Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

February 3, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Spirulina Si Makanan Super

manfaat spirulina

Sebagai salah satu bentuk kehidupan tertua di bumi, spirulina (Arthrospira platensis) adalah alga biru-hijau mikroskopik yang membantu menghasilkan oksigen di atmosfer miliaran tahun yang lalu sehingga bentuk kehidupan lainnya bisa muncul. Jika dilihat melalui mikroskop bentuknya adalah seperti spiral tipis dan panjang berwarna biru-hijau. Bau dan rasa spirulina mirip rumput laut.

Spirulina Synergy

Spirulina dapat tumbuh di lingkungan air tawar hangat bersuasana basa, dan mampu bertahan sampai suhu 60 °C. Spirulina terbaik tumbuh subur dalam kondisi bebas pestisida dengan banyak sinar matahari dan tingkat suhu moderat. Bahan dasar Synergy Spirulina berasal dari spirulina yang dikembangbiakkan di Hawaii, tempat dimana polusi lingkungan termasuk paling rendah di dunia. Teknik pengembangbiakannya menggunakan air tawar yang diolah dari air laut sehingga memperkaya kandungan mineralnya. Air laut itu diperoleh dari kedalaman 600 meter sehingga tidak tercemar oleh bahan-bahan kimia dan bakteri-bakteri yang berbahaya seperti yang terdapat pada air di permukaan, juga kaya dengan kandungan trace elemen.
Spirulina dari Synergy diproduksi dengan quality control yang sangat ketat, menggunakan teknologi mutakhir yang sudah dipatenkan, yaitu Ocean Chill Drying. Teknik pengeringan dengan Ocean Chill Drying ini mencegah oksidasi terhadap kandungan aktif spirulina, sehingga diperoleh hasil spirulina dengan kualitas terbaik. Teknik pengeringan dengan Ocean Chill Drying ini menghasilkan spirulina dengan kadar enzim antioksidan SOD (superoxide dismutase) tertinggi.

Nutrisi Spirulina

Spirulina adalah makanan suplemen yang dianggap nutrisinya paling lengkap, sangat kaya dengan kandungan nutrisi penting. Kandungan spirulin adalah 60 – 70% protein lengkap, yang berarti memiliki semua 8 asam amino esensial dan 10 asam amino non-esensial yang baik untuk mendukung kesehatan. Ini berarti kandungan proteinnya lebih banyak dibandingkan daging sapi, ayam, atau kacang kedelai. Menurut Balch, spirulina mengandung konsentrasi nutrisi penting lainnya yang tidak bisa didapatkan dari sumber tunggal lainnya seperti biji-bijian, herbal, ataupun tanaman. Beberapa nutrisi penting ini adalah: asam γ-linolenat (GLA), asam linoleat, asam arakidonat, vitamin A, K, B12, zat besi, asam nukleat RNA & DNA, klorofil dan phycocyanin. Spirulina juga banyak mengandung karotenoid seperti β-karoten dan xanthophylls yang memiliki sifat antioksidan. Spirulina juga kaya dengan kandungan klorofil, asam lemak, asam nukleat. Dengan demikian, spirulina memiliki kegunaan yang sangat banyak sebagai suplemen yang baik untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

Dalam bukunya “Eat To LIve”, Dr.Joel Fuhrman menekankan pentingnya makan makanan kaya nutrisi untuk menjaga berat badan yang sehat, mencegah atau mengatasi penyakit kronis dan degeneratif, dan memperpanjang umur. Mungkin spirulina merupakan makanan sumber nutrisi terbaik yang dikenal manusia, dan telah digunakan sejak lama di seluruh dunia untuk manfaat nutrsi dan khasiat pengobatannya.

Spirulina adalah sumber vitalitas dan energi hidup. individu yang mengkonsumsi spirulina biasanya merasakan peningkatan energi dan kesehatan secara menyeluruh. Spirulina memasok nutrisi untuk membersihkan tubuh dan menyembuhkan penyakit seraya melindungi terhadap resiko penyakit kanker dan virus seperti influenza, herpes, gondok, campak, dan AIDS.

Omega 3 spirulina

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mengkonsumsi ikan adalah menyehatkan karena adanya kandungan asam lemak omega. Tapi bagaimana ikan bisa mengandung asam lemak omega yang tinggi? Dari alga biru-hijau seperti spirulina! Asam lemak omega sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung koroner, mengurangi arthritis, osteoporosis, diabetes, depresi, bahkan mengurangi kadar kolesterol LDL dalam darah.

Betakaroten spirulina

Karena memiliki spektrum dari sepuluh karotenoid, spirulina adalah makanan yang terkaya kandungan karotenoidnya. Sebagian adalah karotenoid oranye seperti α, β, γ-karoten; dan sebagian lagi karotenoid kuning seperti xanthophylls, mereka bekerja secara sinergis di lokasi yang berbeda dalam tubuh kita untuk meningkatkan perlindungan antioksidan.
Banyak penelitian membuktikan bahwa mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya β-karoten akan memberikan perlindungan anti-kanker yang nyata. Tapi β-karoten sintetis tidak selalu menunjukkan manfaat ini, penelitian di Israel menunjukkan bahwa β karoten alami dari ganggang jauh lebih efektif, β-karoten alam berasimilasi lebih baik dan berisi kunci isomer 9-cis, yang kurang dalam β-karoten sintetis.
β-karoten baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, kesehatan gigi, tulang, membran mukosa, kulit, dan mata. Konsentrasi β-karoten dalam spirulina adalah sepuluh kali lebih besar dibanding wortel.

Kandungan vitamin dalam spirulina

Spirulina juga mengandung vitamin-vitamin B, vitamin D, vitamin K, vitamin E, kalsium, kromium, tembaga, yodium, magnesium, fosfor, kalium, selenium, dan seng. Mengandung berbagai zat antioksidan, phytonutrients dan karotenoid; yang bisa melindungi otak, mendetoksifikasi hati dan ginjal. Menjaga keseimbangan pH tubuh untuk mengurangi resiko inflamasi yang merupakan penyebab dari berbagai penyakit. Menyeimbangkan sistem imunitas, termasuk menenangkan sistem imunitas yang terlalu aktif (hal ini penting sekali, karena sistem imunitas yang terlalu aktif dapat mengakibatkan penyakit autoimmune). Semuanya itu berasal dari nutrisi yang buruk dan pencernaan yang tidak baik, yang bisa diatasi oleh spirulina.
Kandungan vitamin B12 nya yang tinggi, menjadikan spirulina sangat baik untuk kesehatan sistem saraf dan metabolisme sel-sel tubuh. Jadi spirulina bisa bermanfaat untuk perawatan kerusakan dan penyakit saraf seperti fibromyagia.

Khasiat dan manfaat spirulina

Spirulina menyandang status super food (makanan super) karena manfaat dan khasiatnya sangat banyak. Meningkatkan perlindungan antioksidan dalam melawan radikal bebas, mengatasi penuaan dini, mengurangi nafsu makan sehingga baik digunakan pada program penurunan berat badan, mendukung kesehatan sistem kardiovaskuler, meningkatkan proses pencernaan, meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, memelihara flora yang menguntungkan di saluran pencernaan, membuat tubuh mampu memproduksi lebih banyak sel-sel darah merah dan darah putih.

Efek anti-mikrobanya membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri patogen dan ragi. Klorofil yang dikandungnya adalah pembersih darah dan juga pemberi oksigen pada darah. Polisakarida membantu fungsionalitas sumsum tulang, thymus, dan sel-sel limpa.

Spirulina juga baik untuk kulit; memperbaiki bintik-bintik penuaan, eksim, jerawat, ruam. Juga baik untuk mata, membantu mengatasi glaucoma, katarak, dan penglihatan yang buruk

Penelitian menunjukkan bahwa spirulina dapat memperbaiki kondisi alergi, sistem pernapasan, dan performa saat latihan fisik.

Balch juga mengatakan konsumsi spirulina di antara waktu makan bermanfaat untuk mengatasi hipoglikemik, karena kandungan proteinnya yang tinggi membantu menstabilkan kadar gula darah.

Pada tahun 1994, sebuah paten Rusia dikeluarkan untuk spirulina sebagai makanan pengobatan untuk mereduksi reaksi alergi akibat penyakit radiasi. Sebanyak 270 anak dari Chernobyl mengkonsumsi 5 gram spirulina per hari selama 45 hari (yang didonasi oleh Earthrise Farms), yang ternyata dapat menurunkan radionucleides sebesar 50% dan menormalkan sensitivitas alergi.
Sekarang kita menghadapi bahaya paparan bahan kimia beracun melalui udara, air, makanan, dan obat-obatan. Tubuh kita memerlukan eliminasi racun-racun tersebut secara kontinu. Spirulina memiliki kombinasi unik dari phytonutrients – termasuk klorofil, phycocyanin, dan polisakarida yang mampu membantu membersihkan tubuh kita dari racun-racun.

manfaat dan khasiat spirulina si makanan super

February 1, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

RESEP CARA MEMBUAT KIMCHI

kimchi siap dihidangkan

Orang Korea sangat menyukai makanan yang rasanya asam-pedas menyegarkan ini. Kimchi adalah makanan khas Korea berupa fermentasi sayuran. Ada sekitar 200 jenis kimchi, tapi yang paling populer adalah yang terbuat dari sawi putih (pecai). Dari segi rasa kimchi adalah perpaduan serasi antara rasa: manis, asam, asin, pedas, dan sedikit pahit.
Fermentasi sawi putih ini bisa dimakan sendiri seperti snack, makanan appetizer, atau dicampur dengan nasi atau mie. Kimchi merupakan makanan yang kaya serat dan rendah lemak, yang membuat orang Korea jarang sekali menderita obesitas. Kimchi juga digunakan dalam sup dan pancake, sebagai topping pada pizza dan burgers.

Manfaat kimchi bagi tubuh

Ingin mencoba menikmatinya? Kimchi yang berasal dari sawi putih mengandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat makanan, natrium, kalsium, kalium, asam folat (vitamin B9), vitamin-vitamin K, E, C, A, betakaroten; tapi manfaat terbesar datang dari adanya kandungan ‘bakteri menyehatkan’ yang disebut laktobasilus, yang banyak ditemukan pada makanan yang difermentasikan seperti pada kimchi dan yoghurt. Bakteri baik ini membantu sistem pencernaan, dan kabar baiknya: ternyata sawi putih yang difermentasi mengandung senyawa yang bisa mencegah penyakit kanker!

Cara termudah adalah pergi ke restoran Korea, atau mencarinya di supermarket-supermarket yang khusus menjual makanan dan barang-barang Korea. Tapi disamping harganya mahal sehingga kita tidak bisa makan sepuasnya, rasanya juga kadang-kadang tidak sesuai dengan selera kita: mungkin terlalu asin, terlalu asam, terlalu manis dst
Lantas kenapa tidak membuatnya sendiri? Gampang koq!

Oleh karena itu dalam tulisan ini resep cara membuat kimchi tidak diberikan dalam timbangan tertentu seperti pada resep-resep kue, kombinasi rasa akan Anda peroleh sementara meracik bumbu, dikoreksi setelah difermentasi dan dari pengalaman. Dan tentunya tergantung dari selera.

sawi putih yang sudah dipotong

Bahan untuk membuat kimchi

  • Garam krosok (garam kristal) untuk melayukan pecai, jangan gunakan garam meja/garam halus karena kurang bisa menyerap air.
  • Kecap (saus) ikan Korea atau Thailand untuk memberi rasa asin & gurih, bisa dibeli di toko atau supermarket yang menjual makanan Korea atau China.
  • Gocu karu (bubuk cabe Korea) untuk memberi rasa pedas dan warna merah menarik, bisa dibeli di toko atau super market yang menyediakan makanan Korea, jangan gunakan bubuk cabe lokal karena sangat pedas dan ada rasa pahitnya.
  • Gula pasir halus
  • Sawi putih (pecai) segar ukuran sedang
  • Kucai, bawang cung atau bawang bombay, jahe, bawang putih, lobak (jika Anda suka lobak)
  • Ebi yang dihaluskan (opsional – jika Anda suka aroma udang)

Persiapan:

  • Pecai dibelah tengah memanjang, masing-masing belahan dipotong jadi 3 potong memanjang, jadi dari 1 buah pecai bisa diperoleh 6 potongan memanjang, tidak usah dicuci tapi boleh sedikit dibasahi agar garam bisa menempel. Untuk tahap belajar gunakan 3 buah pecai ukuran sedang.
  • Lobak diiris kecil-kecil seukuran batang korek api
  • Jahe dan bawang putih diparut
  • Kucai, bawang cung dipotong kira-kira 3 cm
  • Jika menggunakan bawang bombay, iris kecil-kecil

Cara membuat kimhi

Pecai ditempatkan di wadah plastik, jangan gunakan wadah besi karena garam sifatnya korosif. Taburkan garam krosok pada pecai, masukan juga pada sela-sela batang pecai. Biarkan sampai layu ( kira-kira 3 sampai 5 jam), balikkan tiap 1 jam sekali agar merata (untuk ini sebaiknya punya 2 wadah plastik).
Di tempat terpisah lakukan hal yang sama untuk lobak (jika Anda menggunakan lobak)

Sementara menunggu pecai layu kita dapat meracik bumbunya:
Campurkan kira-kira 1 ons gocu karu (bubuk cabe) atau lebih jika ingin bumbunya lebih medok dengan gula pasir (jumlah tergantung selera, sebaiknya kurang manis daripada terlalu manis karena gula dapat ditambahkan kemudian) aduk sampai merata. Tapi mesti diingat bahwa setelah proses fermentasi akan timbul rasa asam yang akan mengurangi rasa manis. Masukan parutan jahe dan bawang putih dan kecap ikan, aduk gumpalan menggunakan sendok kayu yang ceper, walaupun menggumpal tidak perlu ditambahkan air karena air nanti akan datang dari sawi. Kecap ikan jangan terlalu banyak, agar kalau nantinya kurang asin bisa ditambahkan kemudian.

Setelah agak merata masukan potongan kucai, bawang cung atau bawang bombay. Aduk terus sampai merata, sekali-kali cicipi rasa bumbu dan koreksi jika tidak sesuai selera Anda. Bumbu yang sudah merata kekentalannya akan seperti bumbu pecel dan irisan sayurannya layu.

Pencucian pecai dan lobak:
Jika pecai sudah layu dan sudah tidak kaku atau bisa dilipat, cuci dengan air bersih sebanyak 3 kali sampai semua garam dan rasa asin terbuang. Peras dengan tangan untuk menghilangkan sisa air cucian. Lakukan hal yang sama untuk irisan lobak, lobak kemudian dicampurkan ke bumbu

Pemberian bumbu:
Siapkan kontainer kedap udara misalnya tuperware. Masukan bumbu dan irisan sayuran ke dalam sela-sela pecai lembar demi lembar, menggunakan tangan lebih baik. Pecai dilipat dua kemudian disusun menumpuk dalam kontainer.

Cara menyimpan kimchi

Kontainer ditutup rapat kemudian disimpan di luar selama 1 hari. Setelah 1 hari disimpan di luar, simpan dalam kulkas, jika terlalu lama disimpan di luar ada kemungkinan fermentasi terlalu aktif sehingga rasa asam terlalu kuat. Pada saat fermentasi akan keluar air yang semakin lama semakin kental.
Setelah 3 hari kimchi siap dihidangkan. Jika kurang manis taburkan gula pasir dan jika kurang asin boleh ditambah kecap ikan.

kimchi yang sudah terfermentasi

January 31, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Rahasia Manfaat Dan Khasiat Garlic Atau Bawang Putih

khasiat dan manfaat garlic atau bawang putih

Selama ini kebanyakan dari kita hanya mengenal garlic atau bawang putih sebagai bahan yang bisa menambah aroma dan menyedapkan masakan. Disamping itu dalam perjalanan sejarah dan sampai saat ini, garlic juga banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, khasiat garlic sebagai antibiotik telah dikenal sejak lama. Tapi penelitian mutakhirlah yang mengungkapkan ‘rahasia’ khasiat garlic tersebut, ditemukan senyawa-senyawa aktif yang masing-masing ternyata berkhasiat luar biasa untuk kesehatan manusia.
Anggota dari keluarga bawang-bawangan ini (termasuk bawang merah dan bawang daun) sangat kaya dengan kandungan senyawa-senyawa sulfur seperti thiosulfinates (yang paling dikenal adalah allicin), sulfoxides (yang paling dikenal adalah alliin), dan dithiins (yang paling banyak diteliti adalah ajoene). Senyawa-senyawa tersebut adalah yang menimbulkan bau menyengat khas garlic, disamping merupakan sumber dari khasiat garlic.
Senyawa sulfur dalam garlic ini mungkin merupakan nutrisi yang paling unik. Secara harfiah ada lusinan molekul sulfur yang sudah dipelajari dengan baik, dan hampir semuanya telah terbukti berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, banyak diantaranya memberi manfaat sebagai anti-inflamasi.

Penelitian yang lebih mutakhir menemukan senyawa-senyawa sulfur lainnya yang turut menyumbangkan khasiat luar biasa pada garlic. Diantaranya adalah 1,2-vinyldithiin (1,2-DT), and thiacremonone. Gas hidrogen sulfida (H2S) yang dihasilkan dari senyawa sulfida garlic juga banyak menarik perhatian peneliti. Saat diproduksi dan dilepaskan dari sel darah merah, gas H2S ini akan membantu memperlebar pembuluh darah sehingga dapat menjaga tekanan darah tetap normal.
Sulfur adalah salah satu mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, tapi selain senyawa-senyawa sulfur, garlic juga merupakan sumber yang baik untuk mangan, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, tembaga, fosfor, kalsium, dan selenium.
Selain sebagai sumber selenium yang baik, garlic juga merupakan sumber yang dapat diandalkan. Oleh ilmuwan, garlic disebut tanaman ‘seleniferous’ karena tetap dapat mengambil selenium dari tanah tempat tumbuhnya walaupun konsentrasinya sangat rendah.

Manfaat garlic untuk kesehatan sistem kardiovaskuler

Kebanyakan riset pengaruh garlic terhadap kesehatan sistem kardiovaskuler dilakukan dengan menggunakan bubuk garlic, minyak garlic, atau ekstrak garlic daripada menggunakan garlic segar dalam makanan sehari-hari. Walau dengan keterbatasan itu, studi pengaruh garlic dalam bidang makanan menunjukkan bahwa anggota keluarga bawang-bawangan (allium) ini memiliki sifat melindungi jantung (cardioprotective). Garlic secara nyata dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol total walaupun tingkat penurunannya sedang-sedang saja (5 15%)
Tapi efek menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah bukanlah manfaat yang paling menakjubkan dari garlic dalam melindungi jantung. Manfaat utamanya terletak pada kemampuan garlic untuk melindungi sel darah dan pembuluh darah terhadap peradangan (inflamasi) dan stress oksidatif. Kerusakan pada pembuluh darah oleh molekul oksigen yang sangat reaktif adalah faktor utama yang meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskuler, termasuk serangan jantung dan atherosklerosis. Kerusakan oksidatif menyebabkan peradangan yang tidak dikehendaki, dan peradangan dan stress oksidatif ini menempatkan pembuluh darah dalam resiko terbentuknya plaque dan penyumbatan. Senyawa-senyawa sulfur dalam garlic inilah yang melindungi kita dari bahaya stress oksidatif dan inflamasi yang tidak dikehendaki.

