Konsultan Program Smart Detox Synergy

Program Smart Detox adalah program diet dengan pasokan nutrisi yang cukup untuk mendetoksifikasi tubuh secara aman dan alami

Bahan Makanan Yang Mempengaruhi Resiko Timbulnya Penyakit Kardiovaskuler Part2

| 0 comments

pangan yang baik untuk kesehatan jantungYess, kita akan melanjutkan pembahasan tentang makanan ditinjau dari pengaruhnya terhadap resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler. Karena makanan-makanan tersebut ada yang dapat menghambat terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, tapi sebaliknya ada juga yang justru meningkatkan resiko timbulnya aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Berikut akan dibahas mengenai berbagai jenis bahan makanan

Biji-bijian utuh (whole grain)

Sepanjang sejarah, biji-bijian adalah makanan pokok manusia (padi, gandum, jagung dsb). Makanan pokok di Indonesia terutama adalah beras. Secara tradisional biji-bijian dikonsumsi dalam bentuk utuh (whole grains) yang dikupas melalui proses penumbukan dan penyosohan secara manual; atau dalam bentuk tepung kasar.
Penggunaan mesin untuk menggiling dan menyosoh menghasilkan biji-bijian tanpa cangkang dan kulit ari (refined grains), atau menghasilkan tepung yang sangat halus. Biji-bijian atau tepung hasil penggilingan dengan mesin itu telah kehilangan banyak serat makanan, vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan senyawa fitokimia lainnya; tapi lebih banyak mengandung pati.
Biji-bijian hasil penggilingan modern ini akan mudah dicerna dan lebih cepat diserap usus dibandingkan biji-bijian utuh; sehingga lebih cepat meningkatkan kadar gula dan insulin dalam darah.
Makanan yang menggunakan whole grains seperti roti gandum, beras pecah kulit (brown rice), oats, dan barley memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan refined grains.
Ada beberapa penelitian yang menemukan adanya hubungan antara konsumsi whole grains dengan resiko timbulnya penyakit jantung koroner. Individu yang mengkonsumsi 3 porsi biji-bijian utuh per hari ternyata mempunyai resiko menderita penyakit jantung koroner sekitar 25% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari 1 porsi per minggu.
Konsumsi biji-bijian utuh dalam jumlah banyak berkorelasi positif dengan rendahnya kejadian serangan jantung.

Kacang-kacangan (nuts)

Kacang-kacangan seperti almond, brazil nuts, kacang mede, hazelnuts, kacang tanah, pecans, pistachios, walnut tadinya dianggap sebagai snack (makanan selingan) yang bisa menggemukkan badan. Nuts memang kaya akan lemak, tapi sebagian besar adalah asam lemak tidak jenuh tunggal dan ganda. Beberapa penelitian metabolik bahkan menunjukkan bahwa konsumsi nuts dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah dan menurunkan rasio kolesterol total terhadap HDL.
Selain memberikan pengaruh positif terhadap kadar lipid dalam darah, nuts juga dapat memberikan perlindungan terhadap timbulnya penyakit jantung koroner melalui mekanisme lain. Ternyata sebagian besar nuts kaya akan asam amino arginin yang merupakan prekursor endothelium derived relaxing factor (EDRF), yaitu nitrik oksida (NO). NO ini merupakan vasodilator (pelebar pembuluh darah) potensial yang dapat menghambat adhesi dan agregasi platelet.
Walnut kaya akan asam α-linoleat, yang menurut beberapa penelitian ternyata bisa menurunkan resiko timbulnya penyakit jantung koroner melalui mekanisme anti-trombotik dan anti-aritmia.

Kacang kedelai

Kacang kedelai sangat umum dikonsumsi di Indonesia, bahkan produk olahannya seperti tahu dan tempe telah menjadi makanan rakyat sehari-hari. Banyak pengalaman empiris maupun penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga efektif mencegah timbulnya penyakit aterosklerosis. Senyawa dalam kedelai yang diduga atau telah dibuktikan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah antara lain: protein, minyak, serat makanan, isoflavon, dan sterol.

