, nanas, anggur, durian
  • Sayuran seperti wortel manis, bit, turnips, parsnips, termasuk kentang dan jagung
  • Makanan ringan (snack) terutama yang berasa manis, keripik kentang, keripik jagung, pop-corn, kue basah, pretzel
  • Minuman beralkohol

Bahan makanan dengan nilai indeks glikemik rendah

  • Pemanis buatan yang aman dikonsumsi
  • Roti gandum (whole wheat) dan roti whole rye
  • Biji-bijian seperti barley, bulgur, dan kasha
  • Sereal seperti all bran sereal, oatmeal
  • Pasta seperti thin strand, whole wheat pasta, dan bean threads
  • Semua jenis daging
  • Semua jenis susu dan hasil olahannya yang tanpa pemanis
  • Semua jenis buah-buahan yang tidak terlalu manis selain seperti buah-buahan yang disebutkan di atas

Orang yang sedang melakukan Program detoksifikasi Smart Detoxdiharuskan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang indeks glikemiknya rendah dibandingkan yang indeks glikemiknya tinggi. Dengan demikian program detoksifikasinya dijamin berhasil!

Leave a Reply

Required fields are marked *.