Berikut adalah senyawa-senyawa sulfur yang dapat mengurangi resiko terkena stress oksidatif:
alliin, allicin, allixin, allyl polysulfides (APS, polysulfides adalah istilah umum yang merujuk pada beberapa senyawa) ,diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfude (DADS), diallyl trisulfide (DATS), N-acetylcysteine (NAC), N-acetyl-S-allylcysteine (NASC), S-allylcysteine (SAC), S-allylmercaptocysteine (SAMC), S-ethylcysteine (SEC), S-methylcysteine (SMC), S-propylcysteine (SPC), 1,2-vinyldithiin (1,2-DT) ,thiacremonone

Senyawa 1,2-vinyldithiin (1,2-DT) and thiacremonone menarik perhatian periset akhir-akhir ini dalam segi kemampuan anti-inflamasinya. Kedua senyawa itu menghambat aktivitas molekul-molekul pembawa inflamasi (inflammatory messenger molecules). Pada thiacremonone yang dihambat adalah faktor transkripsi inflamasi yang disebut NFkappaB. Mekanisme anti-inflamasi pada 1,2-DT belum begitu jelas, walaupun produksi molekul-molekul pembawa inflamasi seperti interleukin 6 (IL-6) and interleukin 8 (IL-8) oleh makrofag pada jaringan adiposa putih berhasil direduksi oleh 1,2-DT.
Kombinasi dari senyawa-senyawa anti-inflamasi dan anti-stress oksidatif pada garlic menjadikannya suatu bahan makanan yang unik untuk melindungi sistem kardiovaskuler, khususnya terhadap penyakit degeneratif kronis pada kardiovaskuler seperti artherosklerosis.

Sebagai tambahan terhadap kemampuan garlic untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah, umbi ini juga mampu mencegah terbentuknya bekuan darah (clot) dalam pembuluh darah. Senyawa yang bertanggung jawab terhadap kemampuan perlindungan terhadap sistem kardiovaskuler dengan cara ini adalah senyawa disulfide yang dinamakan ajoene. Ajoene ini telah sering dibuktikan memiliki sifat anti-clogging, dengan cara mencegah sel tertentu dalam darah (platelet) menjadi terlalu lengket, pengendalian kelengketan ini memperkecil kemungkinan platelet untuk menggumpal dan membentuk bekuan (clot).

Kemampuan lain garlic adalah menurunkan tekanan darah. Periset telah mengetahui bahwa allicin yang dihasilkan oleh alliin dalam garlic dapat memblok aktivitas angiotensin II. Angiotensin II ini semacam peptida yang membantu pembuluh darah untuk berkontraksi, saat pembuluh darah berkontraksi maka darah akan dipaksa melewati penampang yang menyempit, sehingga tekanannya meningkat. Dengan memblok produksi angiotensin II, maka allicin dari garlic ini dapat mencegah kontraksi yang tidak dikehendaki pada pembuluh darah sehingga mencegah kenaikan tekanan darah yang tidak dikehendaki.

Tapi pada riset mutakhir, para peneliti menemukan bahwa garlic dapat membantu menjaga tekanan darah dengan cara yang sama sekali berbeda. Garlic banyak mengandung senyawa belerang yang disebut polysulfides. Jika senyawa ini berada dalam sel darah merah, maka selanjutnya sel darah merah ini akan mengkonversinya menjadi gas hidrogen sulfida (H2S). Hidrogen sulfida membantu mengendalikan tekanan darah dengan cara memicu dilatasi pembuluh darah, saat pembuluh darah berdilatasi maka darah akan melewati penampang yang lebih luas, sehingga tekanan turun). H2S ini disebut ‘gasotransmitter’ yang dikategorikan seperti nitrik oksida (NO) sebagai ‘messaging molecules’ yang membantu ekspansi dan relax dinding pembuluh darah. Tapi sayangnya, sel-sel darah merah tidak bisa memanfaatkan ekstrak garlic seperti halnya pada polysulfides yang berasal dari garlic segar dalam makanan.

Bermacam khasiat garlic terhadap sistem kardiovaskuler tidak hanya disumbangkan oleh senyawa-senyawa sulfurnya, garlic juga mengandung vitamin C, vitamin B6, selenium, dan mangan. Garlic sangat kaya dengan kandungan vitamin C yang merupakan antioksidan utama dalam tubuh di lingkungan berair (water-soluble area) seperti dalam aliran darah. Vitamin C ini melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi, kita tahu bahwa kolesterol LDL yang teroksidasi inilah yang menginisiasi perusakan pada dinding pembuluh darah. Mengurangi tingkat oksidasi oleh radikal bebas dalam aliran darah akan sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskuler.
Vitamin B6 membantu mencegah penyakit jantung dengan cara mengurangi kadar homosistein dalam darah. Sebagai produk antara dalam proses biokimia di dalam sel yang disebut methylation cycle, homosistein dapat membahayakan dinding pembuluh darah.
Selenium juga merupakan bagian penting dari sistem antioksidan endogen dalam tubuh manusia. Sebagai kofaktor dari glutation peroksidase yang merupakan salah satu antioksidan yang diproduksi tubuh, selenium juga bekerja bersama vitamin E dalam sejumlah sistem antioksidan yang penting.
Garlic tidak hanya kaya kandungan selenium, tapi juga mengandung trace elemen yaitu mangan, yang juga berfungsi sebagai kofaktor dalam berbagai enzim antioksidan dalam tubuh seperti superoksida dismutase (SOD). Ada penelitian yang menemukan bahwa defisiensi mangan pada orang dewasa akan mengakibatkan kadar HDL dalam darah turun, HDL ini merupakan kolesterol ‘baik’.
Pembaca yang tertarik dengan mekanisme kerja antioksidan dapat membacanya di artikel-artikel saya sebelumnya.

Manfaat garlic sebagai anti-inflamasi untuk seluruh tubuh

Bukan hanya jantung yang mendapatkan manfaat dari karakteristik anti-inflamasi garlic. Ada bukti-bukti awal (kebanyakan dari penelitian terhadap hewan, dan kebanyakan menggunakan ekstrak garlic dibanding menggunakan garlic segar dari makanan) yang menunjukkan bahwa sistem otot dan rangka (musculoskeletal system) dan sistem pernapasan juga mendapat manfaat dari khasiat anti-inflamasi garlic. Kedua senyawa diallyl sulfide (DAS) and thiacremonone dalam garlic memiliki sifat anti-arthritis. Dalam kasus peradangan saluran napas akibat alergi, ekstrak garlic terbukti dapat mengurangi kondisi inflamasi.

Walaupun masih dalam tahap awal penelitian, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi garlic dapat membantu mengatur pembentukan sel-sel lemak oleh tubuh. Baru-baru ini peneliti menemukan bahwa sel fibroblastik (disebut preadipocytes) hanya bisa berkembang menjadi sel-sel lemak penuh (disebut adipocytes) jika berada dalam keadaan metabolik tertentu yang melibatkan aktivitas sistem inflamasi. 1,2-DT (1,2-vinyldithiin) adalah senyawa sulfur dalam garlic yang memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga 1,2-DT bisa menghambat proses konversi ini. Karena masalah obesitas makin dipandang oleh peneliti sebagai akibat inflamasi tingkat rendah yang kronis, maka pemanfaatan khasiat 1,2-DT sebagai zat anti-inflamasi akan diaplikasikan ke penanganan obesitas secara klinis.

Manfaat garlic sebagai anti bakteri dan anti virus

Sejak jaman dahulu, manfaat garlic sebagai anti bakteri dan anti virus adalah manfaat garlic yang paling dikenal. Keluarga bawang-bawangan ini telah dipelajari tidak hanya khasiatnya dalam mengendalikan infeksi oleh bakteri dan virus, tapi juga terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroba lainnya seperti ragi/jamur dan cacing. Salah satu senyawa disulfide dalam garlic yang dinamakan ajoene dapat digunakan untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh ragi Candida albicans.
Riset baru-baru ini juga memperlihatkan kemampuan garlic segar yang dilumatkan untuk mencegah infeksi dari bakteri Pseudomonas aeruginosa terhadap pasien luka bakar. Yang menarik juga adalah kemampuan garlic untuk membantu perawatan infeksi bakteri yang sulit disembuhkan karena adanya bakteri yang sudah tahan terhadap antibiotik yang diresepkan dokter. Kebanyakan riset tentang khasiat garlic sebagai antibiotik ini menggunakan ekstrak garlic atau bubuk garlic ketimbang garlic segar dalam makanan.

Pertumbuhan yang tidak terkendali dari bakteri Helicobacter pylori dalam lambung adalah faktor resiko kunci terhadap timbulnya penyakit tukak lambung (stomach ulcer). Para peneliti tertarik untuk mengeksplorasi sifat antibakteri garlic terhadap penyakit ini. Hasil penelitian di bidang ini menunjukkan hasil yang berbeda-beda dan tidak dapat disimpulkan. Walaupun garlic tidak bisa mengatasi infeksi jenis ini secara sendirian, seharusnya ada manfaat kesehatan dari garlic yang membantu meregulasi respons tubuh terhadap infeksi ini.

Manfaat garlic untuk mencegah kanker

Walaupun bukti penelitiannya tidak sekuat bukti penelitian terhadap ‘herbal-herbal eksotik’, riset pada keluarga bawang-bawangan (termasuk garlic) menunjukkan bahwa bahan ini ternyata memiliki sifat anti kanker yang baik. Menariknya, banyak mengkonsumsi garlic ternyata dapat memperkecil resiko terkena penyakit kanker (kecuali kanker prostat dan kanker payudara). Tetapi mengkonsumsi garlic dalam jumlah sedang (kira-kira beberapa kali dalam seminggu) ditemukan berulangkali hanya mengurangi resiko terkena kanker colorectal (usus besar & anus) dan kanker ginjal. Perbedaan antara mengkonsumsi ‘banyak’ dan mengkonsumsi ‘sedang’ boleh jadi merupakan perbedaan yang nyata yang menyarankan bahwa mengkonsumsi banyak garlic akan lebih memaksimalkan manfaat yang bisa diambil dari sifat garlic yang berhubungan dengan kemampuannya mencegah penyakit ini. Atau mungkin ada perbedaan yang lebih berhubungan dengan detail riset menyangkut pilihan-pilihan yang diberikan kepada para partisipan riset saat melaporkan makanan yang dikonsumsinya. Tetap, garlic memiliki rekam jejak yang konsisten terhadap reputasinya sebagai bahan yang memiliki sifat anti-kanker, dan ada alasan yang cukup kuat untuk memasukkan garlic sebagai makanan anti-kanker.

Allyl sulfides yang ditemukan dalam garlic memainkan peranan penting sebagai zat yang berkhasiat anti-kanker. Senyawa ini dapat mengaktifkan semacam molekul yang dinamakan nuclear erythroid factor (Nrf2) di dalam ruang sel. Molekul Nrf2 kemudian bergerak dari ruang sel kedalam inti sel, dimana ia memicu berbagai aktivitas metabolisme. Dalam keadaan tertentu rentetan kejadian ini dapat mempersiapkan sebuah sel untuk menghadapi ‘peperangan’ sebagai respons survival yang kuat, dan biasanya, ini adalah respons yang dibutuhkan di bawah kondisi stress oksidatif. Dalam keadaan lain, rentetan kejadian yang sama dapat mempersiapkan sel melakukan program ‘bunuh diri’ (apoptosis).
Ketika sel ‘merasakan’ bahwa ia telah menjadi ‘terlalu dipaksakan’ untuk terus berfungsi secara sehat dengan sel lain, ia akan berhenti melanjutkan siklus hidupnya sendiri dan pada prinsipnya ia mulai membongkar diri sendiri dan mendaur-ulang bagian-bagiannya. Adalah sangat kritikal bagi sebuah sel untuk menentukan apakah akan terus melanjutkan hidupnya atau akan mematikan dirinya sendiri, karena sel yang melanjutkan hidupnya tapi tanpa kemampuan untuk berfungsi dengan baik, atau tanpa kemampuan untuk berkomunikasi dengan sel-sel lainnya akan berada dalam resiko menjadi bersifat kanker. Kemampuan allyl sulfida pada garlic untuk mengaktifkan Nrf2 menunjukkan bahwa garlic dapat membantu memodifikasi semua respons kritis sel dan mencegah potensi terbentuknya sel kanker.

Salah satu bidang riset yang menarik pada garlic dan pencegahan kanker adalah tentang daging yang dimasak pada temperatur tinggi. Heterocyclic amines (HCAs) adalah substansi yang berhubungan dengan kanker yang dapat terbentuk saat daging yang dimasak terkena kontak dengan alat pemasak yang sangat panas (400°F/204°C atau lebih).
Ada sejenis HCA yang disebut PhIP (2-amino-1-methyl-6-phenylimidazopyridine). PhIP diperkirakan sebagai penyebab semakin meningkatnya kejadian kanker payudara pada wanita yang banyak mengkonsumsi daging, karena PhIP sangat mudah ditransformasikan menjadi senyawa yang merusak DNA.
Diallyl sulfide (DAS), salah satu senyawa sulfur dalam garlic, menunjukkan kemampuan untuk menghambat transformasi PhIP karsinogen. DAS memblok transformasi dengan cara menurunkan produksi enzim hati (Phase I enzymes CYP1A1, CYP1A2 and CYP1B1) yang mentransformasikan PhIP menjadi senyawa teraktifkan yang dapat membahayakan DNA. Tentu saja, cara terbaik untuk mencegah pembentukan PhIP adalah menghindarkan kontak daging yang dimasak dengan peralatan memasak hingga temperatur 400°F/204°C. Tapi bidang riset ini tetap mendukung pandangan bahwa garlic adalah keluarga bawang-bawangan yang memiliki karakteriistik sebagai pencegah kanker.

Garlic dan proses metabolisme zat besi

Riset mutakhir menunjukkan bahwa garlic dapat memperbaiki metabolisme zat besi. Ketika zat besi disimpan dalam sel, salah satu jalan keluar untuk pindah keluar dari sel dan kembali ke dalam sirkulasi melibatkan protein yang disebut ferroportin. Ferroportin adalah protein yang melintasi membran sel, dan menyediakan sebuah ‘jembatan’ bagi zat besi untuk masuk dan keluar dari sel. Garlic dapat membantu tubuh meningkatkan produksi ferroportin, dengan demikian , membantu zat besi bersirkulasi seperti yang diperlukan.

Suplemen Garlic

Walaupun garlic banyak manfaatnya dan sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh kita, tapi mengkonsumsinya dalam keadaan segar menimbulkan masalah bau mulut dan napas yang kurang sedap. Synergy Garlic dibuat dengan lapisan khusus untuk membantu mengontrol bau yang tidak sedap dari garlic tanpa mengurangi kemurnian dan khasiatnya. Lapisan pembungkus ini berasal dari klorofil yang efektif mengontrol bau tidak sedap dalam waktu yang lama. Tablet garlic tidak akan hancur selama proses absorpsi sampai mencapai usus halus, hal ini membuat nutrisi yang lengkap dapat diperoleh tanpa harus merasakan aroma dan bau yang tidak sedap.
Synergy garlic juga memiliki kualitas dan keunggulan dibanding produk sejenis di pasaran.
Synergy Garlic mengandung tambahan bahan lain seperti: selulosa (serat tanaman), bunga brokoli (Brassica oleracea), asam stearat, kunyit (Curcuma longa), umbi bit merah (Beta vulgaris), silikon dioksida, daun rosemary (Rosmarinus officinalis), umbi wortel (Daucus carota), buah tomat (Solanum lycopersicum), daun lobak (Brassica rapa), daun kubis (Brassica oleracea), bioflavonoid dari buah jeruk dan anggur, dan hesperidin.
Disamping memiliki aktivitas antioksidan, racikan ini dapat membantu sistem pencernaan dan pembuangan, memastikan efisiensi penyerapan garlic.

January 29, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Khasiat Dan Manfaat Buah Noni Atau Mengkudu

khasiat dan manfaat buah noniBuah yang jika sudah matang berwarna kuning pucat ini pohonnya tumbuh subur dari kepulauan di Pasifik sampai ke Asia Tenggara. Mengkudu atau pace atau disebut juga buah noni ini sebenarnya sudah lama digunakan sebagai obat tradisional, tapi popularitasnya tidak segencar seperti sekarang dimana gaya hidup back to nature sedang trendy.
Mengkudu kini telah menjadi tumbuhan obat populer di beberapa negara, bahkan telah banyak dilakukan penelitian oleh sejumlah dokter dan pakar biokimia modern, dan terbukti bahwa mengkudu memang mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa.
Mengkudu memiliki spektrum fitokimia yang sangat luas, beberapa diantaranya hanya terdapat dalam mengkudu. Fitokimia-fitokimia tersebut bersinergi satu dengan yang lain menghasilkan khasiat menyembuhkan aneka penyakit.
Sejauh ini mengkudu relatif aman dikonsumsi sebagai bahan makanan maupun sebagai preskripsi pengobatan.

Berdasarkan penelitian dari kalangan medis di Amerika Serikat, mengkudu ternyata memiliki karakteristik:

  • Mampu bersinergi dengan makanan suplemen lain dan obat-obatan lain
  • Membantu mencegah penyakit secara optimal dengan didampingi oleh antioksidan yang lain
  • Dapat digunakan bersamaan dengan obat-obat lain karena tidak menghasilkan interaksi negatif
  • Membantu penyerapan zat gizi dari makanan dan suplemen lain jika dikonsumsi secara bersamaan
  • Memiliki khasiat untuk memperkuat kinerja enzim-enzim tubuh
  • Relatif aman untuk dikonsumsi dan dijadikan preskripsi pengobatan bahkan untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak
  • Terbukti efektif dalam mengatasi beberapa jenis penyakit.

KANDUNGAN-KANDUNGAN AKTIF MENGKUDU YANG TERBUKTI BERKHASIAT SECARA ILMIAH

Mengkudu merupakan buah yang bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral tersedia dalam buah mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu sangat diperlukan untuk membentuk enzim-enzim antioksidan.
Menurut hasil penelitian, selain mengandung zat-zat nutrisi, mengkudu juga mengandung zat-zat aktif seperti: terpenoid, xeronine, proxeronine, sterol tanaman, alizarin, lycine, sosium, asam kaprilat, arginine, antrakuinon, trace elemens, phenylalanine, dsb

Manfaat senyawa terpenoid

Terpenoid dalam senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada lemak esensial yang penting bagi tubuh. Zat ini membantu tubuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel-tubuh.