Asam lemak dalam kedelai

Minyak kedelai banyak mengandung asam lemak tidak jenuh seperti: asam oleat, linoleat, dan α-linoleat.
Telah terbukti banyak mengkonsumsi asam lemak tidak jenuh akan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam plasma darah.
Konsumsi minyak kedelai sampai 10,6% dari total konsumsi kalori dibuktikan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
Mekanisme kerja asam lemak tidak jenuh dalam menurunkan kadar LDL dalam darah adalah dengan cara menurunkan sintesis VLDL, dan sebagai akibatnya produksi LDL juga berkurang.

Serat makanan dalam kedelai

Sebagian dari serat makanan yang terkandung dalam kedelai utuh terdapat dalan kotiledonnya (daun lembaga). Sekitar 30% serat makanan dalam kedelai bersifat larut air.
Menurut penelitian, konsumsi serat kedelai dapat memperbaiki metabolisme lipid dan karbohidrat pada penderita hiperkolesterolemia.

Protein dalam kedelai

Senyawa yang bersifat anti-kolesterolemik pada protein kedelai adalah suatu peptida. Peptida yang dihasilkan dari protein kedelai di dalam lumen usus akan mengikat kolesterol dan kemudian mengekskresikannya melalui feses, sedangkan peptidanya sendiri akan diserap oleh usus yang selanjutnya di dalam tubuh akan mempengaruhi metabolisme lipida.
Selain itu sifat hipokolesterolemik protein kedelai disebabkan karena kemampuannya untuk meningkatkan ekskresi kolesterol plasma melalui asam empedu.

Isoflavon dalam kedelai

Isoflavon yang terdapat dalam kedelai adalah zat antioksidan yang dapat melindungi kolesterol LDL terhadap oksidasi.
Isoflavon kedelai juga memberikan efek antiproliferatif (menghambat pertumbuhan sel tumor) dan dapat menghambat proses trombosis (pembentukan gumpalan darah dalam pembuluh darah).
Menurut penelitian, protein kedelai dan isoflavon secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol total, menurunkan kadar LDL, IDL, VLDL, tapi meningkatkan kadar HDL dalam darah.

Flavonoid

Beberapa studi menunjukkan hubungan antara jumlah konsumsi flavonoid dengan resiko timbulnya penyakit jantung koroner, umumnya makanan yang mengandung flavonoid dalam penelitian tersebut adalah teh hitam, apel, bawang merah, dan coklat (cacao).
Flavonoid termasuk golongan senyawa polifenol. Polifenol sangat umum tersebar di alam, lebih dari 8000 struktur polifenol tanaman telah diidentifikasi.
Flavonoid sendiri dibagi menjadi beberapa sub-kelas, yaitu: antosianidin, flavanol, flavanon, flavonol, dan flavon.

  • Sub-kelas antosianidin terdiri dari flavonoid-flavonoid: sianidin, delfinidin, malvidin, pelargonidin, peonidin, petunidin. Sumbernya: berries berwarna merah, biru, dan ungu, anggur merah dan ungu, anggur merah (wine)
  • Sub-kelas flavonol terdiri dari flavonoid-flavonoid: monomer: katekin, epikatekin, epigalokatekin, epikatekin galat, epigalokatekin galat; dimer dan polimer: teaflavin, tearubigin, proantosianidin. Sumbernya: katekin: teh (terutama teh hijau), coklat, anggur, berries, apel; teaflavin dan tearubigin: teh (terutama teh hitam) dan teh oolong proantosianidin: coklat, apel, berries, anggur merah, anggur (wine) merah
  • Sub-kelas flavanon terdiri dari flavonoid-flavonoid: hesperitin, neringenin, erlodiktiol. Sumbernya: keluarga sitrus seperti jeruk, jeruk bali, lemon
  • Sub-kelas flavonol terdiri dari flavonoid-flavonoid: kuersetin, kaemferol, mirisetin, iserhamnetin. Sumbernya: bawang merah, bawang daun, kale, brokoli, apel, berries, teh.
  • Sub-kelas flavon terdiri dari flavonoid-flavonoid: apigenin, luteolin Sumbernya: parsley, thymes, seledri, cabe

Penelitian klinis tentang manfaat teh hitam

  • Sel-sel endotelium mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dengan cara memproduksi nitrik oksida (NO), suatu senyawa yang diperlukan untuk mempertahankan relaksasi pembuluh darah (vasodilatasi).
  • Vasodilatasi arteri yang diakibatkan oleh NO hasil produksi endotelium dikenal sebagai endothelium-dependent vasodilation (EDV).
  • Percobaan klinis menemukan bahwa konsumsi 4 – 5 cankir teh hitam (900 – 1250 ml) perhari ternyata dapat memperbaiki EDV pada individu penderita penyakit jantung koroner dan pada individu penderita hiperkolesterolemia dibanding dengan grup kontrol yang diberi minum air hangat dalam jumlah yang sama.

