Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Cara Menjaga Kesehatan Usus Besar

| 0 comments

NutriBurst Synergy Bermanfaat Untuk Detoksifikasi Usus Besar

Pembuangan racun dari tubuh

Makanan yang tidak berhasil dicerna, bersama-sama sel-sel epitel usus yang rusak, akan menuju ke usus besar (colon) dan diubah menjadi menjadi feses. Di sini sisa-sisa makanan tersebut akan mengalami pembusukan, di usus besar juga terjadi sintesa vitamin K dengan bantuan bakteri Escherichia coli.
Semua racun (entah itu racun hasil metabolisme atau dari kontaminan yang terbawa masuk ke dalam tubuh) yang akan dibuang dari tubuh umumnya bermuara ke usus besar, jika usus besar berfungsi dengan baik maka eliminasi racun akan terjadi setiap hari. Pencernaan yang lemah akibat kurang enzim pencernaan, rendahnya serat yang dikonsumsi, dan ketidakseimbangan flora bakteri dalam usus besar akan berdampak pada kemampuan usus besar untuk membuang racun. Jika feses tidak bisa dikeluarkan, maka feses akan mengendap di dinding usus besar, dan bisa menimbulkan berbagai penyakit pada saluran pencernaan ini. Ketika fungsi usus besar terganggu atau kelebihan racun, maka racun bisa terserap kembali ke dalam pembuluh darah dan dikirim ke hati. Itulah tanda bahwa tubuh mengalami kelebihan racun. Kondisi ini terjadi ketika organ detoksifikasi dan eliminasi kewalahan menghadapi banyaknya racun sehingga tidak dapat mendetoksifikasi tubuh dengan baik. Pada kondisi ini penyakit-penyakit kronik bisa muncul.

Peran bakteri dalam usus besar

Di dalam usus hidup berbagai jenis bakteri, lebih dari 100 spesies yang berbeda dengan jumlah yang sangat besar (diperkirakan 100 triliun bakteri). Bakteri-bakteri yang menghuni usus manusia dinamakan bakteri saluran usus. Bakteri-bakteri itu hidup bersama dengan mikroba lain secara kolektif, triliunan bakteri yang menghuni usus manusia itu sebenarnya hidup secara tertib menurut suatu sistem dan menempati tempat tertentu bagaikan berbagai jenis vegetasi di pegunungan yang tampak tidak teratur, namun sebenarnya tiap-tiap kelompok vegetasi tersebut menempati lokasi yang spesifik, dan keseluruhan vegetasi membentuk suatu karakter flora yang terpola. Karena alasan itulah kelompok bakteri yang menghuni usus disebut bakteri flora usus atau disingkat sebagai flora usus saja.
Bakteri yang sangat banyak tersebut, digolongkan menjadi 2 jenis: bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik di antaranya adalah Lactobacillus dan Bifidobacteria, sedangkan contoh bakteri jahat antara lain Escherichia coli, Clostridium perfringence, Salmonella, dan Staphylococcus.
Di dalam usus, kedua jenis bakteri ini saling ‘berperang’, dan proses ‘peperangan’ yang terjadi tersebut ternyata mengandung konsekuensi serius terhadap kesehatan tubuh manusia, serta erat kaitannya dengan peluang terjadinya penyakit.

Lactobacillus dan Bifidobacteria yang merupakan bakteri asam laktat sangat vital perannya dalam usus. Seorang ilmuwan Rusia penerima hadiah Nobel tahun 1903, Ellie Metchinikoff, mengatakan bahwa proses penuaan manusia merupakan suatu proses intoksikasi (peracunan) kronis yang disebabkan oleh beberapa senyawa ‘busuk’ yang dihasilkan bakteri yang terdapat di dalam usus. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah penyakit dapat dicegah bila kita bisa menjaga keseimbangan flora usus ke arah bakteri asam laktat yang menguntungkan.