Manfaat senyawa scopoletin

ANTI BAKTERI

Mengkudu mengandung antrakuinon dan scopoletin yang aktif sebagai anti mikroba terutama bakteri dan jamur sehingga bisa mengatasi peradangan dan alergi.
Jurnal Pacific Science melaporkan bahwa mengkudu mengandung bahan anti-bakteri yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan dan infeksi jantung. Zat antrakuinon yang terdapat pada mengkudu dapat melawan bakteri Staphylococcus yang menyebabkan infeksi pada jantung dan bakteri Shigella yang menyebabkan disentri.
Mengkudu mengandung acubin, asperuloside, alizarin, dan beberapa zat antrakuinon yang terbukti sebagai anti bakteri terhadap Bacillus subtilis, Escherichia coli, Proteus morganii, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aereus. Juga dapat mengontrol perkembangan bakteri mematikan seperti Salmonella dan Shigella.
Sari buah mengkudu sangat berguna untuk mendukung perawatan dan penyembuhan penyakit infeksi kulit, pilek, demam, dan berbagai masalah kesehatan lain yang disebabkan oleh bakteri.
Dr.Robert Young ahli mikrobiologi dari Utah USA menemukan yeast molds dan jamur beserta racun yang dihasilkannya dapat menyebabkan sel-sel sakit karena meningkatnya derajat keasaman (pH turun). Keadaan ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi sari buah mengkudu, karena mengkudu dapat membantu mengatur keseimbangan pH tubuh, sehingga dapat meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin-vitamin, mineral dan protein.

ANTI RADANG DAN ANTI ALERGI

Senyawa scopoletin (7-hydroxy-6-methoxychromen-2-one) sangat efektif sebagai anti-peradangan dan anti-alergi. Literatur-literatur kedokteran melaporkan keberhasilan pengobatan pada arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome, dan alergi dengan menggunakan scopoletin.
Bryant Bloss, M.D., seorang ahli ortopedi dari Indiana USA, melaporkan keberhasilan jus mengkudu, dan kemudian dokter ini menawarkan suplemen jus mengkudu (bukan sebagai obat) kepada para pasiennya.:

  • Menyembuhkan sakit punggung yang dialaminya dan 15 orang pasiennya.
  • Delapan orang pasien menyatakan bahwa sakit lutut akibat osteoarthritis hampir tidak terasa selama mengkonsumsi jus mengkudu.
  • Tiga pasien penderita asma semakin berkurang batuknya
  • Beberapa penderita radang sendi juga mengalami kemajuan yang signifikan setelah mengkonsumsi jus mengkudu

MENORMALKAN TEKANAN DARAH

Menurut Neil Solomon, M.D., Ph.D, peneliti masalah kesehatan dari USA, buah mengkudu mengandung sejenis fitonutrien yaitu scopoletin yang dapat memperlebar pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan memperlancar aliran darah. Hal ini menyebabkan jantung tidak usah bekerja terlalu keras untuk memompakan darah, sehingga tekanan darah menjadi normal. Hasil uji coba menunjukkan bahwa scopoletin menurunkan tekanan darah yang tinggi dan normal menjadi rendah. Namun demikian scopoletin dapat berinteraksi sinergis dengan nutraceuticals lain untuk mengatur agar tekanan darah yang tinggi menjadi normal, tapi tidak menurunkan tekanan darah yang sudah normal. Tidak pernah ditemukan kasus dimana tekanan darah yang normal turun sehingga menyebabkan tekanan darah rendah (hipotensi).
Para ahli dari Stanford University , Hawaii University , University of California (UCLA), Union College of London, dan University of Meets di Perancis yang telah mempelajari mengkudu setuju bahwa tanaman ini dalam banyak kasus berperan menurunkan tekanan darah.
Percobaan klinis sederhana yang dilakukan oleh Scott Gerson, M.D. dari Mt.Sinai School of Medicine di New York, menunjukkan bahwa banyak pemakai mengkudu melaporkan bahwa tekanan darah mereka menjadi tinggi bila berhenti minum sari buah mengkudu dan kembali normal bila mengkonsumsi sari buah mengkudu lagi secara teratur.

MENGATUR KELENJAR PINEAL

Kandungan scopoletin dalam mengkudu dapat merangsang kinerja kelenjar pineal.
Menurut Dr.Harrison, scopoletin yang dikandung mengkudu dapat meningkatkan kegiatan kelenjar pineal yang terdapat di dalam otak yang merupakan tempat hormon serotonin diproduksi dan kemudian digunakan untuk menghasilkan hormon melatonin. Di dalam otak serotonin berperan sebagai neurotransmitter dan prekursor hormon melantonin. Serotonin dan melatonin membantu mengatur beberapa kegiatan tubuh seperti tidur, regulasi suhu tubuh, suasana hati (mood), masa pubertas, siklus produksi sel telur pada wanita, rasa lapar, dan perilaku seksual. Kekurangan serotonin dapat mengakibatkan penyakit migrain, pusing, depresi, bahkan Alzheimer.

Manfaat XERONINE DAN PROXERONINE

Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah mengkudu adalah xeronine. Zat ini ditemukan pertama kali oleh ahli biokimia, Dr. Ralph Heinicke. Buah mengkudu hanya sedikit mengandung xeronine, tapi banyak mengandung proxeronine yang merupakan bahan pembentuk/prekursor xeronine. Proxeronine ini adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula, asam amino, ataupun asam nukleat. Jika kita mengkonsumsi proxeronine, maka di dalam usus akan diubah menjadi xeronine oleh enzim proxeronase dan zat-zat lain, sehingga kadar xeronine dalam tubuh akan meningkat. Xeronine yang diserap oleh sel-sel tubuh ini akan mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

Memperbaiki sel tubuh

Bagaimana cara kerja xeronine dalam membuat sel bekerja kembali secara normal?
Protein dalam tubuh kita merupakan molekul-molekul yang saling berantai dengan membentuk suatu koloni seperti cincin. Xeronine memiliki struktur yang kaku seperti pilar yang menyangga bangunan. ‘Pilar’ xeronine ini bersinergi dengan molekul-molekul protein sehingga protein mempunyai penambahan kekuatan karena xeronine yang kemudian menghasilkan senyawa biokimia memungkinkan dikumpulkannya sejumlah energi yang ada dalam air, dikonsentrasikan oleh protein guna melakukan sejumlah pekerjaan mekanis, elektris, dan kimia. Rangkaian sistematis-praktis bermanfaat inilah yang membuat protein dan molekul-molekulnya dapat diperbaiki secara struktural bila terjadi kerusakan-kerusakan kecil.
Proxeronine – xeronine ini dalam tubuh hanya tersedia secukupnya. Akibatnya jika sakit lalu mengalami peradangan, maka tubuh akan kekurangan zat proxeronine – xeronine ini, sehingga proses penyembuhan menjadi lambat karena proxeronine – xeronine yang tersedia terbatas dan telah terkonsentrasi untuk bagian-bagian sel-sel tubuh tertentu. Oleh karena itu mengkonsumsi mengkudu ketika dalam kondisi sakit akan membantu tubuh dalam memenuhi kebutuhan proxeronine – xeronine untuk memperbaiki sel-sel tubuh agar berfungsi normal kembali.
Secara normal tubuh menghasilkan xeronine dari proxeronine yang berasal dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Tapi ada faktor-faktor yang menyebabkan kandungan xeronine dan proxeronine dalam makanan itu sangat rendah. Kurangnya xeronine dalam tubuh akan mengakibatkan tubuh mengalami gangguan dalam melakukan proses metabolisme, kemudian daya tahan tubuh menurun, dan akhirnya mudah terserang oleh virus, bakteri, atau kuman penyakit lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, mengkudu memiliki kandungan zat alkaloid yang tinggi sebagai penghasil proxeronine dan xeronine. Berdasarkan sejumlah penelitian, proxeronine dan xeronine menyerap ke dalam sel-sel tubuh yang kemudian bersinergi dengan jaringan tubuh, organ tubuh, sistem tubuh, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu mengkonsumsi mengkudu sebagai minuman/jus maupun menggunakannya sebagai preskripsi pengobatan yang dikombinasikan dengan tumbuhan obat lainnya dapat menghasilkan terapi penyembuhan yang efektif, efisien dan optimal.

Menghilangkan rasa sakit (bersifat analgesik)

Sebenarnya kemampuan buah mengkudu sebagai zat analgesik telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional, sehingga tanaman ini disebut ‘painkiller tree’ atau ‘headache tree’. Riset-riset ilmiah telah membuktikan khasiat dari mengkudu untuk menghilangkan rasa sakit.
Pada tahun 1990, para peneliti menemukan adanya hubungan yang signifikan antara dosis ekstrak sari buah mengkudu dengan aktivitas analgesik tikus-tikus percobaan: umumnya semakin banyak digunakan maka efek analgesiknya akan semakin kuat.
Banyak teori yang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kerja mengkudu dalam menghilangkan rasa sakit. Salah satunya adalah teori Dr. Ralph Heincke (ahli biokimia terkenal dari USA) yang mengatakan bahwa xeronine inilah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit.
Beberapa kasus rasa sakit yang kronis seperti sakit kepala terus menerus, rasa sakit pada otot saraf dan nyeri sendi dapat disembuhkannya. Menurut Dr. Heinicke, xeronine itulah yang berperan dalam menghilangkan rasa sakit, yang dikaitkan dengan kemampuan xeronine untuk menormalkan protein pada sel-sel abnormal, termasuk sel jaringan otak tempat berasalnya rasa sakit.
Xeronine juga dapat mengurangi proses alergi, mengurangi dan mencegah asma. Lebih lanjut lagi xeronine ternyata mampu mengurangi gejala penyakit-penyakit golongan auto-immune seperti pada penyakit gout atau pirai (peradangan sendi).

Menyegarkan tubuh (bersifat tonik)

Menurut beberapa penelitian dan juga menurut pengalaman empiris banyak orang, mengkudu dapat bersifat seperti tonik bagi tubuh. Artinya, walaupun tidak dalam keadaan sakit, mengkonsumsi mengkudu dapat menimbulkan perasaan enak dan nyaman bagi tubuh. Menurut Dr.Heinicke ahli biokimia dari USA, xeronine juga turut berperan dalam proses siklus energi tubuh. Ia menjelaskan mekanismenya sebagai berikut: proxeronine yang kemudian diubah menjadi xeronine oleh enzim-enzim khusus dalam tubuh akan diserap pada tempat yang berdekatan dengan tempat penyerapan hormon endorphin dan bertindak sebagai prekursor hormon (co-hormone) untuk mengaktifkan protein reseptor yang memberikan perasaan enak/nyaman. Akibatnya orang akan merasa nyaman dan memiliki banyak energi setelah mengkonsumsi mengkudu.
Jadi itulah alasan mengapa mengkudu dikatakan memiliki sifat seperti minuman tonik pada umumnya.

ZAT ANTI-KANKER (DAMNACANTHAL)

Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti-kanker yang dinamakan damnacanthal dalam buah mengkudu. Zat itu ditemukan ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal di dalam sel-sel yang abnormal (sel pra-kanker) pada 500 jenis ekstrak tanaman. Ditemukan ternyata zat anti-kanker pada buah mengkudu adalah yang paling efektif dalam melawan sel-sel abnormal.
Pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research ke 83 di San Diego California pada tahun 1992, dikemukakan tentang aktivitas anti-tumor Morinda citrifolia (mengkudu) pada Lewis Lung Carcinoma aktif yang disuntikkan pada tikus. Semua tikus yang tidak mendapat perawatan dengan mengkudu mati dalam waktu 9 – 12 hari karena kanker. Sedangkan yang mendapatkan perawatan dengan mengkudu dapat hidup lebih lama, diantaranya 40% dari populasi tikus percobaan itu dapat hidup hingga 50 hari atau lebih. Percobaan itu diulang beberapa kali, dan tetap terbukti bahwa mengkudu dapat memperpanjang umur tikus yang terkena kanker dibandingkan dengan tikus yang terkena kanker tapi tidak dirawat dengan mengkudu. Kesimpulannya mengkudu dapat menghambat pertumbuhan kanker.
Pada tahun 1993, jurnal Cancer Letter melaporkan penemuan zat aktif anti-kanker atau damnacanthal dalam ekstrak mengkudu yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Pasien Dr.Harrison mengungkapkan, ia sembuh karena mengkonsumsi sari buah mengkudu. Pasien itu menderita kanker hati dan pembengkakan perut akibat cairan yang berlebihan. Selama 7 hari mengkonsumsi sari buah mengkudu, bengkak pada perutnya sangat berkurang. Pengujian terhadap cairan perut itu menunjukkan bahwa sel-sel kanker itu hilang.
Mekanisme kerja zat damnacanthal dalam melawan kanker pun cukup unik. Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Dr.Judah Folkman menunjukkan bahwa damnacanthal dalam mengkudu bekerja sinergis dengan mikronutrisi tubuh untuk menghambat aliran darah dan oksigen yang menuju sel-sel kanker. Akibatnya sel-sel kanker dan tumor tidak dapat berkembang karena tidak cukup mendapatkan pasokan darah dan oksigen. Sinergi dari fitonutrisi ganda yang terkandung dalam mengkudu pun bekerja sebagai adaptogen dalam membantu sel-sel abnormal agar berfungsi normal kembali.
Zat damnacanthal yang dikandung dalam mengkudu memiliki khasiat untuk memperlambat dan menghambat perkembangan sel K-ras-NRK yaitu sel pra kanker.

KANDUNGAN ASAM-ASAM ORGANIK DALAM MENGKUDU

Mengkudu mengandung asam askorbat (vitamin C) yang merupakan antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas, yaitu partikel berbahaya yang terbentuk sebagai hasil sampingan proses metabolisme yang dapat merusak materi genetik dan sistem kekebalan tubuh.
Mengkudu juga mengandung asam kaproat, asam kaprik, dan asam kaprilat. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menimbulkan bau tidak enak yang tajam ketika buah mengkudu masak, sedangkan asam kaprilat membuat rasa buah tidak enak. Walaupun rasanya tidak enak, mengkonsumsi sari buah mengkudu secara rutin dan teratur dapat membantu mengatasi keseimbangan pH tubuh, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin, mineral, dan protein.

PENELITIAN ILMIAH MENGENAI MANFAAT MENGKUDU DALAM MENGATASI BERBAGAI PENYAKIT

Hasil penelitian klinis tentang mengkudu dari Dr.Schechter juga mendukung penelitian ilmiah yang telah disebutkan sebelumnya.
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Mengkudu dapat merangsang produksi sel T sebagai sistem kekebalan tubuh. Sel T ini berperan penting dalam melawan kuman, bakteri, atau virus penyakit.
  • Mengkudu berfungsi untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh termasuk makrofag dan limfosit. Makrofag dan limfosit ini merupakan bagian penting dari sistem imunitas tubuh.
  • Mengkudu mampu melawan aneka jenis bakteri, karena mengkudu mengandung banyak zat anti-bakteri seperti acubin, antrakuinon, L.Asperuloside, dsb
  • Mengkudu bisa menghambat fungsi pra-kanker dan pertumbuhan kanker/tumor dengan cara menormalkan fungsi-fungsi sel yang abnormal, karena mengkudu memiliki zat kimia damnacanthal yang berfungsi untuk melawan sel-sel ras-K-NRK, yaitu sel-sel yang akan menjadi cikal bakal penyakit kanker/tumor.

Hasil penelitian Dr.Steven M.Hall, M.D., seorang dokter dalam pengobatan modern yang juga wakil dari Lembaga Konsumen Keluarga di USA.
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Mengurangi rasa letih
  • Meningkatkan paras hormon serotonin
  • Meningkatkan fungsi reseptor pada dinding sel
  • Menormalkan kadar gula darah
  • Menyeimbangkan kondisi hormon
  • Menormalkan siklus menstruasi
  • Mengurangi edema dan kejang-kejang otot
  • Nyeri syaraf
  • Menyeimbangkan sistem imunitas tubuh
  • Meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan adrenal

Hasil penelitian Dr.Bryant Bloss,M.D., pakar bedah ortopedik spesialis penyakit arthritis
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Mengatasi sakit pinggang
  • Mengatasi hiperkolesterolimia, hipertensi, dan alergi
  • Membantu menghambat psoriasis
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Mengatasi gastrousus
  • Mengatasi migren
  • Melawan sel-sel kanker
  • Mengatasi sembelit

Hasil penelitian Dr.Nelson Rivers, dokter farmasi yang juga pembina dan pengarah pada Pusat Toksikologi & Drug.
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar tubuh
  • Meningkatkan proses penyerapan zat-zat nutrisi
  • Mengatasi kulit yang terbakar
  • Mengatasi tumor

Dr.Rick Smith, pakar dalam bidang kesehatan.
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Mengatasi kerusakan akibat radiasi dari kemoterapi
  • Memulihkan penderita arthritis dan alergi
  • Melancarkan peredaran darah
  • Meningkatkan stamina

Dr.Ralph Heinicke, peneliti di bidang biokimia
Mengkudu berkhasiat untuk:

  • Mengurangi berat badan
  • Meningkatkan imunitas tubuh
  • Menghambat pertumbuhan sel prakanker
  • Mengatasi hipertensi, arthritis, hipotensi
  • Menyembuhkan infeksi kulit
  • Menghilangkan rasa sakit
  • Mengaktifkan enzim tubuh

Enzim tubuh ini memiliki 6 fungsi dalam membantu menjaga kesehatan tubuh secara umum:

  1. Menjaga kebersihan tubuh: dilakukan dengan cara menjaga tingkat alkalinitas darah tetap normal, membuang toksin dalam tubuh, menjaga keseimbangan flora usus, memperbaiki struktur sel, melancarkan pencernaan, meningkatkan imunitas tubuh
  2. Melawan kuman, bakteri, virus; prosesnya bersifat alamiah dimana enzim tubuh memiliki fungsi untuk memperbaiki keadaan tubuh
  3. Menyembuhkan peradangan: prosesnya yaitu enzim memperbaiki sel-sel yang rusak akibat peradangan/infeksi
  4. Membersihkan darah: enzim yang diperbaiki oleh xeronine akan menghancurkan sekaligus membuang sisa kotoran dalam tubuh, membuang kelebihan kolesterol, melancarkan aliran darah, dsb sehingga darah tetap dalam kondisi bersih tidak tercemar oleh kuman atau bibit penyakit.
  5. Meremajakan sel: enzim yang meremajakan sel kemudian akan membantu kelancaran proses metabolisme tubuh, memperbaiki sel yang sakit, sehingga memungkinkan terjadinya proses penyembuhan terhadap penyakit seperti asma, arthritis, infeksi ginjal, hipertensi, jantung, dan penyakit lainnya.
  6. Membantu menghancurkan dan membuang sisa-sisa pengolahan makanan, juga melancarkan proses pencernaan dan penyerapan makanan.