Studi untuk menguji hubungan antara konsumsi teh dan kopi dengan serangan jantung

  • Ditemukan adanya penurunan sekitar 44% terhadap resiko penyakit jantung koroner pada individu-individu yang mengkonsumsi lebih dari satu cangkir teh per hari.
  • Tapi tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi kopi dengan penyakit kardiovaskular
  • Penelitian lain menunjukkan, pada individu yang banyak mengkonsumsi teh (moderate and heavy tea drinkers) terjadi penurunan resiko penyakit jantung koroner sebesar 31 – 39%.

Penelitian tentang manfaat konsumsi coklat (cacao)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi coklat meningkatkan kadar katekin, epikatekin, dan prosianidin dalam plasma; sehingga meningkatkan kemampuan untuk membersihkan radikal bebas dan mencegah peroksidasi lipid.
Selain itu konsumsi coklat dapat meningkatkan kadar HDL, walaupun kadar LDL tidak terpengaruh.

Saran suplementasi

Di pasaran sangat jarang ada produk yang memiliki kandungan buah-buahan yang mengandung flavonoid (merupakan antioksidan yang sangat kuat) yang sangat lengkap seperti Mistica ini. Mistica mengandung ekstrak buah-buahan dari: delima, blueberry, cranberry, elderberry, bilberry, red raspberry, wolfberry, anggur merah, anggur concord, teh hijau, dan yang paling hebat ACAI BERRY. Mistica juga mengandung asam lemak esensial, asam-asam amino, dan fitosterol yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah agar tetap normal

Karotenoid

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber utama karotenoid, karotenoid yang biasa dikonsumsi adalah: α-karoten, β-karoten, β -kriptosantin, lutein, likopen, zeasantin.
α-karoten, β -karoten, dan bet-kriptosantin adalah karotenoid provitamin A, yang artinya di dalam tubuh manusia bisa dikonversi menjadi retinol (vitamin A). Sedangkan lutein, likopen, dan zeasantin tidak dapat dikonversi menjadi retinol karena itu tidak memiliki aktivitas vitamin A.
Sayuran berwarna oranye dan kuning seperti wortel dan labu parang sangat kaya akan α-karoten dan β-karoten. Bayam juga merupakan sumber β -karoten yang penting, walaupun klorofil dalam daun bayam menutupi pigmen kuning-oranye.
Sayuran dan buah-buahan berwarna oranye dan merah seperti cabe merah merupakan sumber β -kriptosantin.
Likopen memberi warna merah pada buah tomat, warna pink pada jeruk bali, warna merah pada buah semangka dan jambu biji.
Lutein dan zeasantin banyak terdapat dalam sayuran daun seperti bayam dan kale.
Agar karotenoid dapat diserap oleh usus halus, senyawa tersebut harus dilepaskan dari matriks pangan dan kemudian digabung ke dalam micelles (campuran asam empedu dan beberapa macam lipid). Karena itu penyerapan karotenoid dalam usus halus memerlukan adanya lemak atau minyak. Sedikitnya 3 – 5 gram minyak atau lemak dalam makanan yang dikonsumsi per hari dianggap sudah cukup untuk membantu penyerapan karotenoid dalam usus halus.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar karotenoid dalam plasma darah berhubungan secara langsung dengan menurunnya resiko timbulnya penyakit jantung koroner. Meskipun hasil-hasil studi memperlihatkan bahwa mereka yang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah tinggi mempunyai resiko yang rendah untuk mengidap penyakit jantung koroner, namun tidak jelas apakah efek tersebut hanya disebabkan oleh karetonoid atau juga oleh komponen lain yang juga terdapat dalam sayuran dan buah-buahan.