Bifidobakteri berperan sebagai faktor kunci dalam kesehatan individu dari segala usia. Pada bayi berusia 24 jam, bakteri mulai berkembang dan mengadakan kolonisasi dalam saluran ususnya. Namun demikian, bakteri yang tumbuh dalam usus bayi pada awalnya tergolong bakteri jahat seperti Coliform, Entericocci, Staphylococci, dan Clostridia.
Namun, setelah bayi berusia 4 hari, jenis bakteri baik seperti Lactobacilli dan Bidobacteri mulai berkembang biak dan mendesak bakteri jahat yang telah ada sebelumnya. Akhirnya usus bayi didominasi oleh bakteri baik Bifidobacteria. Sejak itulah flora usus bayi menjadi stabil. Karena ini pula, setelah flora usus bayi stabil, biasanya diare yang terjadi pada awal kehidupan bayi akan berkurang dan menghilang.
Bayi yang mendapat susu formula, populasi bakteri jahat dalam ususnya, khususnya Coliform dan Enterococci, 10 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI. Inilah mengapa bayi yang diberi ASI tumbuh dengan baik dan memiliki kesehatannya yang lebih prima.

Bila jumlah bakteri jahat atau bakteri pembusuk meningkat di dalam usus, khususnya Coliform, Welch’s bacillus dan Bacteriodes, maka akan terjadi senyawa-senyawa busuk yang dapat mengganggu kesehatan manusia seperti ammonia, amine, phenol, indol, dan skatol. Senyawa-senyawa tersebut merupakan hasil pecahan dari protein dan asam amino yang berlebihan. Akibatnya akan terjadi banyak gangguan fungsi organ tubuh, dan sejak itu proses penuaan dapat menjalar dengan cepat. Dalam tubuh manusia yang sehat, senyawa-senyawa busuk tersebut dinetralisir di hati dan dikeluarkan melalui feses dan urine. Tapi jika produksi senyawa ‘busuk’ meningkat drastis, proses netralisasi tidak bisa berjalan sempurna. Akibatnya sebagian senyawa busuk dan beracun akan memasuki darah dan beredar ke seluruh tubuh. Bila hal ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun, akan merangsang timbulnya berbagai penyakit seperti gagal hati, kanker, dan dapat penuaan dini.

Beberapa jenis bakteri asam laktat diketahui mampu menekan produksi senyawa karsinogen dalam usus. Selain itu juga mampu merangsang immunitas sedemikian rupa sehingga membantu pencegahan penyakit kanker dan berbagai penyakit infeksi.
Bifidobakteria dan Lactobacilli dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi infeksi saluran usus dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri jahat, mengurangi kadar lemak dalam darah, dan meningkatkan respons immunitas. Bakteri-bakteri tersebut berperan dalam perlindungan terhadap serangan kanker usus.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk mempertahankan populasi yang tinggi bagi bakteri baik. Usaha meningkatkan jumlah bakteri baik serta aktivitasnya di dalam usus besar dilakukan dengan cara mendesak laju pertumbuhan bakteri jahat. Hal ini dapat dilakukan melalui diet makanan yang baik, karena pada dasarnya makanan dapat didesain khusus untuk berperan positif dalam meningkatkan populasi bakteri baik.

Makanan probiotik dan prebiotik

Probiotik merupakan bakteri hidup yang diberikan melalui mulut sebagai tambahan menu sehari-hari. Banyak spesies bakteri telah lama digunakan sebagai probiotik, sebagian besar merupakan bakteri asam laktak seperti Lactobacilli, Streptococci, Enterococci, dan Bifidobacteria. Saat ini mulai pula digunakan bakteri seperti Bacillus spp dan Saccharomyces sebagai probiotik.
Prebiotik merupakan makanan (nonbakteri) yang tidak dapat dicerna manusia (seperti serat makanan), namun berguna bagi bakteri penghuni usus besar (colon). Prebiotik akan meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik yang berada dalam usus besar.
Beberapa jenis prebiotik yang kini populer adalah oligosacharida dan lactulose. Selain itu, telah dikembangkan pula berbagai senyawa khusus yang cocok bagi pertumbuhan bakteri baik, khususnya Bifidobacteria. Di antaranya ada yang rasanya manis dan rendah kalori.
Probitik dan prebiotik adalah kelompok pangan fungsional yang sedang berkembang pesat saat ini. Adapun pangan fungsional adalah makanan yang dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar akan energi dan gizi, namun juga memberi manfaat tambahan secara nutrisional dan fisiologis pada konsumen. Di Eropa, pasar produk yughurt probiotik pada tahun 1997 mencapai 65 persen dan susu probiotik mencapai 23 persen dari total pangan fungsional yang dipasarkan.