SUPLEMEN MENGKUDU / SUPLEMEN NONI

Synergy memahami potensi besar noni ini dan dilengkapi dengan bahan-bahan alami lain yang dapat bersinergi dengan khasiat noni ini maka dipersembahkan produk yang paling unik di pasaran: Synergy Noni Plus
Jus atau air rebusan buah mengkudu termasuk herbal yang rasa dan aromanya sangat tidak enak, dan jarang sekali orang toleran terhadap baunya itu. Tapi Noni Plus produk Synergy ini telah menghadirkan segala manfaat dan khasiat buah  mengkudu dengan rasa dan aroma yang menyegarkan. Untuk menambah khasiat dan untuk memberikan rasa aroma buah topis yang nikmat dan menyegarkan, Noni PLus dilengkapi dengan ekstrak dari buah bilberry, delima, apel, kulit anggur, dan daun teh hijau, anggur concord, blueberry, raspberry merah, anggur merah, dan chokeberry. Yang semuanya adalah sumber antioksidan yang sangat baik.

January 27, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Bahan Makanan Yang Mempengaruhi Resiko Timbulnya Penyakit Kardiovaskuler Part2

pangan yang baik untuk kesehatan jantungYess, kita akan melanjutkan pembahasan tentang makanan ditinjau dari pengaruhnya terhadap resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler. Karena makanan-makanan tersebut ada yang dapat menghambat terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, tapi sebaliknya ada juga yang justru meningkatkan resiko timbulnya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Berikut akan dibahas mengenai berbagai jenis bahan makanan

Biji-bijian utuh (whole grain)

Sepanjang sejarah, biji-bijian adalah makanan pokok manusia (padi, gandum, jagung dsb). Makanan pokok di Indonesia terutama adalah beras. Secara tradisional biji-bijian dikonsumsi dalam bentuk utuh (whole grains) yang dikupas melalui proses penumbukan dan penyosohan secara manual; atau dalam bentuk tepung kasar.
Penggunaan mesin untuk menggiling dan menyosoh menghasilkan biji-bijian tanpa cangkang dan kulit ari (refined grains), atau menghasilkan tepung yang sangat halus. Biji-bijian atau tepung hasil penggilingan dengan mesin itu telah kehilangan banyak serat makanan, vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan senyawa fitokimia lainnya; tapi lebih banyak mengandung pati.
Biji-bijian hasil penggilingan modern ini akan mudah dicerna dan lebih cepat diserap usus dibandingkan biji-bijian utuh; sehingga lebih cepat meningkatkan kadar gula dan insulin dalam darah.
Makanan yang menggunakan whole grains seperti roti gandum, beras pecah kulit (brown rice), oats, dan barley memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan refined grains.
Ada beberapa penelitian yang menemukan adanya hubungan antara konsumsi whole grains dengan resiko timbulnya penyakit jantung koroner. Individu yang mengkonsumsi 3 porsi biji-bijian utuh per hari ternyata mempunyai resiko menderita penyakit jantung koroner sekitar 25% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari 1 porsi per minggu.
Konsumsi biji-bijian utuh dalam jumlah banyak berkorelasi positif dengan rendahnya kejadian serangan jantung.

Kacang-kacangan (nuts)

Kacang-kacangan seperti almond, brazil nuts, kacang mede, hazelnuts, kacang tanah, pecans, pistachios, walnut tadinya dianggap sebagai snack (makanan selingan) yang bisa menggemukkan badan. Nuts memang kaya akan lemak, tapi sebagian besar adalah asam lemak tidak jenuh tunggal dan ganda. Beberapa penelitian metabolik bahkan menunjukkan bahwa konsumsi nuts dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah dan menurunkan rasio kolesterol total terhadap HDL.
Selain memberikan pengaruh positif terhadap kadar lipid dalam darah, nuts juga dapat memberikan perlindungan terhadap timbulnya penyakit jantung koroner melalui mekanisme lain. Ternyata sebagian besar nuts kaya akan asam amino arginin yang merupakan prekursor endothelium derived relaxing factor (EDRF), yaitu nitrik oksida (NO). NO ini merupakan vasodilator (pelebar pembuluh darah) potensial yang dapat menghambat adhesi dan agregasi platelet.
Walnut kaya akan asam α-linoleat, yang menurut beberapa penelitian ternyata bisa menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner melalui mekanisme anti-trombotik dan anti-aritmia.

Kacang kedelai

Kacang kedelai sangat umum dikonsumsi di Indonesia, bahkan produk olahannya seperti tahu dan tempe telah menjadi makanan rakyat sehari-hari. Banyak pengalaman empiris maupun penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga efektif mencegah timbulnya penyakit aterosklerosis. Senyawa dalam kedelai yang diduga atau telah dibuktikan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah antara lain: protein, minyak, serat makanan, isoflavon, dan sterol.

Asam lemak dalam kedelai

Minyak kedelai banyak mengandung asam lemak tidak jenuh seperti: asam oleat, linoleat, dan α-linoleat.
Telah terbukti banyak mengkonsumsi asam lemak tidak jenuh akan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam plasma darah.
Konsumsi minyak kedelai sampai 10,6% dari total konsumsi kalori dibuktikan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
Mekanisme kerja asam lemak tidak jenuh dalam menurunkan kadar LDL dalam darah adalah dengan cara menurunkan sintesis VLDL, dan sebagai akibatnya produksi LDL juga berkurang.

Serat makanan dalam kedelai

Sebagian dari serat makanan yang terkandung dalam kedelai utuh terdapat dalan kotiledonnya (daun lembaga). Sekitar 30% serat makanan dalam kedelai bersifat larut air.
Menurut penelitian, konsumsi serat kedelai dapat memperbaiki metabolisme lipid dan karbohidrat pada penderita hiperkolesterolemia.

Protein dalam kedelai

Senyawa yang bersifat anti-kolesterolemik pada protein kedelai adalah suatu peptida. Peptida yang dihasilkan dari protein kedelai di dalam lumen usus akan mengikat kolesterol dan kemudian mengekskresikannya melalui feses, sedangkan peptidanya sendiri akan diserap oleh usus yang selanjutnya di dalam tubuh akan mempengaruhi metabolisme lipida.
Selain itu sifat hipokolesterolemik protein kedelai disebabkan karena kemampuannya untuk meningkatkan ekskresi kolesterol plasma melalui asam empedu.

Isoflavon dalam kedelai

Isoflavon yang terdapat dalam kedelai adalah zat antioksidan yang dapat melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi.
Isoflavon kedelai juga memberikan efek antiproliferatif (menghambat pertumbuhan sel tumor) dan dapat menghambat proses trombosis (pembentukan gumpalan darah dalam pembuluh darah).
Menurut penelitian, protein kedelai dan isoflavon secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol total, menurunkan kadar LDL, IDL, VLDL, tapi meningkatkan kadar HDL dalam darah.

Flavonoid

Beberapa studi menunjukkan hubungan antara jumlah konsumsi flavonoid dengan resiko timbulnya penyakit jantung koroner, umumnya makanan yang mengandung flavonoid dalam penelitian tersebut adalah teh hitam, apel, bawang merah, dan coklat (cacao).
Flavonoid termasuk golongan senyawa polifenol. Polifenol sangat umum tersebar di alam, lebih dari 8000 struktur polifenol tanaman telah diidentifikasi.
Flavonoid sendiri dibagi menjadi beberapa sub-kelas, yaitu: antosianidin, flavanol, flavanon, flavonol, dan flavon.

  • Sub-kelas antosianidin terdiri dari flavonoid-flavonoid: sianidin, delfinidin, malvidin, pelargonidin, peonidin, petunidin. Sumbernya: berries berwarna merah, biru, dan ungu, anggur merah dan ungu, anggur merah (wine)
  • Sub-kelas flavonol terdiri dari flavonoid-flavonoid: monomer: katekin, epikatekin, epigalokatekin, epikatekin galat, epigalokatekin galat; dimer dan polimer: teaflavin, tearubigin, proantosianidin. Sumbernya: katekin: teh (terutama teh hijau), coklat, anggur, berries, apel; teaflavin dan tearubigin: teh (terutama teh hitam) dan teh oolong proantosianidin: coklat, apel, berries, anggur merah, anggur (wine) merah
  • Sub-kelas flavanon terdiri dari flavonoid-flavonoid: hesperitin, neringenin, erlodiktiol. Sumbernya: keluarga sitrus seperti jeruk, jeruk bali, lemon
  • Sub-kelas flavonol terdiri dari flavonoid-flavonoid: kuersetin, kaemferol, mirisetin, iserhamnetin. Sumbernya: bawang merah, bawang daun, kale, brokoli, apel, berries, teh.
  • Sub-kelas flavon terdiri dari flavonoid-flavonoid: apigenin, luteolin Sumbernya: parsley, thymes, seledri, cabe

Penelitian klinis tentang manfaat teh hitam

  • Sel-sel endotelium mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dengan cara memproduksi nitrik oksida (NO), suatu senyawa yang diperlukan untuk mempertahankan relaksasi pembuluh darah (vasodilatasi).
  • Vasodilatasi arteri yang diakibatkan oleh NO hasil produksi endotelium dikenal sebagai endothelium-dependent vasodilation (EDV).
  • Percobaan klinis menemukan bahwa konsumsi 4 – 5 cankir teh hitam (900 – 1250 ml) perhari ternyata dapat memperbaiki EDV pada individu penderita penyakit jantung koroner dan pada individu penderita hiperkolesterolemia dibanding dengan grup kontrol yang diberi minum air hangat dalam jumlah yang sama.

Studi untuk menguji hubungan antara konsumsi teh dan kopi dengan serangan jantung

  • Ditemukan adanya penurunan sekitar 44% terhadap resiko penyakit jantung koroner pada individu-individu yang mengkonsumsi lebih dari satu cangkir teh per hari.
  • Tapi tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi kopi dengan penyakit kardiovaskular
  • Penelitian lain menunjukkan, pada individu yang banyak mengkonsumsi teh (moderate and heavy tea drinkers) terjadi penurunan resiko penyakit jantung koroner sebesar 31 – 39%.

Penelitian tentang manfaat konsumsi coklat (cacao)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi coklat meningkatkan kadar katekin, epikatekin, dan prosianidin dalam plasma; sehingga meningkatkan kemampuan untuk membersihkan radikal bebas dan mencegah peroksidasi lipid.
Selain itu konsumsi coklat dapat meningkatkan kadar HDL, walaupun kadar LDL tidak terpengaruh.

Saran suplementasi

Di pasaran sangat jarang ada produk yang memiliki kandungan buah-buahan yang mengandung flavonoid (merupakan antioksidan yang sangat kuat) yang sangat lengkap seperti Mistica ini. Mistica mengandung ekstrak buah-buahan dari: delima, blueberry, cranberry, elderberry, bilberry, red raspberry, wolfberry, anggur merah, anggur concord, teh hijau, dan yang paling hebat ACAI BERRY. Mistica juga mengandung asam lemak esensial, asam-asam amino, dan fitosterol yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah agar tetap normal

Karotenoid

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber utama karotenoid, karotenoid yang biasa dikonsumsi adalah: α-karoten, β-karoten, β -kriptosantin, lutein, likopen, zeasantin.
α-karoten, β -karoten, dan bet-kriptosantin adalah karotenoid provitamin A, yang artinya di dalam tubuh manusia bisa dikonversi menjadi retinol (vitamin A). Sedangkan lutein, likopen, dan zeasantin tidak dapat dikonversi menjadi retinol karena itu tidak memiliki aktivitas vitamin A.
Sayuran berwarna oranye dan kuning seperti wortel dan labu parang sangat kaya akan α-karoten dan β-karoten. Bayam juga merupakan sumber β -karoten yang penting, walaupun klorofil dalam daun bayam menutupi pigmen kuning-oranye.
Sayuran dan buah-buahan berwarna oranye dan merah seperti cabe merah merupakan sumber β -kriptosantin.
Likopen memberi warna merah pada buah tomat, warna pink pada jeruk bali, warna merah pada buah semangka dan jambu biji.
Lutein dan zeasantin banyak terdapat dalam sayuran daun seperti bayam dan kale.
Agar karotenoid dapat diserap oleh usus halus, senyawa tersebut harus dilepaskan dari matriks pangan dan kemudian digabung ke dalam micelles (campuran asam empedu dan beberapa macam lipid). Karena itu penyerapan karotenoid dalam usus halus memerlukan adanya lemak atau minyak. Sedikitnya 3 – 5 gram minyak atau lemak dalam makanan yang dikonsumsi per hari dianggap sudah cukup untuk membantu penyerapan karotenoid dalam usus halus.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar karotenoid dalam plasma darah berhubungan secara langsung dengan menurunnya resiko timbulnya penyakit jantung koroner. Meskipun hasil-hasil studi memperlihatkan bahwa mereka yang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah tinggi mempunyai resiko yang rendah untuk mengidap penyakit jantung koroner, namun tidak jelas apakah efek tersebut hanya disebabkan oleh karetonoid atau juga oleh komponen lain yang juga terdapat dalam sayuran dan buah-buahan.

Serat makanan

Serat makanan adalah bagian dari tanaman yang dapat dimakan atau analog karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh usus halus manusia, tetapi dapat dicerna (difermentasi) sebagian atau seluruhnya dalam usus besar.
Karena sebagian besar serat makanan dapat difermentasi, paling tidak secara parsial; maka disarankan untuk menggolongkan serat makanan sebagai yang dapat difermentasi secara parsial atau kurang dapat difermentasi, dan yang dapat difermentasi dengan baik oleh mikroflora usus besar.
Jenis serat makanan yang dapat difermentasi dengan baik, antara lain adalah: pektin, gum guar, gum arab, inulin, polidekstrosa, dan oligosakarida.
Sedangkan yang kurang dapat difermentasi adalah: selulosa, dedak gandum (whet bran), dedak jagung (corn bran), dedak oat (oat hull fiber), dan beberapa macam pati resisten.
Secara umum dikatakan bahwa serat yang dapat difermentasi adalah serat makanan larut, sedangkan yang tidak atau kurang dapat difermentasi adalah serat makanan tidak larut

Manfaat serat makanan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam darah dapat diturunkan dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan larut sehingga meningkatkan viskositas tinggi dalam usus.
Satu meta-analisis terhadap 67 hasil penelitian terkontrol menggunakan serat makanan larut dan bersifat kental dalam usus seperti oat, psyllium, pektin, dan gum guar; memperlihatkan bahwa konsumsi serat makanan tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Hasil penelitian epidemiologis juga mendukung adanya korelasi antara peningkatan konsumsi serat makanan dengan menurunnya resiko timbulnya penyakit jantung koroner.
Pada individu penderita hiperkolesterolemia, konsumsi serat makanan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah; tapi pada individu yang normal, konsumsi serat makanan lebih dapat menurunkan kadar trigliserida.
Mekanisme penurunan kadar kolesterol darah oleh serat makanan larut seperti psyllium, oat, dan pektin adalah melalui pengikatan asam empedu sehingga akan meningkatkan ekskresinya melalui feses, juga dengan cara menurunkan sintesis kolesterol dalam hati.
Beberapa serat makanan seperti pektin dan galaktomanan yang mempunyai WHC (water holding capacity) yang tinggi dan menimbulkan viskositas tinggi, juga mempengaruhi penyerapan zat-zat gizi dalam usus, termasuk lemak dan kolesterol
Efek hipokolesterolemik serat makanan juga disebabkan karena diproduksinya asam lemak berantai pendek sebagai hasil dari fermentasi serat makanan tersebut. Asam lemak berantai pendek dapat diserap oleh usus besar; selanjutnya asam butirat dapat digunakan oleh sel-sel mukosa usus, asam propionat digunakan oleh sel-sel hati, sedangkan asam asetat akan diangkut oleh darah ke seluruh tubuh (peripheral circulation). Diketahui bahwa asam propionat dapat menghambat metabolisme asam lemak yang mempunyai peranan penting dalam sintesis kolesterol di dalam hati.
Selain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa serat makanan juga dapat memberikan perlindungan terhadap timbulnya penyakit kanker usus besar dan kanker rektum.
Direkomendasikan agar orang dewasa mengkonsumsi serat makanan sekitar 20 – 30 gram per hari, tapi juga jangan melampaui 35 gram per hari.

Synergy sangat memahami pentingnya serat makanan dalam diet kesehatan, produk NutriBurst adalah supleman yang sangat kaya dengan kandungan serat makanan yang larut maupun tidak larut: gum arabic, bekatul beras, serat kedelai, serat oat, selulosa, serat gula bit, tepung bekatul oat, guar gum,bekatul jagung, serat kacang, pektin jeruk, serat apel, tomat, brokoli, kubis, wortel, bayam, seledri. Juga mengandung fitosterol, lesitin kedelai, dan tentunya dengan tambahan mineral-mineral dan vitamin-vitamin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler. Anda boleh mempertimbangkannya sebagai suplemen kesehatan jantung yang alami.

Fitosterol

Sterol yang dominan terdapat dalam tubuh hewan dan manusia adalah kolesterol, sedangkan pada tanaman ada beberapa jenis sterol yang secara kolektif disebut fitosterol. Fitosterol dibagi menjadi 2 kelas: sterol dan stanol.
Fitosterol yang paling banyak terdapat pada tanaman adalah sitosterol dan kampesterol, sedangkan stanol hanya terdapat sekitar 10% nya.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan nabati yang banyak mengandung fitosterol dapat memperbaiki komposisi lipid serum (terutama kolesterol) dan mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskuler.
Dalam lumen usus halus, fitosterol dapat menggantikan kolesterol di dalam mixed micelles, sehingga dapat menghambat penyerapan kolesterol.
Konsumsi sterol atau stanol sebanyak 1,5 – 1,8 gram perhari mampu menghambat penyerapan kolesterol sebesar 30 – 40%; pada dosis yang lebih tinggi yaitu 2,2 gram per hari maka penyerapan kolesterol dihambat sebesar 60%.
Berkurangnya penyerapan kolesterol dari makanan akan meningkatkan sintesis kolesterol dalam hati. Walaupun terjadi peningkatan sintesis kolesterol dalam hati sebagai akibat konsumsi fitosterol, tapi konsentrasi kolesterol LDL dalam darah turun.
Direkomendasikan konsumsi sterol dan stanol dalam makanan tidak melebihi 3 gram per hari karena dikuatirkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Sterol dan stanol tanaman diketahui dapat menghambat penyerapan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) dan karotenoid.

Bawang putih

Bawang putih sangat umum digunakan sebagai bahan penambah rasa pada makanan, juga digunakan dalam ramuan obat tradisional.