Serat makanan

Serat makanan adalah bagian dari tanaman yang dapat dimakan atau analog karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh usus halus manusia, tetapi dapat dicerna (difermentasi) sebagian atau seluruhnya dalam usus besar.
Karena sebagian besar serat makanan dapat difermentasi, paling tidak secara parsial; maka disarankan untuk menggolongkan serat makanan sebagai yang dapat difermentasi secara parsial atau kurang dapat difermentasi, dan yang dapat difermentasi dengan baik oleh mikroflora usus besar.
Jenis serat makanan yang dapat difermentasi dengan baik, antara lain adalah: pektin, gum guar, gum arab, inulin, polidekstrosa, dan oligosakarida.
Sedangkan yang kurang dapat difermentasi adalah: selulosa, dedak gandum (whet bran), dedak jagung (corn bran), dedak oat (oat hull fiber), dan beberapa macam pati resisten.
Secara umum dikatakan bahwa serat yang dapat difermentasi adalah serat makanan larut, sedangkan yang tidak atau kurang dapat difermentasi adalah serat makanan tidak larut

Manfaat serat makanan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam darah dapat diturunkan dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan larut sehingga meningkatkan viskositas tinggi dalam usus.
Satu meta-analisis terhadap 67 hasil penelitian terkontrol menggunakan serat makanan larut dan bersifat kental dalam usus seperti oat, psyllium, pektin, dan gum guar; memperlihatkan bahwa konsumsi serat makanan tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Hasil penelitian epidemiologis juga mendukung adanya korelasi antara peningkatan konsumsi serat makanan dengan menurunnya resiko timbulnya penyakit jantung koroner.
Pada individu penderita hiperkolesterolemia, konsumsi serat makanan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah; tapi pada individu yang normal, konsumsi serat makanan lebih dapat menurunkan kadar trigliserida.
Mekanisme penurunan kadar kolesterol darah oleh serat makanan larut seperti psyllium, oat, dan pektin adalah melalui pengikatan asam empedu sehingga akan meningkatkan ekskresinya melalui feses, juga dengan cara menurunkan sintesis kolesterol dalam hati.
Beberapa serat makanan seperti pektin dan galaktomanan yang mempunyai WHC (water holding capacity) yang tinggi dan menimbulkan viskositas tinggi, juga mempengaruhi penyerapan zat-zat gizi dalam usus, termasuk lemak dan kolesterol
Efek hipokolesterolemik serat makanan juga disebabkan karena diproduksinya asam lemak berantai pendek sebagai hasil dari fermentasi serat makanan tersebut. Asam lemak berantai pendek dapat diserap oleh usus besar; selanjutnya asam butirat dapat digunakan oleh sel-sel mukosa usus, asam propionat digunakan oleh sel-sel hati, sedangkan asam asetat akan diangkut oleh darah ke seluruh tubuh (peripheral circulation). Diketahui bahwa asam propionat dapat menghambat metabolisme asam lemak yang mempunyai peranan penting dalam sintesis kolesterol di dalam hati.
Selain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa serat makanan juga dapat memberikan perlindungan terhadap timbulnya penyakit kanker usus besar dan kanker rektum.
Direkomendasikan agar orang dewasa mengkonsumsi serat makanan sekitar 20 – 30 gram per hari, tapi juga jangan melampaui 35 gram per hari.

Synergy sangat memahami pentingnya serat makanan dalam diet kesehatan, produk NutriBurst adalah supleman yang sangat kaya dengan kandungan serat makanan yang larut maupun tidak larut: gum arabic, bekatul beras, serat kedelai, serat oat, selulosa, serat gula bit, tepung bekatul oat, guar gum,bekatul jagung, serat kacang, pektin jeruk, serat apel, tomat, brokoli, kubis, wortel, bayam, seledri. Juga mengandung fitosterol, lesitin kedelai, dan tentunya dengan tambahan mineral-mineral dan vitamin-vitamin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler. Anda boleh mempertimbangkannya sebagai suplemen kesehatan jantung yang alami.

