Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Cara Kerja Antioksidan

| 0 comments

Setelah mempelajari radikal bebas dan antioksidan biologis yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia, kita akan mempelajari antioksidan yang berasal dari bahan makanan yang diperlukan untuk menambah asupan antioksidan. Tapi sebelumnya kita akan mempelajari bagaimana cara kerja atau mekanisme kerja antioksidan tersebut dalam melawan radikal bebas, dan bagaimana reaksi antioksidan terjadi, supaya dapat dipahami mengapa suatu zat tertentu dapat menjadi antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan Anda, bukan sekedar kata orang …

Antioksidan yang berasal dari bahan makanan yang dikonsumsi dapat menghambat atau memperlambat pembentukan radikal bebas dan reactive oxygen species (ROS) pada tahap awal pembentukannya (tahap inisiasi) serta dapat memutuskan rantai reaksi radikal pada tahap propagasi sewaktu terjadi oksidasi lipid.
Antioksidan yang dikonsumsi ini dapat aktif secara biologis dengan mekanisme yang berbeda, yaitu:

  • bertindak sebagai senyawa pendonor hidrogen
  • bertindak sebagai pengikat (chelator) ion-ion logam
  • inaktivasi singlet oxygen

Cara kerja antioksidan pendonor hidrogen

Mekanisma kerja antioksidan yang termasuk dalam golongan ini adalah:

  • mendonorkan atom hidrogen pada radikal bebas
  • membersihkan (scavenge) radikal bebas
  • mencegah terjadinya oksidasi terhadap lipid

Oksidasi lipid dalam makanan dan dalam sistem biologis merupakan contoh reaksi berantai radikal bebas terhadap asam lemak tidak jenuh jamak (PUFA, poly unsaturated fatty acids) yang terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap awal (inisiasi), tahap propagasi, dan tahap terminasi.
Tahap propagasi merupakan reaksi yang lambat dalam reaksi lipid, dan konsentrasi radikal peroksil merupakan radikal terbanyak diantara semua radikal asam lemak.
Antioksidan penangkal radikal bebas (free radical scavengers) yang bereaksi dengan radikal peroksil sebelum PUFA bereaksi dengan radikal tersebut akan mencegah terjadinya oksidasi lipid.
Antioksidan pemecah rantai reaksi radikal akan memberikan atom hidrogen pada atom peroksil dan mengubahnya menjadi produk non-radikal yang lebih stabil. Antioksidan radikal yang terbentuk dari antioksidan pendonor atom hidrogen dapat bereaksi dengan radikal-radikal alkil (R*), alkoksil (RO*), dan peroksil (ROO*) dari PUFA dan membentuk senyawa non-radikal yang stabil. Radikal yang terbentuk dari antioksidan harus cukup stabil untuk dapat berpartisipasi dalam rantai reaksi lipid yang lain.Radikal dari antioksidan senyawa fenolik dapat distabilkan melalui pembentukan resonansi struktur.

Skema reaksi antioksidan pendonor hidrogen dengan radikal bebas:

R* + AH → RH + A*
RO* + AH → ROH + A*
ROO* + AH → ROOH
R* + A* → RA
RO* + A* → ROA
ROO* + A* → ROOA
Antioksidan* + O2 → antioksidan teroksidasi

Keterangan: AH = antioksidan A* = antioksidan radikal R* = radikal alkil RO* = radikal alkoksil ROO* = radikal peroksil

Cara kerja antioksidan pengkelat (pengikat) logam

Logam transisi seperti besi (Fe) dan tembaga (Cu) memegang peranan penting dalam tahap inisiasi dan propagasi oksidasi lipid. Tahap inisiasi oksidasi lipid memerlukan penghilangan atom hidrogen. Terdapatnya ion logam yang bermuatan positif akan mempercepat tahap inisiasi oksidasi lipid ini.
Logam juga dapat melakukan dekomposisi hidrogen peroksida menjadi radikal peroksil dan radikal alkoksil, serta akan meningkatkan laju oksidasi lipid secara eksponensial. Logam juga tersangkut dalam pembentukan singlet oxygen.
Hidrogen peroksida dapat bereaksi dengan logam transisi membentuk radikal hidroksil. Reaksi ini tergantung dari ketersediaan ion logam transisi seperti tembaga dan besi. Ketersediaan ion logam transisi ditentukan oleh konsentrasi protein pengikat logam (metal binding protein) seperti ferritin, laktoferrin, dan seruloplasmin.
Pengkelat logam (metal chelator) adalah salah satu jenis antioksidan yang membentuk ion kompleks atau senyawa koordinasi dengan logam melalui ‘pengisian’ (occupyaing) semua sisi koordinasi logam dan mencegah terjadinya siklus redoks logam. Pengkelat logam dapat mengubah ion-ion logam menjadi kompleks logam yang tidak larut atau membentuk steric hindrance, yang dapat mencegah interaksi antara logam dengan intermediat lipid. Beberapa protein pengkelat logam yang terdapat dalam tubuh adalah: ferritin (mengikat zat besi), transferrin (mengikat zat besi), laktoferrin (mengikat zat besi), haptoglobin (fungsi: hemoglobin sequestration), seruloplasmin (mengikat tembaga), albumin (menyimpan tembaga), transferrin ferrooksidase (fungsi: transpor zat besi), homopeksin(fungsi: stabilisasi heme).
Pengkelat logam dapat juga berupa asam fosfat, asam sitrat, asam askorbat (vitamin C), polifenol seperti kuersetin, karnosin; beberapa macam asam amino dan peptida.

Cara kerja antioksidan inaktivasi singlet oxygen

Singlet oksigen sangat reaktif terhadap setiap molekul yang mempunyai elektron tidak berpasangan dan mengandung energi ionisasi yang rendah. Terdapat 2 mekanisme inaktivasi single oxygen: secara fisika dan secara kimia.
Inaktivasi fisika mengubah singlet oxygen menjadi triplet oxygen baik dengan cara transfer energi atau transfer muatan listrik tanpa membentuk intermediat lain.
Inaktivasi kimia menyangkut pembentukan intermediat seperti produk teroksidasi.
Inaktivasi (quenching) kimia singlet oxygen (1O2) oleh ‘quencher’ Q menyangkut pembentukan produk teroksidasi QO2.
Inaktivasi fisika mengubah singlet oxygen menjadi triplet oxygen (3O2) tanpa membentuk produk teroksidasi QO2. Quencher singlet oxygen harus mempunyai struktur yang kaya akan elektron (misalnya ikatan rangkap dalam molekulnya) untuk dapat bereaksi dengan singlet oxygen.
Karotenoid yang banyak mempunyai ikatan rangkap merupakan penon-aktivasi (quencher) singlet oxygen yang sangat dikenal. Asam urat juga merupakan inaktivator singlet oksigen yang kuat. Tioredoksin juga bertindak sebagai inaktivator singlet oxygen dan penangkap(scavenger) radikal hidroksil.

Leave a Reply

Required fields are marked *.