Beberapa hasil percobaan klinis membuktikan khasiat bawang putih sehubungan dengan penyakit jantung koroner

  • Dari 25 buah percobaan klinis untuk mengamati pengaruh hipolipidemik bawang putih ternyata 14 percobaan menujukkan hasil negatif, dan 11 percobaan lainnya menunjukkan adanya pengaruh dalam menurunkan kadar kolesterol. Dari kompilasi studi tersebut dapat disimpulkan bahwa bawang putih dalam bentuk serbuk dan ekstrak hanya efektif menurunkan kadar kolesterol pada subyek yang hiperkolesterolimik.
  • Ada 7 percobaan klinis dan semuanya menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat menghambat agregasi platelet. Dan respons positif pencegahan agregasi platelet itu ternyata berlaku pada subyek normal maupun penderita penyakit jantung koroner.
  • Terdapat 9 penelitian tentang pengaruh bawang putih terhadap tekanan darah: ternyata dapat disimpulkan bahwa bawang putih tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tekanan darah.

Synergy menghadirkan segala kebaikan khasiat bawang putih tanpa efek sampingannya seperti bau mulut & nafas setelah mengkonsumsinya dalam produknya: Garlic

Sayur-sayuran dan buah-buahan

Sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk memelihara kesehatan sistem kardiovaskuler.

Vitamin C

Vitamin C (asam askorbat) dapat mengurangi resiko timbulnya penyakit jantung, salah satu mekanismenya adalah dengan mengurangi kerusakan oksidatif di dalam tubuh.
Vitamin C ini sangat penting untuk membangun kolagen, komponen penting untuk menyusun pembuluh arteri. Kolagen adalah substansi yang elastis dan lengket yang memungkinkan arteri berkontraksi dan melebar. Kolagen merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki arteri ketika mengalami kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin C adalah antioksidan yang membantu membersihkan darah dari radikal bebas, vitamin C juga mencegah agar darah tidak lengket dan menggumpal.
Makanan yang banyak mengandung vitamin C adalah sayur-sayuran dan buah-buahan: jeruk manis, kiwi, blueberry, blackberry, strawberry, apel, brokoli, ketimun, dan wortel dll

Vitamin B6 dan vitamin B9 (asam folat)

Defisiensi vitamin B6 dan asam folat dapat meningkatkan kadar homosistein dalam darah. Homosistein ini disintesa di dalam tubuh, sedangkan vitamin B6 dan asam folat diperlukan untuk metabolisme homosistein ini. Jika terdapat kerusakan pada lapisan luar endotelium pembuluh darah, maka homosistein ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan peroksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas yang mengakibatkan terjadinya inflamasi.
Meningkatnya kadar homosistein dalam darah berhubungan dengan disfungsi endotelium secara akut, dan penyakit jantung koroner mempunyai hubungan dengan meningkatnya kadar homosistein dalam darah.
Nama asam folat berasal dari bahasa Latin: folium yang artinya daun, karena asam folat banyak dijumpai dalam sayuran yang berdaun hijau tua seperti bayam, brokoli, dan dalam buah-buahan seperti blackberry
Sumber vitamin B6 yang bagus adalah semangka dan melon.

Vitamin E

Vitamin E juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dan merupakan antioksidan kuat yang membantu mencegah serangan radikal bebas pada dinding arteri.
Vitamin E juga berkhasiat untuk mengencerkan darah dan mencegahnya supaya tidak lengket dan menggumpal.
Makanan yang banyak mengandung vitamin E antara lain: biji-bijian yang banyak mengandung minyak, kacang-kacangan, susu dan hasil olahannya, buah-buahan seperti: blackberry, apel, kiwi

Kalsium

Kalsium berperan penting dalam fisiologi dan biokomia organisme dan sel: fungsi neuromuskuler, membantu proses enzim, pembekuan darah, dan memberikan kekuatan untuk kerangka berdasarkan ikatan garam fosfat.
Banyak enzim yang memerlukan kalsium sebagai kofaktor, contohnya adalah dalam proses pembekuan darah.
Kalsium ekstraseluler juga penting untuk menjaga perbedaan tegangan listrik melintasi membran sel, hal ini berhubungan dengan kontraksi otot termasuk otot jantung.
Sembilan puluh sembilan persen dari kalsium tubuh terletak di tulang, sisanya 1% merata dalam gigi dan jaringan lunak, dengan hanya 0,1% berada dalam cairan ekstraseluler. Kebutuhan akan kalsium pada dasarnya ditentukan oleh hubungan antara efisiensi daya serap dan laju pengeluaran melalui usus, ginjal, kulit, rambut, dan kuku. Pada orang dewasa, tingkat penyerapan kalsium dari saluran pencernaan harus sesuai dengan tingkat pengeluaran kalsium dari kerangka tulang, dan hal ini harus dipertahankan. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, masukan kalsium tambahan diperlukan untuk memenuhi persyaratan pertumbuhan tulang. Mineral tulang berfungsi sebagai reservoir atau tempat penyimpanan utama untuk kalsium beredar di cairan ekstraseluler. Kalsium memasuki cairan ekstraseluler berasal dari penyerapan usus dan berasal dari tulang dengan mekanisme resorpsi, yaitu pelepasan kalsium dari tulang. Kalsium meninggalkan cairan ekstraseluler melalui saluran pencernaan, ginjal, dan kulit; dan masuk ke dlam tulang melalui pembentukan tulang. Selain itu aliran kalsium terjadi di semua membran sel. Banyak fungsi selular neuromuskuler dan lainnya tergantung pada pemeliharaan konsentrasi kalsium terionisasi dalam cairan ekstraseluler. Aliran kalsium juga mediator penting dari efek hormonal pada target organ melalui beberapa jalur sinyal intraseluler.
Urat syaraf membutuhkannya untuk menyampaikan sinyal antara otak dengan seluruh bagian tubuh.
Kadar kalsium dalam darah yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah.
Kalsium ditemukan dalam makanan berikut: susu dan produk olahannya, sayuran seperti kale, brokoli, kubis cina; kedelai.

Magnesium

Magnesium diperlukan oleh lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh bersama kalsium.
Magnesium membantu mempertahankan fungsi normal otot dan saraf, menjaga kestabilan irama jantung, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan menjaga tulang yang kuat. Magnesium sangat penting untuk otot-otot tubuh agar dapat berfungsi dengan baik, termasuk otot jantung.
Magnesium juga membantu mengatur kadar gula dalam darah, menjaga tekanan darah agar tetap normal, dan juga terlibat dalam metabolisme energi dan sintesis protein.
Ada peningkatan kebutuhan dalam peran kalsium dalam mencegah dan membantu mengatasi gangguan seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
Magnesium diserap dalam usus kecil, dan magnesium diekskresikan melalui ginjal.
Untuk kerjanya jantung membutuhkan keseimbangan antara magnesium dan kalsium. Magnesium diperlukan otot jantung untuk rileks, sedangkan kalsium dibutuhkan diperlukan agar otot jantung dapat berkontraksi.
Jika kekurangan unsur magnesium maka akan mengakibatkan terjadinya kram/kejang sehingga menaikkan tekanan darah dan irama jantung tidak beraturan (aritmia), kekurangan magnesium yang parah akan mengakibatkan serangan jantung.
Makanan yang banyak mengandung magnesium adalah sayuran hijau seperti bayam, kale (sejenis kubis), brokoli, dan buah-buahan seperti kiwi, blackberry, strawberry.
Lebih dari 80% magnesium yang berasal dari biji-bijian hilang dalam proses pengolahan makanan.

Kalium

Kalium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi selular maupun elektris. Kalium adalah mineral utama dalam darah yang disebut elektolit (bersama natrium dan klorida) yang membawa muatan listrik.
Magnesium membantu menjaga kalium dalam sel, tapi keseimbangan natrium dan kalium diatur dengan tepat seperti halnya keseimbangan antara kalsium dan fosfor atau kalsium dan magnesium. Penelitian menemukan bahwa tingginya konsumsi natrium yang diiringi rendahnya konsumsi kalium akan menambah volume darah dan menaikan tekanan darah.
Konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh (whole grain) yang kaya kalium dan rendah natrium membantu menjaga agar tekanan darah tetap normal dan untuk kasus tertentu bisa menurunkan tekanan darah.
Kalium mudah diserap oleh usus halus, dengan tingkat absorpsi 90%, tapi karena kalium adalah mineral yang sangat mudah larut maka mudah hilang dalam proses pemasakan atau pemrosesan makanan. Kelebihan kalium akan dibuang lewat air kemih dan keringat. Oleh karena itu jika kita berkeringat sangat banyak dianjurkan minum jus buah-buahan atau minuman elektrolit.

Sumber kalium:
Kalium ditemukan dalam bermacam-macam makanan:
Biji-bijian utuh, kacang-kacangan, daging, ikan
Sayuran seperti: bayam, parsley, selada, brokoli, polong-polongan, tomat, dan kentang (terutama kulitnya).
Buah-buahan yang banyak mengandung kalium: keluarga jeruk-jerukan, pisang, apel, alpukat, buah-buahan yang dikeringkan seperti kismis, aprikot, prunes, kurma

Fungsi kalium:
Kalium memegang peranan penting dalam tubuh manusia. Bersama natrium meregulasi keseimbangan air dan keseimbangan asam-basa dalam darah dan jaringan. Kalium, yang lebih mudah masuk ke dalam sel dibandingkan natrium, menginisiasi pertukaran natrium-kalium melalui membran sel. Dalam sel saraf, arus pertukaran natrium-kalium ini menghasilkan tegangan listrik yang membantu menyalurkan impuls saraf. Saat kalium meninggalkan sel, ia merubah tegangan listrik pada membran menghantarkan impuls saraf. Perubahan potensial listrik yang dihasilkan oleh ‘pemompaan’ natrium-kalium membantu menghasilkan kontraksi otot dan meregulasi denyut jantung. Pemompaan ini juga berfungsi untuk menghidarkan sel dari pembengkakan, jika natrium tidak ‘dipompa’ keluar sel maka air yang terakumulasi di dalam sel akan mengakibatkan sel membengkak dan akhirnya pecah.
Kalium sangat penting dalam reaksi biokimia dan metabolisme energi di dalam sel, juga berperan dalam sintesa protein dari asam-asam amino di dalam sel. Kalium juga berperan dalam metabolisme karbohidrat, aktif dalam metabolisme glikogen dan glukosa yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen yang disimpan dalam hati sebagai persediaan energi. Kalium sangat penting untuk membangun pertumbuhan otot yang normal.
Natrium bisa dikonservasi di dalam tubuh, tapi tak ada metoda yang efektif untuk konservasi kalium. Jadi walaupun tubuh kekurangan kalium, ginjal akan tetap membuangnya. Karena tubuh manusia tergantung pada keseimbangan kadar kalium untuk mengatur denyut jantung dan menjaga kesehatan sistem saraf, maka keseimbangan ini mesti terus dijaga.
Kalium juga banyak dibuang lewat air kemih saat terapi diuretik (yang tidak hemat kalium) untuk edema atau hipertensi.
Pola makan dengan banyak mengkonsumsi fastfood yang lebih banyak mengandung natrium tapi sedikit kalium diduga berkontribusi terhadap timbulnya penyakit hipertensi. Kembali mengkonsumsi makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, whole grain, daging & ikan segar akan membuat hidup lebih sehat.

January 25, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Bahan Makanan Yang Mempengaruhi Resiko Timbulnya Penyakit Kardiovaskuler Part1

Asam lemak esensial

Setiap bahan pangan memiliki karakteristik tersendiri dalam hal jenis maupun jumlah zat gizi dan zat non-gizi yang dikandungnya. Yang tergolong ke dalam zat gizi adalah: karbohidrat (pati dan gula), protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan yang tergolong sebagai zat non-gizi adalah: serat makanan (termasuk oligosakarida), sterol tanaman (fitosterol), pigmen tanaman (klorofil, karotenoid, dan flavonoid), serta senyawa-senyawa lain dalam jumlah sedikit. Ditinjau dari masalah aterosklerosis, makanan-makanan tersebut ada yang dapat menghambat terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, tapi ada juga yang justru meningkatkan resiko timbulnya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.
Berikut akan dibahas mengenai berbagai jenis bahan pangan.

Gula

Menurut beberapa penelitian, konsumsi karbohidrat terutama gula (sukrosa dan fruktosa) dapat meningkatkan kadar triglisedida darah serta menurunkan kadar HDL, sehingga meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner.
Tingginya konsumsi gula juga akan menimbulkan kelebihan berat badan dan kegemukan (obesitas), terutama kegemukan perut (abdominal obesity) yang merupakan faktor resiko independen untuk berkembangnya penyakit jantung koroner.
Kegemukan perut merupakan suatu gabungan abnormalitas metabolik yang sering disebut sebagai sindroma metabolik (sindroma X); termasuk resistensi insulin, terganggunya toleransi glukosa, tingginya kadar trigliserida dalam darah, kadar HDL rendah, kadar LDL tinggi.
Meningkatnya kadar triasilgliserol puasa 12 jam yang berhubungan dengan konsumsi sukrosa yang tinggi akan menyebabkan terjadinya akumulasi sisa lipoprotein yang kaya akan triasilgliserol yang bersifat aterogenik
Sukrosa dapat meningkatkan sintesis triasilgliserol hepatik dan juga menurunkan katabolisme lipoprotein kaya aka triasilgliserol.
Kecepatan sintesis triasilgliserol hepatik akan meningkat jika pasokan asam-asam lemak ke hati banyak, dan terdapatnya persediaan asam lemak akan mengurangi degradasi apolipoprotein N, sehingga dapat meningkatkan produksi VLDL; yang pada akhirnya akan meningkatkan kadar LDL.
Fruktosa juga adalah gula yang hipertrigliseridemik (dapat dengan cepat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah), karakteristik ini menyebabkan gula meja (sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa) juga bersifat hipertrigliseridemia.
Untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler, disarankan untuk mengurangi konsumsi gula dan makanan/minuman yang manis-manis.

Asam lemak jenuh

Asam lemak dapat dibedakan menjadi 3 macam:

  • Asam lemak jenuh (saturated fatty acids, SFA), yaitu asam lemak yang hanya memiliki ikatan tunggal antar atom karbon (C), contohnya asam stearat (C18:0)
  • Asam lemak tidak jenuh tunggal(mono-unsaturated fatty acids, MUFA), yaitu asam lemak yang memiliki hanya 1 ikatan rangkap antar atom karbon (C), contohnya asam oleat (C18:1)
  • Asam lemak tidak jenuh ganda (poly-unsaturated fatty acids, PUFA), yaitu asam lemak yang memiliki lebih dari 1 ikatan rangkap antar atom karbon (C), contohnya asam linoleat (C18:2), asam α-linoleat (C18:3). Yang tergolong asam lemak omega-3 adalah asam α-linoleat (C18:3;9,12,15) dan turunannya yaitu asam eikosapentaenoat (C22:5;5,8,11,14,17) dan asam dokosaheksaenoat (C22:6;4,7,10,13,16,19)

Panjang rantai karbon asam lemak

Berdasarkan panjang rantai karbon, asam lemak digolongkan menjadi:

  • Asam lemak berantai pendek (short chain fatty acids, SCFA), yaitu asetat (C2), propionat (C3), butirat (C4)
  • Asam lemak berantai sedang (medium chain fatty acids, MCFA), yaitu C6,C8,C10, dan C12
  • Asam lemak berantai panjang (long chain fatty acids, LCFA), yaitu asam lemak yang mempunyai 12 hingga 26 atom karbon

Asam lemak rantai panjang

Lemak/minyak yang mengandung asam lemak jenuh pada umumnya bersifat padat atau semi padat pada suhu ruang.
Konsumsi asam lemak jenuh berantai panjang cenderung meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah, sehingga dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke.
Banyak diantara bahan pangan yang mengandung asam lemak jenuh dalam jumlah tinggi juga mengandung kolesterol, contohnya adalah bahan pangan yang berasal dari hewan misalnya: daging, jeroan, telur, susu.
Para dokter ahli penyakit jantung di Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi minyak atau lemak dibatasi maksimum 30% dari total kalori yang dikonsumsi perhari. Dari jumlah 30% itu, disarankan 10% berupa lemak atau minyak yang mengandung asam lemak jenuh, 10% lagi berupa lemak atau minyak yang mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal, 10% sisanya berupa lemak atau minyak yang mengandung asam lemak tidak jenuh ganda.

Beberapa kesimpulan hasil-hasil penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi asam lemak jenuh berantai panjang dengan penyakit kardiovaskuler

  • Pengurangan konsumsi lemak jenuh dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler (tapi tidak terjadi penurunan dalam hal kematian)
  • Konsumsi asam lemak tidak jenuh jamak untuk menggantikan asam lemak jenuh menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung koroner berhubungan baik dengan jumlah maupun kualitas minyak/lemak yang dikonsumsi. Penggantian lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh ganda (tidak dengan asam lemak tidak jenuh tunggal atau karbohidrat) dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner.
  • Terdapat sedikit penurunan tetapi potensial dalam resiko timbulnya penyakit jantung koroner melalui pengurangan atau modifikasi konsumsi lemak, terutama jika dilaksanakan dalam jangka waktu panjang.
  • Penggantian lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh jamak menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner sebesar 45%.
  • Pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolesterol, dan menggantinya sebagian dengan asam lemak tidak jenuh ganda dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung sebesar 13% dan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 6%.

Asam lemak rantai sedang

Asam lemak jenuh pada minyak kelapa dan minyak inti sawit terdiri atas asam lemak jenuh berantai sedang, yang tidak memberikan pengaruh buruk seperti halnya lemak jenuh yang berasal dari hewan (berantai panjang).
Menurut hasil penelitian mengenai hubungan antara konsumsi minyak kelapa dengan penyakit jantung, secara tegas disimpulkan bahwa minyak kelapa tidak memberikan pengaruh negatif. Para peneliti menyimpulkan bahwa minyak kelapa adalah ‘lemak netral’ dan tidak bersifat aterogenik (menyebabkan timbulnya aterosklerosis), juga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar kolesterol total, HDL, maupun LDL dalam serum. Juga tidak merubah rasio kolesterol total terhadap HDL maupun rasio LDL terhadap HDL.
Penelitian yang menunjukkan efek hiperkolesterolemik minyak kelapa pada umumnya hanya memperlihatkan bahwa minyak kelapa tidak seefektif lemak tidak jenuh dalam menurunkan kadar kolesterol dalam serum. Hal ini disebabkan karena minyak kelapa tidak seefektif minyak tidak jenuh dalam ‘menarik’ kolesterol dari dalam darah ke jaringan.