Fitosterol

Sterol yang dominan terdapat dalam tubuh hewan dan manusia adalah kolesterol, sedangkan pada tanaman ada beberapa jenis sterol yang secara kolektif disebut fitosterol. Fitosterol dibagi menjadi 2 kelas: sterol dan stanol.
Fitosterol yang paling banyak terdapat pada tanaman adalah sitosterol dan kampesterol, sedangkan stanol hanya terdapat sekitar 10% nya.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan nabati yang banyak mengandung fitosterol dapat memperbaiki komposisi lipid serum (terutama kolesterol) dan mengurangi resiko terkena penyakit kardiovaskuler.
Dalam lumen usus halus, fitosterol dapat menggantikan kolesterol di dalam mixed micelles, sehingga dapat menghambat penyerapan kolesterol.
Konsumsi sterol atau stanol sebanyak 1,5 – 1,8 gram perhari mampu menghambat penyerapan kolesterol sebesar 30 – 40%; pada dosis yang lebih tinggi yaitu 2,2 gram per hari maka penyerapan kolesterol dihambat sebesar 60%.
Berkurangnya penyerapan kolesterol dari makanan akan meningkatkan sintesis kolesterol dalam hati. Walaupun terjadi peningkatan sintesis kolesterol dalam hati sebagai akibat konsumsi fitosterol, tapi konsentrasi kolesterol LDL dalam darah turun.
Direkomendasikan konsumsi sterol dan stanol dalam makanan tidak melebihi 3 gram per hari karena dikuatirkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Sterol dan stanol tanaman diketahui dapat menghambat penyerapan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) dan karotenoid.

Bawang putih

Bawang putih sangat umum digunakan sebagai bahan penambah rasa pada makanan, juga digunakan dalam ramuan obat tradisional.

Beberapa hasil percobaan klinis membuktikan khasiat bawang putih sehubungan dengan penyakit jantung koroner

  • Dari 25 buah percobaan klinis untuk mengamati pengaruh hipolipidemik bawang putih ternyata 14 percobaan menujukkan hasil negatif, dan 11 percobaan lainnya menunjukkan adanya pengaruh dalam menurunkan kadar kolesterol. Dari kompilasi studi tersebut dapat disimpulkan bahwa bawang putih dalam bentuk serbuk dan ekstrak hanya efektif menurunkan kadar kolesterol pada subyek yang hiperkolesterolimik.
  • Ada 7 percobaan klinis dan semuanya menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat menghambat agregasi platelet. Dan respons positif pencegahan agregasi platelet itu ternyata berlaku pada subyek normal maupun penderita penyakit jantung koroner.
  • Terdapat 9 penelitian tentang pengaruh bawang putih terhadap tekanan darah: ternyata dapat disimpulkan bahwa bawang putih tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tekanan darah.

Synergy menghadirkan segala kebaikan khasiat bawang putih tanpa efek sampingannya seperti bau mulut & nafas setelah mengkonsumsinya dalam produknya: Garlic

Sayur-sayuran dan buah-buahan

Sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk memelihara kesehatan sistem kardiovaskuler.

Vitamin C

Vitamin C (asam askorbat) dapat mengurangi resiko timbulnya penyakit jantung, salah satu mekanismenya adalah dengan mengurangi kerusakan oksidatif di dalam tubuh.
Vitamin C ini sangat penting untuk membangun kolagen, komponen penting untuk menyusun pembuluh arteri. Kolagen adalah substansi yang elastis dan lengket yang memungkinkan arteri berkontraksi dan melebar. Kolagen merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki arteri ketika mengalami kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin C adalah antioksidan yang membantu membersihkan darah dari radikal bebas, vitamin C juga mencegah agar darah tidak lengket dan menggumpal.
Makanan yang banyak mengandung vitamin C adalah sayur-sayuran dan buah-buahan: jeruk manis, kiwi, blueberry, blackberry, strawberry, apel, brokoli, ketimun, dan wortel dll

Vitamin B6 dan vitamin B9 (asam folat)

Defisiensi vitamin B6 dan asam folat dapat meningkatkan kadar homosistein dalam darah. Homosistein ini disintesa di dalam tubuh, sedangkan vitamin B6 dan asam folat diperlukan untuk metabolisme homosistein ini. Jika terdapat kerusakan pada lapisan luar endotelium pembuluh darah, maka homosistein ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan peroksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas yang mengakibatkan terjadinya inflamasi.
Meningkatnya kadar homosistein dalam darah berhubungan dengan disfungsi endotelium secara akut, dan penyakit jantung koroner mempunyai hubungan dengan meningkatnya kadar homosistein dalam darah.
Nama asam folat berasal dari bahasa Latin: folium yang artinya daun, karena asam folat banyak dijumpai dalam sayuran yang berdaun hijau tua seperti bayam, brokoli, dan dalam buah-buahan seperti blackberry
Sumber vitamin B6 yang bagus adalah semangka dan melon.