Cara detoksifikasi usus besar

  • Banyak makan serat setiap hari, menggantikan konsumsi produk biji-bijian hasil rafinasi dan menggantinya dengan produk biji-bijian yang belum diolah. Banyak makan sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Hal ini akan membantu memperbanyak volume feses dan melunakkannya sehingga mudah dikeluarkan.
  • Minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari, air akan memperlancar kerja usus besar
  • Hentikan mengkonsumsi gula buatan, disarankan untuk mengkonsumsi gula yang didapat secara alami dari buah-buahan dan sayuran. Gula merupakan media yang baik bagi pertumbuhan flora usus besar yang jahat. Disarankan untuk mengkonsumsi suplemen probiotik untuk meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus besar.
  • Jika selama ini kita tidak pernah melakukan diet total atau belum pernah menjalankan metoda pembersihan usus besar, maka hampir bisa dipastikan terjadi penumpukan feses lama di dalam usus besar kita. Tapi ada bahan yang bisa digunakan untuk mengeluarkan tumpukan sisa feses ini seraya memperbaiki kinerja peristaltik dan membantu lubrikasi dinding usus besar. Supplemen-suplemen ini bisa digunakan: jahe, adas, haritaki (termilia chebula), cape aloe (sejenis lidah buaya), senna, dan barberry rootbark. Gel atau jus lidah buaya juga bisa digunakan untuk mengeluarkan sisa-sisa feses yang bertumpuk di usus besar.
  • Berolahraga juga sangat baik karena dapat membantu meningkatkan peristaltik usus besar

NutriBurst adalah produk Synergy yang mengandung 18 macam serat makanan prebiotik yang sangat baik untuk memelihara flora usus besar; disamping itu NutriBurst juga mengandung vitamin-vitamin (A, D, riboflavin, tiamin, niasin, asam pantotenat, B6, asam folat, B12, C, E, biotin); mineral-mineral (kalsium, yodium, seng, tembaga, kromium, besi, fosfor, magnesium, selenium, mangan, molibdenum) yang sangat lengkap. Anda harus mempertimbangkannya sebagai suplemen yang menyehatkan.

Jus untuk kesehatan usus besar

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 1 – Jus wortel
Bahan: 5 batang umbi wortel ukuran besar
Khasiat: Wortel bermanfaat untuk membantu regenerasi membran-membran mukosa pada dinding usus besar, karena wortel merupakan sumber vitamin A yang berlimpah yang dibutuhkan untuk kesehatan membran mukosa dalam tubuh. Serat wortel juga baik untuk membentuk feses.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 2 – Jus apel dan pir
Bahan: 2 buah apel, 2 buah pir
Apel dan pir tidak usah dikupas kulitnya, karena kulitnya digunakan untuk menambah jumlah serat di dalam jus.
Khasiat: Jus apel dan pir ini sangat baik untuk membantu gerakan peristaltik usus besar, sehingga juga berfungsi sebagai obat sembelit yang baik.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 3 – Jus lemon
Bahan: 2 buah lemon (diambil daging buahnya), air untuk melarutkan
Khasiat: Jus ini sangat baik dikonsumsi dalam keadaan perut kosong sebelum sarapan. Membantu gerakan peristaltik usus, juga baik untuk ginjal dan hati. Juga dapat membuat suasana alkaline dalam saluran pencernaan.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 4 – Jus apel, wortel, lemon
Bahan: 4 batang wortel, 1 buah apel, 1 buah lemon
Khasiat: Jus ini sangat baik untuk usus besar, dapat digunakan sebagai metoda awal untuk membersihkan usus besar.

Leave a Reply

Required fields are marked *.