Asam lemak tidak jenuh

Asam oleat

Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa asam oleat sama efektifnya seperti asam linoleat dalam menurunkan kadar kolesterol plasma. Asam oleat dan asam linoleat menyebabkan penurunan kadar apolipoprotein B (apo B) dengan derajat yang sama.
Pola apolipoprotein B dalam plasma dianggap sebagai predictor yang lebih akurat untuk resiko penyakit jantung koroner dibandingkan dengan kolesterol lipoprotein (misalnya kadar LDL)

Asam linoleat

Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh yang paling banyak dikonsumsi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi asam linoleat berkorelasi dengan penurunan resiko timbulnya penyakit jantung koroner, atau kematian akibat penyakit jantung.
Para dokter ahli penyakit jantung di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa konsumsi kalori sebanyak 5 – 10% dari total kalori perhari yang diperoleh dari asam linoleat berkorelasi dengan penurunan resiko penyakit jantung koroner.

Asam α-linoleat

Dalam suatu penelitian diperoleh data bahwa setiap peningkatan konsumsi asam α-linoleat sebanyak 1 gram/orang/hari mengakibatkan penurunan resiko timbulnya penyakit jantung koroner sebesar 16%.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pada populasi yang mengkonsumsi asam α-linoleat dalam jumlah tinggi (sekitar 1,4 gram/hari) mempunyai resiko kematian akibat penyakit jantung koroner 45% lebih rendah dibandingkan dengan populasi yang mengkonsumsi asam α-linoleat dalam jumlah rendah (sekitar 0,7 gram/hari).
Beberapa penelitian lain menemukan bahwa peningkatan konsumsi asam α-linoleat menurunkan konsentrasi C-reactive protein (CRP) dalam serum. CRP adalah suatu marker inflamasi yang sangat berhubungan dengan resiko penyakit jantung koroner.

EPA dan DHA

Minyak ikan diperoleh dari, antara lain: ikan herring, menhaden, pilchard, sardine, dan paus. Minyak ini dicirikan dengan dengan tingginya kandungan asam-asam lemak tidak jenuh berantai panjang yaitu EPA (eikosapentaenoat) dan DHA (dokosaheksaenoat).
Minyak ikan belum dikategorikan sebagai minyak pangan, tapi banyak digunakan dalam suplemen sebagai sumber vitamin A atau sumber asam lemak omega-3 (EPA dan DHA)
Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi EPA dan DHA dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner dengan cara:

  • Mencegah timbulnya aritmia denyut jantung yang dapat mengakibatkan kematian jantung secara mendadak (sudden cardiac death)
  • Menurunkan resiko timbulnya trombosis (gumpalan darah, clot) yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung (myocardial infarction) atau stroke
  • Menurunkan kadar trigliserida dalam serum darah
  • Memperlambat pertumbuhan plak aterosklerosis
  • Memperbaiki fungsi endotelium saluran darah
  • Sedikit menurunkan tekanan darah
  • Mencegah terjadinya radang (inflamasi)

Asam lemak trans

Asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh (asam linoleat) dengan konfigurasi trans (normalnya adalah konfigurasi cis).
Secara alami asam lemak trans terdapat (dalam jumlah sedikit) dalam daging dan susu serta produk olahannya, baik yang berasal dari sapi, kambing dan hewan ruminansia lainnya; asam lemak trans tersebut diproduksi oleh bakteri dalam perut ruminansia.
Isomer trans asam linoleat yang paling banyak terdapat pada ruminansia adalah asam vaksenat (vaccenic acid), dan dari asam lemak ini dapat terbentuk conjugated linoleic acid (CLA) yang juga merupakan asam lemak trans.
Menurut beberapa penelitian, tidak ada resiko tinggi timbulnya penyakit jantung koroner akibat konsumsi lemak trans yang berasal dari ruminansia. Bahkan ada penelitian yang membuktikan bahwa CLA sangat baik untuk pengelolaan berat badan karena kemampuannya untuk mereduksi lemak tubuh dan pada saat yang sama meningkatkan pembentukan massa otot. Untuk yang sedang menjalankan diet, CLA juga membantu memberikan rasa kenyang dan mengendalikan rasa lapar. Anda dapat memperoleh manfaat CLA dengan kualitas tertinggi dari produk Synergy Maksimum Protein
Asam lemak trans industrial dibentuk dengan cara hidrogenasi minyak nabati, untuk mengurangi jumlah asam lemak tidak jenuhnya supaya tidak mudah tengik; atau mengubah minyak nabati yang cair menjadi lemak semi padat untuk pembuatan margarin.
Selama proses hidrogenasi terdapat asam lemak tidak jenuh yang tidak berubah menjadi asam lemak jenuh, melainkan konfigurasinya berubah dari cis menjadi trans. Contohnya asam lemak linoleat konfigurasi cis akan berubah menjadi asam elaidat (konfigurasi trans)
Minyak nabati yang telah mengalami hidrogenasi parsial menguntungkan industri pangan, karena umur simpan lebih lama, stabil jika dipakai untuk minyak goreng, dan karena sifatnya yang semi padat dapat meningkatkan palatibilitas pangan.
Bahan makanan yang banyak mengandung asam lemak trans: deep-fried fast food, produk bakery, crackers, keripik, margarin.
Konsumsi asam lemak trans akan meningkatkan aktivitas cholesterylester transfer protein dalam plasma yang merupakan enzim utama untuk transfer kolesterol dari HDL ke LDL dan VLDL. Meningkatnya kadar enzim ini dapat menjelaskan mengapa terjadi penurunan kadar HDL serta meningkatnya kadar LDL dan VLDL dalam darah.

makanan yang banyak mengandung lemak trans

Diperkirakan bahwa:

  • Penggantian 5% kalori yang berasal dari lemak jenuh dengan jumlah kalori yang sama yang berasal dari lemak tidak jenuh dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner sebesar 42%
  • Sedangkan penggantian 2% dari kalori yang berasal dari lemak trans industrial dengan lemak tidak jenuh tidak terhidrogenisasi dapat menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner sebesar 53%

Penemuan ini menunjukkan bahwa penggantian lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tidak jenuh (tunggal maupun ganda) tidak terhidrogenasi lebih efektif dalam mencegah timbulnya penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mengurangi konsumsi lemak secara keseluruhan.
Asam lemak trans ini sangat ‘jahat’, pengaruh negatifnya muncul walau pada tingkat konsumsi yang rendah, yaitu pada tingkat konsumsi 1 – 3% dari total konsumsi kalori atau sekitar 20 – 60 kkal (2 – 7 gram per hari) untuk individu yang mengkonsumsi kalori sebanyak 2000 kkal perhari. Oleh karena itu konsumsi asam lemak trans industrial harus dibatasi sampai kurang dari 0,5% dari total kalori yang dikonsumsi perhari

Dalam artikel selanjutnya saya akan membahas tentang bahan makanan lain yang sangat mempengaruhi kesehatan sistem kardiovaskuler kita. Ikuti terus …. 🙂

January 24, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Faktor Resiko Penyebab Penyakit Kardiovaskuler

aterosklerosis

Aterosklerosis adalah istilah umum dari penebalan dan pengerasan pembuluh darah arteri. Aterosklerosis dicirikan oleh adanya pembentukan lesi atorema yang berisi timbunan substansi lemak, kolesterol, produk-produk sisa seluler, kalsium, fibrin pada dinding dalam arteri yang disebut plaque.
Beberapa faktor resiko meningkatkan kemungkinan berkembangnya penyakit kardiokaskuler ini:

  • Faktor yang dapat diubah/dikendalikan melalui pola hidup: merokok, obesitas, aktivitas fisik dsb
  • Faktor yang tidak dapat diubah/dikendalikan : umur, jenis kelamin, ras, dan faktor genetik
  • Faktor yang dapat diubah/dikendalikan melalui pengobatan: kadar lipida darah, hipertensi, diabetes, dsb

Sebagian besar resiko berhubungan erat dengan konsumsi pangan. Oleh karena itu peran gizi dalam mengendalikan faktor-faktor resiko tersebut sangat besar, sehingga dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya pencegahan maupun pengobatan penyakit kardiovaskuler ini.
Kadar kolesterol LDL dalam darah berkorelasi positif dengan penyakit kardiovaskuler, sedangkan kadar HDL berkorelasi negatif. Perbaikan konsumsi pangan merupakan suatu upaya untuk memperbaiki profil lipoprotein ini, indikator yang paling mudah diukur adalah rasia LDL : HDL atau rasio kolesterol total : HDL
Karena kadar LDL lebih mudah dimodifikasi ketimbang HDL, maka usaha lebih ditujukan untuk mencari faktor-faktor yang dapat menurunkan kadar LDL dalam darah. Dalam artikel ini juga akan diberikan saran suplementasi yang dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit ini.

Mekanisme terjadinya aterosklerosis

Lesi aterosklerosis secara agregat merupakan penyakit inflamasi (peradangan) yang merupakan suatu urutan kejadian respons seluler dan molekuler yang spesifik. Lesi aterosklerosis terjadi dalam arteri elastik dan muskular berukuran besar dan sedang, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri jantung, otak, dan ektremitas sehingga dapat mengakibatkan timbulnya serangan jantung atau stroke. Lesi paling awal, biasa disebut fatty streak, merupakan lesi inflamasi dan hanya mengandung makrofag yang berasal dari monosit serta limfosit T. Pada invidu penderita hiperkolesterolemia, masuknya sel-sel tersebut ke dalam lesi inflamasi didahului oleh endapan ekstraseluler lipid amorf (lemak yang tidak berbentuk) dan lapisan tipis lipid.

Faktor penyebab aterosklerosis

  • Disfungsi endotelium (dinding dalam arteri) merupakan tahap awal perkembangan aterosklerosis.
  • Disfungsi itu disebabkan antara lain adalah LDL termodifikasi, radikal bebas, hipertensi, diabetes melitus, faktor genetik, meningkatnya kadar homosistein dalam plasma, serta kombinasinya.
  • Disfungsi endotelium sebagai akibat dari adanya ‘kerusakan’ ini dapat menyebabkan timbulnya respons kompensasi yang akan mempengaruhi sifat homeostasis endotelium.
  • Beberapa kerusakan akan meningkatkan sifat adhesi dan permeabilitas endotelium terhadap leukosit atau platelet. Kerusakan juga akan menginduksi agar endotelium bersifat pro-koagulan disamping anti-koagulannya, membentuk molekul vasoaktif, cytokines, serta faktor pertumbuhan.
  • Jika respons tubuh terhadap inflamasi tidak dapat secara efektif menetralkan atau menghilangkan akibat kerusakan tersebut, maka prosesnya akan terus berlangsung.
  • Respons tubuh terhadap inflamasi menstimulir dan memproliferasi sel-sel otot polos dan bergabung ke dalam area inflamasi membentuk lesi intermediat.
  • Apabila respons tersebut terus berlanjut, maka dinding arteri akan menebal dengan kompensasi secara bertahap menjadi pelebaran arteri, tetapi sampai tahap tertentu lumen arteri tidak terpengaruh, fenomena tersebut dikenal sebagai remodelling.
  • Granulosit jarang terdapat dalam sel-sel inflamasi pada semua fase aterogenesis. Pada setiap tahap kejadian, respons inflamasi dimediasi oleh makrofag yang berasal dari monosit serta subtype limfosit T spesifik.
  • Inflamasi yang berlanjut menyebabkan meningkatnya jumlah makrofag dan limfosit, dimana keduanya berpindah dari darah dan bertambah jumlahnya dalam lesi. Aktivasi sel-sel tersebut menyebabkan pelepasan enzim-enzim hidrolitik, cytokines, chemokines, dan faktor pertumbuhan, yang dapat menginduksi kerusakan lebih lanjut yang bahkan dapat membawa pada kematian jaringan.
  • Akumulasi sel-sel monosit, migrasi dan proliferasi sel-sel otot polos dan pembentukan jaringan berserat (fibrous) akan menyebabkan terjadinya pembesaran dan restrukturisasi lesi, sehingga akan menjadi jaringan mati yang ditutupi oleh lapisan berserat dengan inti lipid, yang disebut sebagai lesi lanjut komplikasi.
  • Pada suatu saat, arteri tidak dapat lagi melakukan kompensasi dengan cara melebarkan diri, sehingga lesi akan masuk ke dalam lumen pembuluh darah dan mempengaruhi aliran darah.

LDL Termodifikasi

  • LDL dapat termodifikasi oleh proses oksidasi, glikasi (pada penderita diabetes), agregasi, berasosiasi dengan proteoglikan atau tergabung ke dalam kompleks imun.
  • LDL termodifikasi ini adalah penyebab utama terjadinya kerusakan pada endotelium dan sel-sel otot polos di bagian bawahnya.
  • Bila partikel-partikel LDL terkurung dalam arteri, maka partikel-pertikel tersebut akan mengalami oksidasi secara progresif, dan diinternalisasi oleh makrofag melalui reseptor pada permukaan sel tersebut (scavenger receptors). Internalisasi oleh makrofag menyebabkan terjadinya pembentukan peroksida lipid dan memfasilitasi akumulasi ester kolesterol, sehingga akhirnya terbentuk sel-sel busa (foam cells).
  • Derajat modifikasi terhadap LDL sangat bervariasi. Sekali termodifikasi dan diinternalisasi oleh makrofag, LDL akan mengaktivasi sel-sel busa.
  • Jadi penghilangan LDL termodifikasi sangatlah penting untuk menghindarkan terjadinya internalisasi oleh makrofag serta meminimalkan efek merusak LDL termodifikasi terhadap endotelium dan sel-sel otot polos.
  • LDL termodifikasi juga dapat menarik (chemotactic) monosit lain dan dapat meregulasi ekspresi gen macrophage colony stimulating factor serta monocyte chemotactic protein yang berasal dari sel-sel endotelial, sehingga LDL termodifikasi dapat meningkatkan respons inflamasi dari monosit dan pemasukan monosit baru ke dalam lesi aterosklerosis.
  • Respons inflamasi sendiri dapat memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan lipoprotein di dalam arteri. Secara spesifik, mediator inflamasi (seperti: tumor necrosis factor(a), interleukin-1, dan macrophage colony stimulating factor) dapat meningkatkan daya ikat LDL pada endotelium dan sel-sel otot halus serta meningkatkan transkripsi gen reseptor LDL.
  • Setelah berikatan dengan scavenger receptor, LDL termodifikasi akan memulai suatu rentetan proses intraseluler, termasuk diantaranya induksi urokinase dan sitokin inflamasi misalnya interleukin-1.

Antioksidan untuk melawan lesi aterosklerosis

Menurut percobaan, ternyata antioksidan dapat memperkecil ukuran lesi, serta dapat mengurangi terbentuknya fatty streak. Observasi tersebut memberikan dugaan bahwa antioksidan memberikan efek anti-inflamasi, yang mungkin terjadi melalui mekanisme pencegahan adhesi molekul monosit.
Antioksidan juga meningkatkan resistensi LDL terhadap oksidasi, dalam proporsi vitamin E dalam plasma darah. Konsumsi vitamin E ternyata berkorelasi negatif dengan terjadinya serangan jantung.
Pada percobaan klinis ternyata konsumsi vitamin E dapat mengurangi resiko timbulnya penyakit jantung.
Tapi ternyata antioksidan lain seperti β-karoten tidak memberikan efek menguntungkan seperti halnya vitamin E

Homosistein

Homosistein disintesis di dalam tubuh dari asam amino metionin. Homosistein bersifat toksik terhadap endotelium, juga bersifat pro-trombotik, dapat meningkatkan produksi kolagen, dan menurunkan ketersediaan nitrik oksida (NO) pada pembuluh darah.
Meningkatnya tekanan darah merupakan faktor resiko utama timbulnya penyakit kardiovaskuler. Tekanan darah yang tinggi akan memberikan tekanan yang kuat pada bagian dalam pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada bagian luar dari lapisan endotelium.
Pada tempat dimana terjadi kerusakan endotelium tersebut, homosistein akan menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas, yang bisa mengakibatkan inflamasi.Jadi homosistein merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada endotelium.
Oleh karena itu meningkatnya kadar homosistein dalam darah berhubungan dengan disfungsi endotelium akut, dan penyakit jantung koroner mempunyai hubungan dengan meningkatnya kadar homosistein dalam darah.
Tingginya kadar homosistein dalam plasma darah pada awalnya diduga berhubungan dengan aterosklerosis tingkat lanjut. Hal ini didasarkan pada penemuan hasil otopsi pada pasien dengan kelainan dalam enzim-enzim yang diperlukan untuk metabolisme homosistein. Pada pasien ini aterosklerosis berkembang pada masa kanak-kanak dan banyak diantaranya mengalami serangan jantung pertama pada umur 20 tahun.
Peningkatan kadar homosistein dalam darah dapat disebabkan oleh faktor kelainan genetik atau akibat defisiensi vitamin B6, B12, dan asam folat. Menurut penelitian ada korelasi negatif antara kadar homosistein dalam serum dengan konsumsi vitamin B6, B12, dan asam folat yang merupakan kofaktor dalam metabolisme homosistein. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa pemberian asam folat dan vitamin B6 dan B12 dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah yang tinggi, para ahli umumnya sepakat bahwa pemberian suplemen asam folat, atau kombinasi asam folat dengan vitamin B6 dan B12 merupakan cara yang efektif untuk memperbaiki hiperhomosisteinemia.

Hipertensi

Konsentrasi angiotensin II(angiotensin II ini bersifat vasokonstriktor kuat, mempersempit pembuluh darah akibat konstraksi dinding pembuluh darah), produk utama sistem renin-angiotensin sering meningkat pada penderita hipertensi.
Selain dapat meningkatkan tekanan darah, angiotensin II juga berkontribusi pada aterogenesis melalui stimulasi pertumbuhan sel-sel otot polos.
Angiotensin II dapat terikat pada reseptor spesifik sel-sel otot polos, mengakibatkan aktivasi fosfolipase C, sehingga meningkatkan konsentrasi kalsium intraseluler dan kontraksi otot polos, meningkatkan sintesis protein, dan menyebabkan hipertrofi otot polos.
Angiotensin II juga meningkatkan aktivitas lipoksigenase otot polos, yang dapat meningkatkan inflamasi dan oksidasi terhadap LDL.
Hipertensi juga mempunyai aksi pro-inflamasi, meningkatkan pembentukan hidrogen peroksida, dan radikal bebas seperti anion superoksida dan radikal hidroksil dalam plasma.
Radikal bebas ini akan mengurangi pembentukan nitrik oksida (NO) oleh endotelium, meningkatkan adhesi leukosit, dan meningkatkan resistensi periferal.