Vitamin E

Vitamin E juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dan merupakan antioksidan kuat yang membantu mencegah serangan radikal bebas pada dinding arteri.
Vitamin E juga berkhasiat untuk mengencerkan darah dan mencegahnya supaya tidak lengket dan menggumpal.
Makanan yang banyak mengandung vitamin E antara lain: biji-bijian yang banyak mengandung minyak, kacang-kacangan, susu dan hasil olahannya, buah-buahan seperti: blackberry, apel, kiwi

Kalsium

Kalsium berperan penting dalam fisiologi dan biokomia organisme dan sel: fungsi neuromuskuler, membantu proses enzim, pembekuan darah, dan memberikan kekuatan untuk kerangka berdasarkan ikatan garam fosfat.
Banyak enzim yang memerlukan kalsium sebagai kofaktor, contohnya adalah dalam proses pembekuan darah.
Kalsium ekstraseluler juga penting untuk menjaga perbedaan tegangan listrik melintasi membran sel, hal ini berhubungan dengan kontraksi otot termasuk otot jantung.
Sembilan puluh sembilan persen dari kalsium tubuh terletak di tulang, sisanya 1% merata dalam gigi dan jaringan lunak, dengan hanya 0,1% berada dalam cairan ekstraseluler. Kebutuhan akan kalsium pada dasarnya ditentukan oleh hubungan antara efisiensi daya serap dan laju pengeluaran melalui usus, ginjal, kulit, rambut, dan kuku. Pada orang dewasa, tingkat penyerapan kalsium dari saluran pencernaan harus sesuai dengan tingkat pengeluaran kalsium dari kerangka tulang, dan hal ini harus dipertahankan. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, masukan kalsium tambahan diperlukan untuk memenuhi persyaratan pertumbuhan tulang. Mineral tulang berfungsi sebagai reservoir atau tempat penyimpanan utama untuk kalsium beredar di cairan ekstraseluler. Kalsium memasuki cairan ekstraseluler berasal dari penyerapan usus dan berasal dari tulang dengan mekanisme resorpsi, yaitu pelepasan kalsium dari tulang. Kalsium meninggalkan cairan ekstraseluler melalui saluran pencernaan, ginjal, dan kulit; dan masuk ke dlam tulang melalui pembentukan tulang. Selain itu aliran kalsium terjadi di semua membran sel. Banyak fungsi selular neuromuskuler dan lainnya tergantung pada pemeliharaan konsentrasi kalsium terionisasi dalam cairan ekstraseluler. Aliran kalsium juga mediator penting dari efek hormonal pada target organ melalui beberapa jalur sinyal intraseluler.
Urat syaraf membutuhkannya untuk menyampaikan sinyal antara otak dengan seluruh bagian tubuh.
Kadar kalsium dalam darah yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah.
Kalsium ditemukan dalam makanan berikut: susu dan produk olahannya, sayuran seperti kale, brokoli, kubis cina; kedelai.

Magnesium

Magnesium diperlukan oleh lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh bersama kalsium.
Magnesium membantu mempertahankan fungsi normal otot dan saraf, menjaga kestabilan irama jantung, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan menjaga tulang yang kuat. Magnesium sangat penting untuk otot-otot tubuh agar dapat berfungsi dengan baik, termasuk otot jantung.
Magnesium juga membantu mengatur kadar gula dalam darah, menjaga tekanan darah agar tetap normal, dan juga terlibat dalam metabolisme energi dan sintesis protein.
Ada peningkatan kebutuhan dalam peran kalsium dalam mencegah dan membantu mengatasi gangguan seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
Magnesium diserap dalam usus kecil, dan magnesium diekskresikan melalui ginjal.
Untuk kerjanya jantung membutuhkan keseimbangan antara magnesium dan kalsium. Magnesium diperlukan otot jantung untuk rileks, sedangkan kalsium dibutuhkan diperlukan agar otot jantung dapat berkontraksi.
Jika kekurangan unsur magnesium maka akan mengakibatkan terjadinya kram/kejang sehingga menaikkan tekanan darah dan irama jantung tidak beraturan (aritmia), kekurangan magnesium yang parah akan mengakibatkan serangan jantung.
Makanan yang banyak mengandung magnesium adalah sayuran hijau seperti bayam, kale (sejenis kubis), brokoli, dan buah-buahan seperti kiwi, blackberry, strawberry.
Lebih dari 80% magnesium yang berasal dari biji-bijian hilang dalam proses pengolahan makanan.