Suplemen untuk mencegah timbulnya aterosklerosis

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam darah dapat diturunkan dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan yang dapat larut.
Suplemen NutriBurst dari Synergy mengandung 18 macam serat makanan yang baik untuk menjaga kadar kolesterol LDL Anda agar tetap normal.
Disamping itu NutriBurst juga mengandung vitamin-vitamin (A, D, riboflavin, tiamin, niasin, asam pantotenat, B6, asam folat, B12, C, E, biotin); mineral-mineral (kalsium, yodium, seng, tembaga, kromium, besi, fosfor, magnesium, selenium, mangan, molibdenum) yang sangat lengkap.
Kebutuhan vitamin E yang dianjurkan per hari adalah sebanyak 30 IU. Kandungan vitamin E pada NutriBurst adalah 14,5 IU per sendok takar, jadi jika dikonsumsi sehari 3 kali maka akan mencukupi kebutuhan vitamin E Anda. Vitamin E ini sangat penting untuk melawan lesi aterosklerosis.
Kandungan asam folat, vitamin B6 dan B12 dalam NutriBurst sangat efektif untuk mengurangi kadar homosistein dalam darah, seperti yang sudah dibahas di atas, homosistein ini dapat merusak endotelium pembuluh darah.
Selain itu Synergy juga menghadirkan khasiat garlic (bawang putih) yang efektif menurunkan kadar kolesterol darah melalui produk Garlic
Mistica dan Liquid Chlorophyll dapat dipertimbangkan sebagai sumber antioksidan yang berlimpah (selain ada khasiat lain yang luar biasa lho 🙂 ).
ProArgi-9 yang efektif untuk membantu memperlebar pembuluh darah dengan memasok l-arginine yang menghasilkan NO untuk mengkompensasi NO yang ‘dicolong’ oleh radikal bebas.
Spirulina tidak boleh dilewatkan karena juga mengandung vitamin B dan asam folat, dan kandungan antioksidannya yang luar biasa (memiliki skor ORAC 24.000 !)

Dalam artikel selanjutnya saya akan membahas tentang makanan apa yang harus dihindari dan makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk mencegah berkembangnya penyakit kardiovaskuler. Ikuti terus artikel keren di tipscarahidupsehat.com

January 22, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Cara Menjaga Kesehatan Usus Besar

NutriBurst Synergy Bermanfaat Untuk Detoksifikasi Usus Besar

Pembuangan racun dari tubuh

Makanan yang tidak berhasil dicerna, bersama-sama sel-sel epitel usus yang rusak, akan menuju ke usus besar (colon) dan diubah menjadi menjadi feses. Di sini sisa-sisa makanan tersebut akan mengalami pembusukan, di usus besar juga terjadi sintesa vitamin K dengan bantuan bakteri Escherichia coli.
Semua racun (entah itu racun hasil metabolisme atau dari kontaminan yang terbawa masuk ke dalam tubuh) yang akan dibuang dari tubuh umumnya bermuara ke usus besar, jika usus besar berfungsi dengan baik maka eliminasi racun akan terjadi setiap hari. Pencernaan yang lemah akibat kurang enzim pencernaan, rendahnya serat yang dikonsumsi, dan ketidakseimbangan flora bakteri dalam usus besar akan berdampak pada kemampuan usus besar untuk membuang racun. Jika feses tidak bisa dikeluarkan, maka feses akan mengendap di dinding usus besar, dan bisa menimbulkan berbagai penyakit pada saluran pencernaan ini. Ketika fungsi usus besar terganggu atau kelebihan racun, maka racun bisa terserap kembali ke dalam pembuluh darah dan dikirim ke hati. Itulah tanda bahwa tubuh mengalami kelebihan racun. Kondisi ini terjadi ketika organ detoksifikasi dan eliminasi kewalahan menghadapi banyaknya racun sehingga tidak dapat mendetoksifikasi tubuh dengan baik. Pada kondisi ini penyakit-penyakit kronik bisa muncul.

Peran bakteri dalam usus besar

Di dalam usus hidup berbagai jenis bakteri, lebih dari 100 spesies yang berbeda dengan jumlah yang sangat besar (diperkirakan 100 triliun bakteri). Bakteri-bakteri yang menghuni usus manusia dinamakan bakteri saluran usus. Bakteri-bakteri itu hidup bersama dengan mikroba lain secara kolektif, triliunan bakteri yang menghuni usus manusia itu sebenarnya hidup secara tertib menurut suatu sistem dan menempati tempat tertentu bagaikan berbagai jenis vegetasi di pegunungan yang tampak tidak teratur, namun sebenarnya tiap-tiap kelompok vegetasi tersebut menempati lokasi yang spesifik, dan keseluruhan vegetasi membentuk suatu karakter flora yang terpola. Karena alasan itulah kelompok bakteri yang menghuni usus disebut bakteri flora usus atau disingkat sebagai flora usus saja.
Bakteri yang sangat banyak tersebut, digolongkan menjadi 2 jenis: bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik di antaranya adalah Lactobacillus dan Bifidobacteria, sedangkan contoh bakteri jahat antara lain Escherichia coli, Clostridium perfringence, Salmonella, dan Staphylococcus.
Di dalam usus, kedua jenis bakteri ini saling ‘berperang’, dan proses ‘peperangan’ yang terjadi tersebut ternyata mengandung konsekuensi serius terhadap kesehatan tubuh manusia, serta erat kaitannya dengan peluang terjadinya penyakit.

Lactobacillus dan Bifidobacteria yang merupakan bakteri asam laktat sangat vital perannya dalam usus. Seorang ilmuwan Rusia penerima hadiah Nobel tahun 1903, Ellie Metchinikoff, mengatakan bahwa proses penuaan manusia merupakan suatu proses intoksikasi (peracunan) kronis yang disebabkan oleh beberapa senyawa ‘busuk’ yang dihasilkan bakteri yang terdapat di dalam usus. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah penyakit dapat dicegah bila kita bisa menjaga keseimbangan flora usus ke arah bakteri asam laktat yang menguntungkan.

Bifidobakteri berperan sebagai faktor kunci dalam kesehatan individu dari segala usia. Pada bayi berusia 24 jam, bakteri mulai berkembang dan mengadakan kolonisasi dalam saluran ususnya. Namun demikian, bakteri yang tumbuh dalam usus bayi pada awalnya tergolong bakteri jahat seperti Coliform, Entericocci, Staphylococci, dan Clostridia.
Namun, setelah bayi berusia 4 hari, jenis bakteri baik seperti Lactobacilli dan Bidobacteri mulai berkembang biak dan mendesak bakteri jahat yang telah ada sebelumnya. Akhirnya usus bayi didominasi oleh bakteri baik Bifidobacteria. Sejak itulah flora usus bayi menjadi stabil. Karena ini pula, setelah flora usus bayi stabil, biasanya diare yang terjadi pada awal kehidupan bayi akan berkurang dan menghilang.
Bayi yang mendapat susu formula, populasi bakteri jahat dalam ususnya, khususnya Coliform dan Enterococci, 10 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI. Inilah mengapa bayi yang diberi ASI tumbuh dengan baik dan memiliki kesehatannya yang lebih prima.

Bila jumlah bakteri jahat atau bakteri pembusuk meningkat di dalam usus, khususnya Coliform, Welch’s bacillus dan Bacteriodes, maka akan terjadi senyawa-senyawa busuk yang dapat mengganggu kesehatan manusia seperti ammonia, amine, phenol, indol, dan skatol. Senyawa-senyawa tersebut merupakan hasil pecahan dari protein dan asam amino yang berlebihan. Akibatnya akan terjadi banyak gangguan fungsi organ tubuh, dan sejak itu proses penuaan dapat menjalar dengan cepat. Dalam tubuh manusia yang sehat, senyawa-senyawa busuk tersebut dinetralisir di hati dan dikeluarkan melalui feses dan urine. Tapi jika produksi senyawa ‘busuk’ meningkat drastis, proses netralisasi tidak bisa berjalan sempurna. Akibatnya sebagian senyawa busuk dan beracun akan memasuki darah dan beredar ke seluruh tubuh. Bila hal ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun, akan merangsang timbulnya berbagai penyakit seperti gagal hati, kanker, dan dapat penuaan dini.

Beberapa jenis bakteri asam laktat diketahui mampu menekan produksi senyawa karsinogen dalam usus. Selain itu juga mampu merangsang immunitas sedemikian rupa sehingga membantu pencegahan penyakit kanker dan berbagai penyakit infeksi.
Bifidobakteria dan Lactobacilli dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi infeksi saluran usus dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri jahat, mengurangi kadar lemak dalam darah, dan meningkatkan respons immunitas. Bakteri-bakteri tersebut berperan dalam perlindungan terhadap serangan kanker usus.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk mempertahankan populasi yang tinggi bagi bakteri baik. Usaha meningkatkan jumlah bakteri baik serta aktivitasnya di dalam usus besar dilakukan dengan cara mendesak laju pertumbuhan bakteri jahat. Hal ini dapat dilakukan melalui diet makanan yang baik, karena pada dasarnya makanan dapat didesain khusus untuk berperan positif dalam meningkatkan populasi bakteri baik.

Makanan probiotik dan prebiotik

Probiotik merupakan bakteri hidup yang diberikan melalui mulut sebagai tambahan menu sehari-hari. Banyak spesies bakteri telah lama digunakan sebagai probiotik, sebagian besar merupakan bakteri asam laktak seperti Lactobacilli, Streptococci, Enterococci, dan Bifidobacteria. Saat ini mulai pula digunakan bakteri seperti Bacillus spp dan Saccharomyces sebagai probiotik.
Prebiotik merupakan makanan (nonbakteri) yang tidak dapat dicerna manusia (seperti serat makanan), namun berguna bagi bakteri penghuni usus besar (colon). Prebiotik akan meningkatkan pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik yang berada dalam usus besar.
Beberapa jenis prebiotik yang kini populer adalah oligosacharida dan lactulose. Selain itu, telah dikembangkan pula berbagai senyawa khusus yang cocok bagi pertumbuhan bakteri baik, khususnya Bifidobacteria. Di antaranya ada yang rasanya manis dan rendah kalori.
Probitik dan prebiotik adalah kelompok pangan fungsional yang sedang berkembang pesat saat ini. Adapun pangan fungsional adalah makanan yang dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar akan energi dan gizi, namun juga memberi manfaat tambahan secara nutrisional dan fisiologis pada konsumen. Di Eropa, pasar produk yughurt probiotik pada tahun 1997 mencapai 65 persen dan susu probiotik mencapai 23 persen dari total pangan fungsional yang dipasarkan.

Cara detoksifikasi usus besar

  • Banyak makan serat setiap hari, menggantikan konsumsi produk biji-bijian hasil rafinasi dan menggantinya dengan produk biji-bijian yang belum diolah. Banyak makan sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Hal ini akan membantu memperbanyak volume feses dan melunakkannya sehingga mudah dikeluarkan.
  • Minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari, air akan memperlancar kerja usus besar
  • Hentikan mengkonsumsi gula buatan, disarankan untuk mengkonsumsi gula yang didapat secara alami dari buah-buahan dan sayuran. Gula merupakan media yang baik bagi pertumbuhan flora usus besar yang jahat. Disarankan untuk mengkonsumsi suplemen probiotik untuk meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus besar.
  • Jika selama ini kita tidak pernah melakukan diet total atau belum pernah menjalankan metoda pembersihan usus besar, maka hampir bisa dipastikan terjadi penumpukan feses lama di dalam usus besar kita. Tapi ada bahan yang bisa digunakan untuk mengeluarkan tumpukan sisa feses ini seraya memperbaiki kinerja peristaltik dan membantu lubrikasi dinding usus besar. Supplemen-suplemen ini bisa digunakan: jahe, adas, haritaki (termilia chebula), cape aloe (sejenis lidah buaya), senna, dan barberry rootbark. Gel atau jus lidah buaya juga bisa digunakan untuk mengeluarkan sisa-sisa feses yang bertumpuk di usus besar.
  • Berolahraga juga sangat baik karena dapat membantu meningkatkan peristaltik usus besar

NutriBurst adalah produk Synergy yang mengandung 18 macam serat makanan prebiotik yang sangat baik untuk memelihara flora usus besar; disamping itu NutriBurst juga mengandung vitamin-vitamin (A, D, riboflavin, tiamin, niasin, asam pantotenat, B6, asam folat, B12, C, E, biotin); mineral-mineral (kalsium, yodium, seng, tembaga, kromium, besi, fosfor, magnesium, selenium, mangan, molibdenum) yang sangat lengkap. Anda harus mempertimbangkannya sebagai suplemen yang menyehatkan.

Jus untuk kesehatan usus besar

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 1 – Jus wortel
Bahan: 5 batang umbi wortel ukuran besar
Khasiat: Wortel bermanfaat untuk membantu regenerasi membran-membran mukosa pada dinding usus besar, karena wortel merupakan sumber vitamin A yang berlimpah yang dibutuhkan untuk kesehatan membran mukosa dalam tubuh. Serat wortel juga baik untuk membentuk feses.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 2 – Jus apel dan pir
Bahan: 2 buah apel, 2 buah pir
Apel dan pir tidak usah dikupas kulitnya, karena kulitnya digunakan untuk menambah jumlah serat di dalam jus.
Khasiat: Jus apel dan pir ini sangat baik untuk membantu gerakan peristaltik usus besar, sehingga juga berfungsi sebagai obat sembelit yang baik.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 3 – Jus lemon
Bahan: 2 buah lemon (diambil daging buahnya), air untuk melarutkan
Khasiat: Jus ini sangat baik dikonsumsi dalam keadaan perut kosong sebelum sarapan. Membantu gerakan peristaltik usus, juga baik untuk ginjal dan hati. Juga dapat membuat suasana alkaline dalam saluran pencernaan.

Jus untuk pembersihan tubuh secara total 4 – Jus apel, wortel, lemon
Bahan: 4 batang wortel, 1 buah apel, 1 buah lemon
Khasiat: Jus ini sangat baik untuk usus besar, dapat digunakan sebagai metoda awal untuk membersihkan usus besar.

January 21, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Detoksifikasi Untuk Memperbaiki Fungsi Hati

Cara detoksifikasi tubuh

Detoksifikasi adalah proses alami tubuh untuk menetralkan dan mengubah bentuk racun (toksin) dalam tubuh agar racun tersebut dapat dibuang ke luar tubuh. Organ tubuh yang berfungsi untuk membuang racun adalah: hati (lever), ginjal, usus besar, paru-paru, dan kelenjar keringat di kulit. Detoksifikasi adalah proses penyaringan toksin dari sel-sel tubuh, organ, dan aliran darah; yang dilanjutkan dengan proses pembuangan (pembersihan) toksin dari dalam tubuh. Jika kedua proses itu berlansung dengan baik, maka kesehatan yang baik akan tercapai. Namun jika toksin terus bertambah dan menumpuk di dalam tubuh, dan organ-organ tersebut kewalahan membuangnya, maka penyakit kronis akan muncul.

Detoksifikasi HatiTubuh memiliki 5 organ utama yang berperan penting dalam proses detoksifikasi. Organ-organ itu dikenal dengan nama 5 organ eliminasi, yaitu: hati, ginjal, usus besar, paru-paru, dan kulit. Hati merupakan organ utama untuk menyaring racun, sedangkan usus besar, ginjal, paru-paru, dan kulit adalah organ-organ tubuh yang membuang racun dari dalam tubuh.
Sel-sel hati mengandung lebih banyak enzim detoksifikasi dibandingkan sel-sel jaringan lain di dalam tubuh, dan sebagian besar proses detoksifikasi dimulai pada hati.
Oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas tentang bagaimana cara menguatkan fungsi hati sebelum atau seiring dengan berjalannya program detoksifikasi Smart Detox, karena dengan semakin baiknya fungsi hati maka proses detoksifikasi untuk seluruh tubuh akan semakin lancar.

Detoksifikasi oleh hati

Hati adalah organ utama detoksifikasi yang memiliki 2 fungsi:

  • Menyaring racun dari aliran darah
  • Mengubah racun agar dapat dengan mudah dibuang dari tubuh, fungsi ini disebut konjugasi. Hati akan menggunakan enzim tertentu untuk menetralkan racun menjadi suatu bentuk yang dapat dikeluarkan tubuh, misalnya banyak racun yang bisa dihancurkan dengan lemak, artinya dapat dengan mudah larut dalam lemak. Makanan diproses dalam lambung dan usus kecil, produk-produk yang berguna akan diserap, dimetabolisme, dan sampahnya dibuang melalui sistem detoksifikasi: 75% melalui hati. Toksin berbahaya yang tidak larut dalam air akan dipecahkan dengan enzim tertentu, sehingga dapat larut dalam air lalu disalurkan ke ginjal dan usus besar.

Gangguan fungsi hati

Jika kita ingin mendetox tubuh kita, maka kita harus mengoptimalkan dulu fungsi hati agar racun yang akan dibuang tidak kembali ke dalam tubuh melalui penyerapan kembali di usus besar.
Hati semakin lemah ketika kita terbiasa ‘menyiksa’ tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang dapat membentuk asam, makanan yang menggunakan bahan pengawet & pewarna yang dilarang, dan makanan tidak menyehatkan lainnya dalam waktu yang lama. Masalah yang kadang terjadi adalah tubuh kesulitan membuang racun yang hanya dapat larut dalam lemak. Hati menggunakan berbagai enzim untuk memecah racun tersebut dan membuatnya larut dalam air. Setelah itu dilakukan, maka hati akan mengirim racun ke ginjal, dan racun akan dibuang bersama urin.
Toksin yang tidak dapat diubah akan tetap tertinggal dan menumpuk di dalam sel lemak tubuh. Pembuangan sampah hati yang berlebihan akan menambah jumlah racun yang masuk ke dalam aliran darah. Racun-racun itu dapat menetap di ginjal, paru-paru, kulit, atau sistem limfatik. Dari sini toksin akan terus melimpah dan menetap di dalam tubuh.
Jika hati terlalu banyak mengandung racun, ia tidak akan cukup memproduksi enzim konversi, sehingga tidak dapat menetralkan toksin. Hal ini cukup berbahaya karena tubuh akan mendorong toksin ke dalam jaringan penyimpanan lemak dan menetap disana. Ketika hati menerima terlalu banyak beban dan menjadi lemah, maka akan menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel tidak mampu membersihkan sampah hasil metabolismenya sendiri.
Semua sari makanan yang diserap usus halus langsung masuk ke hati melalui portal nadi. Hati dan usus harus berurusan dengan zat kimia berbahaya yang berasal dari makanan yang tidak baik/beracun. Pewarna/pengawet makanan, logam berat, minyak goreng yang sudah tidak layak dikonsumsi semuanya dapat mengganggu hati dan sistem pencernaan. Karena itu membersihkan usus juga sangat penting bagi upaya ‘meremajakan’ hati.

Menjaga kesehatan hati

Hati dapat membuang racun dari dalam tubuh selama hati dalam kondisi sehat, oleh karena itu peliharalah hati. Kunci hati yang kuat adalah pembersihan. Membersihkan saluran pencernaan adalah hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan guna membantu hati. Herbal dan suplemen gizi tertentu seperti antioksidan dan diet yang tepat sangat efektif dalam membantu membersihkan dan memperbaiki fungsi hati. Konsumsi lemak juga mesti dikurangi untuk mengurangi resiko perlemakan hati yang akan mengganggu fungsinya. Bagi yang suka mengkonsumsi makanan berlemak, perlu dipertimbangkan untuk mengkonsumsi supleman conjugated linoleic acid (CLA) yang dapat membantu membuang kelebihan lemak di tubuh. Konsumsi CLA secara rutin dapat mengurangi lemak di tubuh sekaligus meningkatkan massa otot.
Demikian pula untuk membuang berbagai zat kimiawi dan logam berat, tubuh membutuhkan bantuan nutrisi khusus seperti functional medicine. Kombinasi berbagai zat gizi dan antioksidan yang terdapat dalam functional medicine dapat membantu proses pembersihan tubuh dari racun logam berat. Beberapa bahan yang terkandung dalam functional medicine contohnya adalah DMSA (dimercaptosuccinic acid), chlorella, allicin, N-acetyl-L-cysteine, alpha-lipoic acid), spirulina.
Spirulina adalah produk dari Synergy yang dipakai dalam Program Smart Detox. Spirulina adalah suplemen dengan kandungan vitamin dan mineral yang sangat lengkap, dan memiliki skor ORAC (oxygen radical absorbance capacity) melebihi 24.000, mengandung karoten dan beta-karoten, serta memiliki kemampuan untuk mengikat logam berat.

Makanan untuk kesehatan hati

Hati memiliki ratusan fungsi penting, salah satu fungsi utamanya adalah membersihkan darah dan membuang racun serta limbah hasil metabolisme. Dengan banyaknya kandungan toksin yang masuk ke dalam tubuh kita dalam kehidupan modern ini maka kita harus benar-benar rajin membantu agar hati kita tetap bersih sehingga ia pun dapat menjaga tubuh kita agar bebas racun. Diperlukan nutrisi tertentu yang dapat membersihkan hati. Antioksidan seperti beta-karoten, vitamin C, E, dan N-acetyl cystein adalah zat-zat pembersih hati yang sangat baik. Selain itu vitamin B2 (riboflavin) dan niasin juga dapat membantu proses pembersihan hati, vitamin E dapat mengurangi jaringan parut di hati yang dapat mengarah pada terjadinya sirosis.
Sumber vitamin C: semua jenis buah jeruk, berry, kiwi, brokoli, ketimun, dan bayam
Sumber vitamin E: blackberry, apel, kiwi
Sumber beta-karoten: wortel, black berry, semangka, peach, kiwi, kale, bayam, brokoli.
Kubis, toge brussel, dan cauliflower juga terbukti sangat baik untuk hati. Kita juga dapat menambahkan susu thistle sebagai suplemen dalam diet untuk detoksifikasi hati.

Manfaat glutation untuk tubuh

Glutation adalah antioksidan yang paling kuat, yang terbaik untuk melawan radikal bebas, sehingga sangat ampuh dalam membantu proses detoksifikasi. Jumlah glutation yang banyak sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi hati, glutation ini akan sangat mengurangi beban hati dari kandungan racun di dalamnya. Meskipun glutation dihasilkan di dalam tubuh (antioksidan endogen), namun jika racun banyak terdapat dalam tubuh maka kadar glutation ini menjadi tidak cukup. Tapi ada makanan yang dapat membantu meningkatkan kadar glutation dalam tubuh. Makanan itu adalah: asparagus, bayam, kubis, brokoli, toge brussel. Selain itu asupan vitamin C juga membantu kinerja glutation.

Cara detoksifikasi hati

Detoksifikasi dan perbaikan fungsi hati membutuhkan hal-hal ini:

  • Herbal/tumbuhan obat untuk membersihkan dan membangun kembali hati, antara lain: akar jombang (dandelion) Taraxacum officinale, umbi-umbian, dan wortel yang kaya kandungan karotenoid
  • Nutrisi tertentu untuk membuang lemak, misalnya artichoke
  • Nutrisi tertentu untuk menguatkan dan melindungi hati: lemon, temulawak, kunyit, petai, paria
  • Pola makan yang benar
  • Suplemen Spirulina dari Synergy

Makanan untuk menguatkan hati:

  • Makanan kaya protein seperti daging sapi, telur, ikan
  • Sayuran berdaun hijau, teh hijau
  • Buah-buahan  yang bersifat alkalin seperti lemon, alpukat, apel, delima
  • Sayuran yang rasanya pahit seperti paria

Program Smart Detox dapat memberikan semua keperluan untuk detoksifikasi itu

Maximum Protein: memberikan asupan protein, CLA
NutriBurst: memberikan asupan serat makanan (larut dan tidak larut) untuk membuang kelebihan lemak, vitamin-vitamin, mineral-mineral
Liquid Chlorophyll: memberikan asupan klorofil, antioksidan kuat, menciptakan suasana alkaline dalam tubuh
Spirulina: memberi asupan vitamin-vitamin dan mineral-mineral, antioksidan kuat, mengikat logam berat
ProArgi-9: membantu mengurangi lemak tubuh

Walaupun Anda sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup selama menjalankan Program Smart Detox, Anda dapat mengambil manfaat dari mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, jus adalah pilihan terbaik.
Jus dari sayuran dan buah-buahan yang disebutkan di atas sangat baik untuk menjaga kesehatan hati, Anda dapat menjadikannya ‘cemilan’ saat melakukan program Smart Detox  🙂

Jus untuk kesehatan hati

Jus untuk kesehatan hati 1: Glutathione Boost
Bahan: 20 kepala asparagus, 1 cangkir kepala bunga brokoli, 1 buah apel

Jus untuk kesehatan hati 2: Super Dose Antioxidant Vitamins
Bahan: 3 cangkir blackberry, 2 buah kiwi

Jus untuk kesehatan hati 3: Beta Caroten Super Dose
Bahan: 5 batang umbi wortel organik ukuran besar

Jus untuk kesehatan hati 4: Cruciferous Medley
Bahan: 2 cangkir kepala bunga brokoli, 1 cangkir kubis (kol),1 cangkir kol kembang (hanya bunganya saja), 4 batang umbi wortel ukuran besar

Jus untuk detoksifikasi tubuh 1: Glutathione Super Boost

Jus untuk detoksifikasi tubuh 2: Super Antioxidant Berries
Bahan: 1 cangkir blackberry, 1 cangkir blueberry, 1 cangkir raspberry, 1 cangkir strawberry
* Catatan: jus ini menggunakan buah-buahan impor yang tidak tumbuh di Indonesia dan harganya mahal, lebih praktis dan murah jika Anda mengkonsumsi produk Synergy Mistica karena mengandung semua berries ini, malahan lebih lengkap.

Jus untuk detoksifikasi tubuh 3: Bile Booster
Bahan: 2 cangkir bayam, 3 batang umbi wortel, 1/2 buah apel

Jus untuk detoksifikasi tubuh 4: Jus Semangka
Bahan: 1/4 buah semangka ukuran sedang

Jus untuk detoksifikasi tubuh 5: Apel Dan Kiwi
Bahan: 2 buah apel, 2 buah kiwi

January 20, 2014
by Kie Eng Tjun
0 comments

Membatasi Masukan Kalori Ke Dalam Tubuh

diet smart detox

Membatasi masukan kalori bukan hanya dilakukan untuk menurunkan berat badan seperti pada program diet menurunkan berat badan konvensional. Walaupun berakibat pada turunnya berat badan, akan tetapi membatasi masukan kalori harus dijadikan gaya hidup sehat dalam konsumsi pangan yang akan membawa pada bertambahnya umur harapan hidup.
Pembatasan masukan kalori ini tidak hanya membatasi jumlah kalori yang masuk, yang terutama berasal dari karbohidrat dan lemak, tapi juga diiringi dengan memperbanyak konsumsi makanan segar alami seperti sayuran, buah-buahan, serelia, kacang-kacangan, sumber-sumber asam lemak omega-3 seperti ikan laut.
Kebutuhan energi untuk metabolisme basal akan menurun seiring dengan bertambahnya umur, atau dengan kata lain kecepatan metabolisme tubuh menurun. Apabila konsumsi pangan jumlahnya tetap sama dengan saat masih muda dulu, maka makanan tersebut akan lebih banyak dikonversi menjadi lemak daripada menjadi otot, sehingga akan menimbulkan kegemukan akibat terakumulasinya lemak dalam tubuh. Oleh karena itu  untuk meminimalkan akumulasi lemak konsumsi energi harus dikurangi, dan hanya mengkonsumsi energi sejumlah yang cukup untuk mempertahankan fungsi optimal tubuh.

Konsumsi makanan secara berlebihan juga akan menghasilkan oksidasi yang berlebihan, yang berakibat pada produksi radikal bebas yang lebih banyak, sehingga membatasi konsumsi makanan berarti juga akan mengurangi produksi radikal bebas dalam tubuh. Banyak bukti ilmiah yang mengungkapkan bahwa membatasi masukan kalori merupakan suatu cara untuk memperlambat proses penuaan.
Di Okinawa, Jepang jumlah penduduk yang berumur lebih dari 100 tahun per 100.000 populasi adalah empat kali lebih besar dibandingkan dengan di daerah lain di Jepang. Dari sudut pandang konsumsi pangan, ternyata penduduk Okinawa mengkonsumsi sayuran tiga kali lebih banyak, mengkonsumsi ikan dua kali lebih banyak, dan mengkonsumsi energi sepertiganya dibandingkan dengan standar konsumsi pangan yang berlaku di Jepang. Memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengerti secara mendalam tentang mekanisme bagaimana pembatasan kalori dapat berdampak pada memperpanjang umur. Akan tetapi tak dapat disangkal lagi bahwa metoda ini bisa bekerja dengan baik.

Pembatasan kalori tidak sama dengan malnutrisi, kelaparan, atau puasa berkepanjangan; karena keadaan-keadaan ini justru mempercepat proses penuaan yang diakibatkan terjadinya defisiensi zat-zat gizi. Selama terjadinya malnutrisi, protein dari beberapa otot tubuh dan struktur organ dirombak untuk diubah menjadi energi, dan hal ini bersifat sangat destruktif bagi tubuh. Tubuh akan ‘dimakan’ sendiri sehingga menjadi rusak.

Jika dilaksanakan dengan benar (disertai dengan asupan nutrisi yang diperlukan tubuh), program pembatasan masukan kalori akan memberikan semua nutrisi yang diperlukan tubuh tanpa mengakibatkan kerja organ tubuh terlalu berat, sehingga sistem organ tubuh dapat berfungsi secara optimal. Tubuh manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah sistem umpan balik yang dapat secara otomatis meregulasi dirinya sendiri. Bila kita mengkonsumsi pangan melebihi dari apa yang diperlukan tubuh, maka sistem organ tubuh akan bekerja keras untuk mencerna makanan, menyerap dan memetabolisme zat-zat gizi, serta menyimpan kelebihan zat gizi yang tidak dipakai tubuh dalam bentuk lemak. Sedangkan bila kita membatasi konsumsi pangan sampai sebatas yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari, maka tubuh secara otomatis akan menurunkan kecepatan metabolisme basal untuk menghemat energi. Dengan cara itulah maka tubuh dapat bertahan terhadap pembatasan kalori, menyesuaikan diri dengan keadaan baru (yang lebih sehat!)

Apa yang terjadi dalam tubuh bila kita membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi?
Pertama, kerja yang harus dilakukan tubuh untuk mencerna makanan, serta menyerap dan memetabolisme zat-zat gizi berkurang, hal ini akan menyebabkan stress oksidatif juga berkurang, yang juga berarti lebih sedikit radikal bebas yang dihasilkan.
Kedua, kecepatan metabolisme tubuh secara otomatis akan berkurang karena disesuaikan dengan kebutuhan energi yang berkurang.
Ketiga, dengan melambatnya aktivitas sistem organ berarti memberi kesempatan bagi organ untuk lebih lama ‘beristirahat’ sehingga akan memperpanjang ‘masa pakai’ organ-organ tersebut. Karena organ-organ tubuh berada dalam keadaan sehat, maka umur harapan hidup bertambah.

Keuntungan fisiologis melaksanakan pembatasan masukan kalori:

  • meningkatkan umur harapan hidup
  • meningkatkan kemampuan belajar, ingatan lebih tajam
  • meningkatkan jumlah reseptor neurotransmitter dalam otak, ingatan lebih jernih
  • menurunkan akumulasi lemak dalam tubuh, bentuk tubuh lebih baik
  • menurunkan kadar insulin, mengontrol kadar gula lebih baik
  • menurunkan resiko kanker, kerusakan oksidatif lebih sedikit
  • menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, lebih sedikit stress terhadap sistem kardiovaskuler
  • menurunkan tingkat kehilangan massa tulang, lebih sedikit terpengaruh osteoporosis

Sumber energi utama bagi manusia adalah karbohidrat (pati dan gula). Karbohidrat dapat mempertahankan kadar gula (glukosa) darah. Konsumsi karbohidrat yang cukup dapat mencegah degradasi protein tubuh. Tubuh manusia menggunakan protein untuk membentuk & memperbaiki sel-sel tubuh. Apabila konsumsi karbohidrat kurang, maka tubuh akan mendegradasi protein untuk memproduksi energi. Keadaan ini akan mengganggu fungsi utama protein yaitu untuk membentuk jaringan, enzim-enzim, hormon-hormon dan sebagainya. Meskipun dalam tubuh dapat terjadi proses glukoneogenesis (merubah simpanan gula dalam bentuk glikogen dalam hati) namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga karbohidrat harus tetap disuplai dari makanan.

Terdapat dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana secara umum dikenal sebagai gula, sebagai sumbernya antara lain gula pasir (sukrosa), permen, soft drink, makanan yang manis-manis, produk bakery. Produk seperti ini hanya memberikan energi tapi sedikit atau hampir tidak mensuplai mineral dan vitamin. Konsumsinya harus dihindari atau dikurangi.
Karbohidrat kompleks selain mengandung pati juga mengandung serat makanan disamping juga mengandung vitamin dan mineral. Sumbernya adalah biji-bijian, serelia, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

Jika kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks maka pertama-tama karbohidrat akan dicerna dalam mulut oleh enzim amilase dari air liur, kemudian masuk ke dalam lambung, dan sedikit demi sedikit dialirkan ke usus halus. Di dalam usus halus pencernaan akan dilanjutkan oleh enzim amilase pankreas menghasilkan glukosa yang kemudian diserap oleh usus halus dan dialirkan ke dalam darah; sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Pankreas memproduksi hormon insulin yang dialirkan ke dalam darah juga. Insulin akan mentranspor glukosa ke dalam sel, dan sel-sel tubuh akan menggunakan glukosa tersebut sebagai sumber energi, atau menyimpannya dalam bentuk glikogen atau lemak. akhirnya setelah beberapa jam kadar gula dalam darah kembali ke level normal.
Jika kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana, tidak akan terjadi proses pencernaan baik dalam mulut, lambung, maupun usus halus; dan gula (glukosa) langsung diserap oleh usus halus dan dialirkan ke dalam darah, sehingga dalam waktu singkat kadar gula darah meningkat. Sedangkan jika kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks, dibutuhkan waktu antara 1 sampai 4 jam sampai usus halus dapat menyerap semua glukosa. Karbohidrat kompleks disusun oleh puluhan sampai ratusan molekul glukosa , sehingga diperlukan waktu yang relatif lama untuk mencernanya dan akhirnya dapat menyerap glukosa yang dihasilkan. Oleh karena itu kadar gula dalam darah akan meningkat secara perlahan dan kemudian cepat menurun lagi karena adanya kerja hormon insulin, sehingga dapat dikatakan kadar gula dalam darah tetap stabil pada level normal.

Terdapat alasan lain mengapa karbohidrat kompleks sangat penting:
Pertama, karena mengandung serat makanan tidak larut (IDF, insoluble dietary fiber, IDF) yang berguna untuk mencegah konstipasi (sembelit, susah buang air besar), yang kemudian dihubungkan dengan timbulnya kanker usus besar. Selain itu serat pangan tidak larut dapat mencegah timbulnya penyakit wasir (ambeien), karena serat itu dapat membentuk feses yang berukuran besar dan lunak.
Kedua, karena mengandung juga serat makanan larut (soluble dietary fiber, SDF) yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam plasma darah.
Ketiga, karena karbohidrat kompleks tidak banyak mengandung lemak tapi kandungan zat-zat gizi lainnya (misalnya vitamin dan mineral) cukup tinggi.
NutriBurst adalah produk Synergy yang mengandung kedua macam serat makanan tersebut, disamping mengandung vitamin-vitamin (A, D, riboflavin, tiamin, niasin, asam pantotenat, B6, asam folat, B12, C, E, biotin); mineral-mineral (kalsium, yodium, seng, tembaga, kromium, besi, fosfor, magnesium, selenium, mangan, molibdenum) yang sangat lengkap. Anda harus mempertimbangkannya sebagai suplemen yang menyehatkan.

Jumlah konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah sebagai berikut: sekitar 50-55% dari jumlah kalori yang dikonsumsi per hari sebaiknya berasal dari karbohidrat. Dari jumlah tersebut sekitar 45 – 50% sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks, dan 5  – 10% sisanya dapat berasal dari karbohidrat sederhana. Jadi sebagai sumbernya harus dipertimbangkan dari mana saja datangnya.
Harus diperhatikan juga makanan-makanan jenis apa yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, dan jenis makanan apa yang lambat. Indeks glikemik menunjukkan sejauh mana terjadi peningkatan kadar gula (glukosa) darah setelah kita mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.

Bahan makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi

  • Bahan makanan yang mengandung gula, madu, molase, dan sirup
  • Semua produk hasil olahan terigu: jenis roti putih
  • Biji-bijian termasuk beras, jagung dan hasil olahannya
  • Semua jenis sereal, kecuali yang disebutkan di bawah
  • Pasta, kental dan bentuknya besar
  • Buah-buahan seperti pisang, semangka, nanas, anggur, durian
  • Sayuran seperti wortel manis, bit, turnips, parsnips, termasuk kentang dan jagung
  • Makanan ringan (snack) terutama yang berasa manis, keripik kentang, keripik jagung, pop-corn, kue basah, pretzel
  • Minuman beralkohol

Bahan makanan dengan nilai indeks glikemik rendah

  • Pemanis buatan yang aman dikonsumsi
  • Roti gandum (whole wheat) dan roti whole rye
  • Biji-bijian seperti barley, bulgur, dan kasha
  • Sereal seperti all bran sereal, oatmeal
  • Pasta seperti thin strand, whole wheat pasta, dan bean threads
  • Semua jenis daging
  • Semua jenis susu dan hasil olahannya yang tanpa pemanis
  • Semua jenis buah-buahan yang tidak terlalu manis selain seperti buah-buahan yang disebutkan di atas

Orang yang sedang melakukan Program detoksifikasi Smart Detoxdiharuskan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang indeks glikemiknya rendah dibandingkan yang indeks glikemiknya tinggi. Dengan demikian program detoksifikasinya dijamin berhasil!