Kalium

Kalium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi selular maupun elektris. Kalium adalah mineral utama dalam darah yang disebut elektolit (bersama natrium dan klorida) yang membawa muatan listrik.
Magnesium membantu menjaga kalium dalam sel, tapi keseimbangan natrium dan kalium diatur dengan tepat seperti halnya keseimbangan antara kalsium dan fosfor atau kalsium dan magnesium. Penelitian menemukan bahwa tingginya konsumsi natrium yang diiringi rendahnya konsumsi kalium akan menambah volume darah dan menaikan tekanan darah.
Konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh (whole grain) yang kaya kalium dan rendah natrium membantu menjaga agar tekanan darah tetap normal dan untuk kasus tertentu bisa menurunkan tekanan darah.
Kalium mudah diserap oleh usus halus, dengan tingkat absorpsi 90%, tapi karena kalium adalah mineral yang sangat mudah larut maka mudah hilang dalam proses pemasakan atau pemrosesan makanan. Kelebihan kalium akan dibuang lewat air kemih dan keringat. Oleh karena itu jika kita berkeringat sangat banyak dianjurkan minum jus buah-buahan atau minuman elektrolit.

Sumber kalium:
Kalium ditemukan dalam bermacam-macam makanan:
Biji-bijian utuh, kacang-kacangan, daging, ikan
Sayuran seperti: bayam, parsley, selada, brokoli, polong-polongan, tomat, dan kentang (terutama kulitnya).
Buah-buahan yang banyak mengandung kalium: keluarga jeruk-jerukan, pisang, apel, alpukat, buah-buahan yang dikeringkan seperti kismis, aprikot, prunes, kurma

Fungsi kalium:
Kalium memegang peranan penting dalam tubuh manusia. Bersama natrium meregulasi keseimbangan air dan keseimbangan asam-basa dalam darah dan jaringan. Kalium, yang lebih mudah masuk ke dalam sel dibandingkan natrium, menginisiasi pertukaran natrium-kalium melalui membran sel. Dalam sel saraf, arus pertukaran natrium-kalium ini menghasilkan tegangan listrik yang membantu menyalurkan impuls saraf. Saat kalium meninggalkan sel, ia merubah tegangan listrik pada membran menghantarkan impuls saraf. Perubahan potensial listrik yang dihasilkan oleh ‘pemompaan’ natrium-kalium membantu menghasilkan kontraksi otot dan meregulasi denyut jantung. Pemompaan ini juga berfungsi untuk menghidarkan sel dari pembengkakan, jika natrium tidak ‘dipompa’ keluar sel maka air yang terakumulasi di dalam sel akan mengakibatkan sel membengkak dan akhirnya pecah.
Kalium sangat penting dalam reaksi biokimia dan metabolisme energi di dalam sel, juga berperan dalam sintesa protein dari asam-asam amino di dalam sel. Kalium juga berperan dalam metabolisme karbohidrat, aktif dalam metabolisme glikogen dan glukosa yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen yang disimpan dalam hati sebagai persediaan energi. Kalium sangat penting untuk membangun pertumbuhan otot yang normal.
Natrium bisa dikonservasi di dalam tubuh, tapi tak ada metoda yang efektif untuk konservasi kalium. Jadi walaupun tubuh kekurangan kalium, ginjal akan tetap membuangnya. Karena tubuh manusia tergantung pada keseimbangan kadar kalium untuk mengatur denyut jantung dan menjaga kesehatan sistem saraf, maka keseimbangan ini mesti terus dijaga.
Kalium juga banyak dibuang lewat air kemih saat terapi diuretik (yang tidak hemat kalium) untuk edema atau hipertensi.
Pola makan dengan banyak mengkonsumsi fastfood yang lebih banyak mengandung natrium tapi sedikit kalium diduga berkontribusi terhadap timbulnya penyakit hipertensi. Kembali mengkonsumsi makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, whole grain, daging & ikan segar akan membuat hidup lebih sehat.

Leave a Reply

Required fields are marked *.